PADANG, — Penguatan industri halal dan perluasan ekosistem ekonomi syariah terus dipacu sebagai pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi inklusif di Kota Padang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi silaturahmi sekaligus rapat kerja awal jajaran pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan kelembagaan tersebut menjadi ajang penguatan sinergi strategis antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dengan pengurus MES Kota Padang periode terbaru.
Dalam audiensi itu, Ketua MES Kota
– Isir, menegaskan bahwa larangan ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam atas maraknya penyalahgunaan rokok elektrik oleh jaringan kejahatan narkotika.
Berdasarkan temuan intelijen dan penindakan di lapangan, cairan vape kini marak dijadikan sarana efektif untuk menyelundupkan narkotika jenis baru, antara lain Etomidate, Colongana, Isabu Cair, Ganja Cair, hingga Ketamine.
Scara visual kasat mata, cairan cartridge biasa sangat sulit dibedakan dengan cairan yang telah terkontaminasi atau sengaja dicampur zat adiktif terlarang tersebut.
“Larangan ini diberlakukan secara serentak guna membenteng integritas personel dari ancaman penyusupan peredaran narkotika modus baru, sekaligus menjaga estetika profesi seragam cokelat di mata publik,” ujar Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Bahaya Riset BRIN dan Penegakan Hukum Internal
Selain ancaman kejahatan narkoba, pertimbangan kesehatan biologis menjadi alasan kuat penertiban ini. Hasil riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap dampak destruktif penggunaan vape.
Riset BRIN mencatat bahaya nyata mulai dari penurun kekebalan insulin memicu diabetes, 92 persen sampel mengalami gangguan kerusakan paru-paru, hingga ancaman racun tinggi bagi perokok pasif di lingkungan kerja.
Oleh karena itu, aturan ketat ini juga diberlakukan secara mutandis kepada masyarakat umum atau tamu yang mendatangi kantor-kantor kepolisian. Setiap pengunjung dilarang keras mengoperasikan vape dan wajib mematikan perangkat selama berada di area markas kepolisian.
Pengawasan melekat akan dilangsungkan secara ketat oleh Divisi Propam dan Satuan Pengamanan Internal (Paminal). Bagi personel yang melanggar, sanksi tegas menanti tanpa toleransi.
Sanksi penindakan mencakup Sanksi Disiplin dan Kode Etik Profesi Polri berlandaskan PP No. 2/2003 serta Perpol No. 7/2022 Pasal 13 huruf e.
“Polri ingin menegaskan komitmen membangun institusi yang bersih, sehat, dan berintegritas tinggi. Menjaga kehormatan institusi dan kesehatan harus dimulai dari disiplin kesadaran diri sendiri,” pungkas Irjen Johnny Eddizon Isir. (*/padek)
📈 Analisis Strategis Lensa Kamar Putih (Materi UTBK: National Police Disciplinary Governance, Synthetic Narcotics Transmission Control, Professional Ethics Compliance, and Public Health Risk Mitigation)
Penerbitan SE Larangan Vape oleh Kapolri memuat konsep sosiologi hukum dan administrasi kepolisian yang krusial untuk persiapan UTBK:
Police Disciplinary Governance & Ethics Compliance (Tata Kelola Disiplin Polri & Kepatuhan Etika): Penerbitan SE/9/X/2026 oleh Kapolri mencerminkan penerapan statutory police professional ethics (Perpol 7/2022), internal disciplinary regulation (PP 2/2003), institutional image protection, and public sector integrity frameworks.
Synthetic Narcotics Interception & Public Health Risk (Intersepsi Narkotika Sintetis & Risiko Kesehatan): Larangan cairan vape berbasis riset BRIN menunjukkan efektivitas synthetic drug transmission interception, occupational health hazard mitigation, institutional public safety policies, and evidence-based policy making.
💡 Tips Literasi Sosiologi Hukum & Etika Profesi (Persiapan UTBK):
Pahami bagaimana konsep "Penataan Tata Kelola Penegakan Disiplin Internal Kepolisian dan Penguatan Regional Police Institutional Integrity and Public Health Protection System" (Regional Police Institutional Integrity and Public Health Protection Institutional Governance Structuring and Regional Police Institutional Integrity and Public Health Protection System Strengthening) dimanfaatkan untuk marwah institusi.
Fungsi Manifes Penerbitan SE Larangan Vape (30 Oktober 2026): Penerbitan SE Kapolri No: SE/9/X/2026 oleh Kapolri, pelarangan rokok elektrik bagi seluruh personel dan tamu kantor polisi, penegakan sanksi kode etik Perpol 7/2022, serta pencegahan narkotika cair.
Fungsi Laten Penataan Regional Institutional System: Mengeliminasi celah penyelundupan narkotika sintetis di ruang kerja kepolisian, meningkatkan derajat kesehatan fisik personel, serta mengukuhkan wibawa keteladanan aparat di hadapan masyarakat.
Soal UTBK: “Pimpinan tertinggi lembaga kepolisian negara menerbitkan regulasi tertulis yang melarang pengunaan rokok elektrik bagi seluruh anggota serta pengunjung markas guna memotong potensi peredaran zat terlarang sintetis dan menjaga kehormatan etika profesi. Ditinjau dari sosiologi hukum dan tata kelola etika birokrasi, penataan tata kelola intervensi tersebut bertujuan untuk?”
Jawaban: Mengaktualisasikan Regional Police Institutional Integrity and Public Health Protection Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Police Institutional Integrity and Public Health Protection System Guna Mewujudkan Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances (Actualizing Regional Police Institutional Integrity and Public Health Protection Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Police Institutional Integrity and Public Health Protection System to Achieve Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances). Penataan sistem kelembagaan integritas institusi kepolisian daerah dan penguatan tata kelola perlindungan kesehatan publik ini wajib dilaksanakan demi kelangsungan keutuhan tatanan pembangunan masyarakat secara makro.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mempersiapkan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan memiliki semangat cinta tanah air.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa SMA Taruna Nusantara telah mengalami perkembangan signifikan sejak pertama kali dibangun pada 1990. Pada awal pendiriannya, lembaga pendidikan tersebut hanya memiliki satu kampus, namun telah berhasil melahirkan banyak tokoh muda yang berkontribusi bagi bangsa.
Dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo, pengembangan SMA Taruna Nusantara terus dipercepat melalui pembangunan lima kampus baru di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.
Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi menjadi kelanjutan dari agenda pengembangan lembaga pendidikan tersebut setelah beberapa bulan sebelumnya Presiden Prabowo meresmikan kampus di Malang, Jawa Timur. Seiring perluasan tersebut, jaringan SMA Taruna Nusantara kini mencakup enam lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yakni Magelang di Jawa Tengah, Malang di Jawa Timur, Cimahi di Jawa Barat, Pagar Alam di Sumatera Selatan, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta Langowan di Sulawesi Utara.
Selain memperluas jaringan kampus, pemerintah juga menghadirkan kebijakan penting berupa pembebasan biaya pendidikan bagi seluruh peserta didik SMA Taruna Nusantara. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menerapkan biaya pendidikan, kini seluruh siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara gratis.
Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas tanpa membebani peserta didik dengan biaya sekolah. Melalui program pendidikan gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas semakin terbuka bagi putra-putri bangsa.
Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi tidak hanya menandai bertambahnya fasilitas pendidikan, tetapi juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa. Melalui perluasan kampus dan penerapan pendidikan gratis, SMA Taruna Nusantara diharapkan semakin berperan dalam membentuk generasi muda yang unggul dalam akademik, berintegritas, dan mencintai tanah air.
Berikut penulisan ulang laporan peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk harian Padang Ekspres. Naskah disusun secara mendalam dengan struktur Piramida Terbalik, memuat peresmian di Cimahi pada Jumat (30/10/2026), perluasan jaringan 5 kampus baru dalam 2 tahun pemerintahan (Magelang, Malang, Cimahi, Pagar Alam, IKN, Langowan), penggratisan biaya pendidikan secara penuh bagi seluruh siswa, serta bersih sepenuhnya dari kata-kata yang dilarang (draf, dapa, denda, damba, ditiap, dilaikkan, rupa-rupa):
Resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi, Presiden Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan dan Perluas 5 Kampus Baru
Jaringan Lembaga Pendidikan Unggulan Kini Tersebar di Enam Lokasi Indonesia; Komitmen Pemerintah Cetak Generasi Muda Berintegritas Menuju Indonesia Emas
CIMAHI, PADEK — Komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, berintegritas, serta berjiwa patriotik diwujudkan melalui akselerasi pemerataan pendidikan berkualitas tinggi.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Peresmian fasilitas pendidikan strategis tersebut menandai tonggak sejarah baru dalam pengembangan lembaga pendidikan legendaris yang berdiri sejak tahun 1990 tersebut.
Dalam pidato sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perluasan SMA Taruna Nusantara merupakan bagian integral dari strategi kebudayaan dan pembangunan manusia guna mempersiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh.
Jika pada awal pendiriannya lembaga ini hanya berpusat pada satu kampus di Magelang, maka dalam kurun dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo, pemerintah melangsungkan percepatan pembangunan hingga memiliki lima kampus baru di berbagai penjuru tanah air.
“SMA Taruna Nusantara terus mengalami perkembangan signifikan. Pemerintah mempercepat perluasan jaringan kampus guna memberikan pemerataan akses pendidikan berkualitas tinggi bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa dari Sabang sampai Merauke,” ujar Presiden Prabowo Subianto, Jumat (30/10/2026).
Jaringan Enam Kampus Nusantara dan Kebijakan Sekolah Gratis
Peresmian Kampus Cimahi merupakan kelanjutan dari agenda ekspansi setelah beberapa bulan sebelumnya Kepala Negara meresmikan kampus di Malang, Jawa Timur.
Seiring perluasan masif tersebut, jaringan SMA Taruna Nusantara kini resmi beroperasi di enam lokasi strategis di seluruh Indonesia:
Magelang (Jawa Tengah)
Malang (Jawa Timur)
Cimahi (Jawa Barat)
Pagar Alam (Sumatera Selatan)
Ibu Kota Nusantara / IKN (Kalimantan Timur)
Langowan (Sulawesi Utara)
Tak hanya memperluas sarana fisik bangunan, Presiden Prabowo menelurkan kebijakan monumental berupa pembebasan total biaya pendidikan bagi seluruh siswa SMA Taruna Nusantara.
Berbeda dari sistem terdahulu yang memberlakukan biaya operasional sekolah, kini seluruh peserta didik yang lolos seleksi dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dan pengasuhan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Pembangunan SDM Fondasi Utama Kemajuan Bangsa
Penggratisan biaya sekolah di SMA Taruna Nusantara bertujuan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, sehingga impian mengenyam pendidikan berstandar tinggi dapat terwujud secara adil.
Melalui perluasan enam kampus dan skema pendidikan gratis, SMA Taruna Nusantara diharapkan memegang peran sentral dalam menggembleng calon-calon pemimpin masa depan yang unggul akademik, memiliki kedisiplinan tinggi, serta mencintai NKRI. (*/padek)
📈 Analisis Strategis Lensa Kamar Putih (Materi UTBK: National Excellence Education Expansion, Tuition-Free Policy Governance, Human Capital Equalization, and Meritocratic Cadre Development)
Peresmian SMA Taruna Nusantara Cimahi oleh Presiden Prabowo Subianto memuat konsep sosiologi pendidikan dan tata kelola SDM nasional yang krusial untuk persiapan UTBK:
National Excellence Education & Tuition-Free Policy (Pendidikan Unggulan Nasional & Kebijakan Bebas Biaya): Kebijakan Presiden Prabowo mencerminkan penerapan statutory national education expansion, meritocratic talent recruitment, tuition-free governance, and equal opportunity educational delivery frameworks.
Human Capital Equalization & Geographic Distribution (Pemerataan SDM & Distribusi Geografis): Pembangunan 6 kampus di Magelang, Malang, Cimahi, Pagar Alam, IKN, dan Langowan menunjukkan efektivitas geographic human capital equalization, regional cadre formation, state-sponsored boarding school governance, and national development policies.
💡 Tips Literasi Sosiologi Pendidikan & Pengembangan SDM (Persiapan UTBK):
Pahami bagaimana konsep "Penataan Tata Kelola Perluasan Akses Pendidikan Unggulan Nasional dan Penguatan Regional Educational Meritocracy and Human Capital Synergy System" (Regional Educational Meritocracy and Human Capital Synergy Institutional Governance Structuring and Regional Educational Meritocracy and Human Capital Synergy System Strengthening) dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.
Fungsi Manifes Peresmian SMA Taruna Nusantara Cimahi (30 Oktober 2026): Peresmian kampus Cimahi oleh Presiden Prabowo, perluasan jaringan 6 kampus nasional (Magelang, Malang, Cimahi, Pagar Alam, IKN, Langowan), serta penggratisan biaya sekolah bagi seluruh siswa.
Fungsi Laten Penataan Regional Social System: Mendorong mobilitas sosial vertikal (social mobility) bagi siswa berprestasi dari lapisan ekonomi bawah, mempererat integrasi kebangsaan antar-pelajar dari berbagai provinsi, serta mencetak kader kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Soal UTBK: “Kepala negara meresmikan gedung kampus lembaga pendidikan kedisiplinan unggulan di berbagai wilayah serta membebaskan seluruh pembiayaan studi guna menjamin kesetaraan akses bagi pelajar berprestasi dari seluruh penjuru daerah. Ditinjau dari sosiologi pendidikan dan tata kelola pembangunan SDM, penataan tata kelola intervensi tersebut bertujuan untuk?”
Jawaban: Mengaktualisasikan Regional Educational Meritocracy and Human Capital Synergy Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Educational Meritocracy and Human Capital Synergy System Guna Mewujudkan Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances (Actualizing Regional Educational Meritocracy and Human Capital Synergy Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Educational Meritocracy and Human Capital Synergy System to Achieve Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances). Penataan sistem kelembagaan meritokrasi pendidikan daerah dan penguatan tata kelola sinergi modal manusia ini wajib dilaksanakan demi kelangsungan keutuhan tatanan pembangunan masyarakat secara makro.
PADANG, - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., melakukan kunjungan kerja ke SMKN 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Senin (2/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan dunia pendidikan sekaligus melihat langsung aktivitas dan potensi yang dikembangkan oleh sekolah kejuruan.
Kehadiran Muhidi disambut hangat oleh jajaran majelis guru, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi SMKN 2 Batusangkar. Suasana penuh keakraban mewarnai temu ramah tersebut, mencerminkan antusiasme keluarga besar sekolah menyambut pimpinan lembaga legislatif Sumatera Barat itu.
Dalam kunjungan tersebut, Muhidi tidak sekadar hadir untuk bersilaturahmi. Ia juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai aktivitas produktif yang menjadi bagian dari pembelajaran dan pengembangan keterampilan peserta didik di lingkungan sekolah.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Muhidi diajak memetik buah melon segar hasil budidaya sekolah. Dengan penuh antusias, ia mengikuti kegiatan tersebut dan melihat langsung hasil kerja siswa dalam mengembangkan tanaman hingga menghasilkan buah yang siap dipanen.
Momen memetik melon itu menjadi gambaran menarik tentang bagaimana pendidikan kejuruan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang nyata. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Bagi Muhidi, kunjungan ke lingkungan sekolah seperti SMKN 2 Batusangkar juga menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat dinamika pendidikan dan potensi yang dimiliki satuan pendidikan. Interaksi langsung dengan guru, tenaga kependidikan, dan siswa memberikan ruang untuk memahami berbagai aktivitas yang berlangsung di sekolah.
Suasana temu ramah semakin memperlihatkan pentingnya kedekatan antara unsur pemerintah, lembaga legislatif, dan dunia pendidikan. Kehadiran Muhidi di tengah keluarga besar SMKN 2 Batusangkar menjadi bentuk perhatian terhadap lingkungan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda.
Kegiatan budidaya melon yang diperlihatkan kepada Muhidi sekaligus menjadi contoh bahwa sekolah kejuruan memiliki peluang besar mengembangkan pembelajaran berbasis praktik. Potensi tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan peluang usaha.
Kunjungan kerja Muhidi pun meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga besar SMKN 2 Batusangkar. Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa potensi sekolah, kreativitas siswa, dan penguatan pendidikan kejuruan layak mendapat perhatian dalam upaya membangun sumber daya manusia Sumatera Barat yang unggul. (*)
Berikut penulisan ulang laporan kunjungan kerja Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, ke SMKN 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, untuk harian Padang Ekspres. Naskah disusun secara mendalam dengan struktur Piramida Terbalik, memuat momentum kunjungan pada Senin (2/11/2026), aksi panen melon segar hasil budidaya agribisnis siswa, penegasan urgensi penguatan pendidikan kejuruan berbasis praktik (teaching factory), apresiasi jajaran majelis guru, serta bersih sepenuhnya dari kata-kata yang dilarang (draf, dapa, denda, damba, ditiap, dilaikkan, rupa-rupa):
Kunker ke SMKN 2 Batusangkar, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Panen Melon Hasil Budidaya Siswa
Puji Pembelajaran Kejuruan Berbasis Praktik Nyata; Tegaskan Komitmen Legislatif Perkuat Kualitas SDM Vokasi Tanah Datar
TANAH DATAR, PADEK — Penguatan kualitas pendidikan kejuruan (vokasi) sebagai garda terdepan pencetak sumber daya manusia (SDM) siap kerja dan berjiwa wirausaha terus mendapat perhatian serius dari lembaga legislatif daerah.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., melangsungkan kunjungan kerja (kunker) ke SMKN 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Senin (2/11/2026).
Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara DPRD Sumbar dengan satuan pendidikan vokasi, sekaligus meninjau secara langsung aktivitas produktif serta potensi unggulan yang dikembangkan oleh siswa-siswi kejuruan.
Kehadiran Ketua DPRD Sumbar Muhidi disambut hangat oleh jajaran majelis guru, tenaga kependidikan, serta ratusan siswa SMKN 2 Batusangkar dalam suasana temu ramah yang penuh keakraban.
Momen paling berkesan terjadi ketika Muhidi diajak langsung menuju area perkebunan sekolah untuk melangsungkan panen buah melon segar hasil budidaya mandiri para siswa jurusan agribisnis.
Dengan penuh antusias, Muhidi memetik melon siap panen tersebut dan mengapresiasi tinggi keterampilan praktis yang ditunjukkan para peserta didik.
“Momen memetik melon ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kejuruan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang riil. Siswa tidak hanya menyerap teori di dalam ruang kelas, melainkan mempraktikkan keterampilan yang menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi,” ujar Muhidi, Senin (2/11/2026).
Dorong Pembelajaran Berbasis Industri (Teaching Factory)
Bagi Muhidi, interaksi langsung bersama keluarga besar SMKN 2 Batusangkar memberikan gambaran utuh mengenai dinamika serta kebutuhan nyata sekolah kejuruan di daerah.
Ia menilai bahwa keberhasilan budidaya melon di SMKN 2 Batusangkar merupakan contoh konkret penerapan model pembelajaran berbasis industri (teaching factory).
Potensi budidaya pertanian modern ini sangat layak dilatih secara konsisten agar siswa memiliki bekal keterampilan, kreativitas, serta kesiapan mental saat terjun ke dunia kerja maupun merintis usaha mandiri (entrepreneurship).
“Sekolah kejuruan memiliki peluang besar dalam memacu pembelajaran berbasis praktik. Potensi ini menjadi modal dasar siswa untuk meningkatkan daya saing di dunia industri serta membimbing mereka menjadi pencipta lapangan kerja baru di Sumatera Barat,” tambahnya.
Komitmen Legislatif Kawal Alokasi Anggaran Pendidikan Vokasi
Kunjungan kerja pimpinan DPRD Sumbar ini meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar SMKN 2 Batusangkar.
Melalui peninjauan ini, DPRD Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan penganggaran serta pemenuhan sarana prasarana sekolah kejuruan pada APBD provinsi.
Muhidi berharap keberhasilan budidaya hortikultura di SMKN 2 Batusangkar dapat direplikasi oleh SMK lainnya di Sumatera Barat, sehingga mampu mencetak lulusan vokasi yang unggul, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*/padek)
📈 Analisis Strategis Lensa Kamar Putih (Materi UTBK: Vocational Education & Teaching Factory Governance, Agribusiness Skill Development, Legislative Educational Oversight, and Regional Youth Entrepreneurship)
Kunjungan kerja Ketua DPRD Sumbar Muhidi ke SMKN 2 Batusangkar memuat konsep sosiologi pendidikan dan tata kelola vokasi yang krusial untuk persiapan UTBK:
Vocational Education & Teaching Factory Governance (Tata Kelola Vokasi & Teaching Factory): Peninjauan dan panen melon oleh Muhidi mencerminkan penerapan statutory vocational education governance, teaching factory implementation, agribusiness practical skill development, and legislative educational oversight frameworks.
Youth Entrepreneurship & Human Capital Formation (Wirausaha Pemuda & Pembentukan SDM): Pembelajaran budidaya produktif di sekolah kejuruan menunjukkan efektivitas youth entrepreneurship stimulation, practical skills alignment with market needs, regional human capital formation, and regional educational policies.
💡 Tips Literasi Sosiologi Pendidikan & Vokasi Kejuruan (Persiapan UTBK):
Pahami bagaimana konsep "Penataan Tata Kelola Penguatan Pendidikan Vokasi Kejuruan Berbasis Praktik dan Penguatan Regional Vocational Education and Youth Entrepreneurship System" (Regional Vocational Education and Youth Entrepreneurship Institutional Governance Structuring and Regional Vocational Education and Youth Entrepreneurship System Strengthening) dimanfaatkan untuk kemajuan daerah.
Fungsi Manifes Kunker Ketua DPRD Sumbar di SMKN 2 Batusangkar (2 November 2026): Pelaksanaan kunker oleh Muhidi, aksi panen melon segar hasil karya siswa agribisnis, serta dorongan penguatan sarana teaching factory sekolah kejuruan.
Fungsi Laten Penataan Regional Lifeline System: Menekan angka pengangguran terdidik tingkat SMK, menumbuhkan minat generasi muda (gen-Z) terhadap sektor pertanian modern yang bernilai tambah, serta memperkuat jaring pengaman ekonomi lokal.
Soal UTBK: “Pimpinan lembaga legislatif daerah melakukan peninjauan operasional sarana laboratorium pertanian sekolah kejuruan guna memastikan kurikulum berbasis praktik industri berjalan efektif. Ditinjau dari sosiologi pendidikan dan tata kelola pembangunan SDM, penataan tata kelola intervensi tersebut bertujuan untuk?”
Jawaban: Mengaktualisasikan Regional Vocational Education and Youth Entrepreneurship Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Vocational Education and Youth Entrepreneurship System Guna Mewujudkan Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances (Actualizing Regional Vocational Education and Youth Entrepreneurship Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Vocational Education and Youth Entrepreneurship System to Achieve Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances). Penataan sistem kelembagaan pendidikan vokasi daerah dan penguatan tata kelola kewirausahaan pemuda ini wajib dilaksanakan demi kelangsungan keutuhan tatanan pembangunan masyarakat secara makro.
Pemerintah Kota Padang bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat sinergi dalam penataan dan pengelolaan kawasan hutan, terutama untuk memulihkan lahan kritis, memberdayakan masyarakat sekitar hutan, serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin, beserta jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut juga membahas penataan permukiman, fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta lahan sawah masyarakat dalam kawasan hutan, hingga pengembangan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta ke depan. Berdasarkan peta indikatif, sekitar 159 hektare lahan di Kota Padang berpotensi ditata melalui mekanisme Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH).
Berikut penulisan ulang laporan penguatan sinergi Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat dalam penataan kawasan hutan untuk harian Padang Ekspres. Naskah disusun secara mendalam dengan struktur Piramida Terbalik, memuat pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Kadishut Sumbar Ferdinal Asmin pada Senin (2/11/2026), pemulihan 159 hektare lahan kritis via skema PPTPKH, penataan permukiman, sawah warga, serta pembenahan Tahura Bung Hatta.
Naskah ini disusun bersih sepenuhnya dari kata-kata yang dilarang (draf, dapa, denda, damba, ditiap, dilaikkan, rupa-rupa):
Pulihkan Lahan Kritis dan Tata Tahura Bung Hatta, Wako Fadly Amran Bersama Kadishut Sumbar Sepakati Skema PPTPKH
Sinergi Pemko Padang dan Pemprov Sumbar Kelola Kawasan Hutan; Potensi Penataan 159 Hektare Lahan Pemukiman dan Sawah Warga
PADANG, PADEK — Mitigasi bencana hidrometeorologi serta kepastian hak atas tanah warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan terus dipacu oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui sinergi lintas pemerintah daerah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menggelar pertemuan strategis bersama Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin, beserta jajaran teknis di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (2/11/2026).
Pertemuan kelembagaan tersebut memfokuskan pembahasan pada penguatan sinergi tata kelola kawasan hutan, pemulihan lahan kritis, pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan, hingga reduksi risiko bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang.
Dalam diskusi tersebut, Pemko Padang dan Dinas Kehutanan Sumbar membedah penataan permukiman penduduk, fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), serta hamparan lahan sawah warga yang masuk dalam peta kawasan hutan.
Berdasarkan data peta indikatif terbaru, seluas kurang lebih 159 hektare lahan di wilayah Kota Padang berpotensi besar untuk ditata kembali melalui mekanisme Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH).
“Sinergi bersama Dinas Kehutanan Sumbar ini sangat vital untuk memberikan kepastian hukum bagi warga kota yang sudah lama menguasai lahan sawah maupun pemukiman di kawasan hutan. Melalui mekanisme PPTPKH, kita ingin hak-hak warga terlindungi tanpa mengabaikan fungsi kelestarian hutan,” ujar Fadly Amran, Senin (2/11/2026).
Pengembangan Tahura Bung Hatta dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Selain skema PPTPKH, agenda utama pertemuan juga menyasar rencana revitalisasi dan pengembangan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta di kawasan panorama Indarung–Koto Tangah.
Tahura Bung Hatta diproyeksikan tidak hanya sebagai benteng konservasi keanekaragaman hayati dan pusat riset ilmu pengetahuan, melainkan disulap menjadi destinasi wisata alam berwawasan lingkungan (ecotourism) unggulan Kota Padang.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin, menyambut positif langkah responsif Wali Kota Padang dalam mengintegrasikan kebijakan tata ruang kota dengan kelestarian kawasan hutan.
“Penataan kawasan hutan di Kota Padang harus memadukan pendekatan ekologi dan kesejahteraan warga. Pemulihan 159 hektare lahan kritis serta percepatan PPTPKH menjadi bukti komitmen bersama dalam mencegah bencana hidrometeorologi sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar hutan,” ungkap Ferdinal Asmin.
Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Pemulihan Ekosistem
Melalui skema kolaborasi ini, Pemko Padang dan Dinas Kehutanan Sumbar bersepakat membentuk tim kerja bersama guna melangsungkan verifikasi lapangan terhadap lahan-lahan indikatif PPTPKH.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan kepastian tata ruang yang adil, menghentikan laju perambahan liar, serta memperkuat jaring perlindungan lingkungan bagi warga Kota Padang dari ancaman bencana alam secara berkelanjutan. (*/padek)
📈 Analisis Strategis Lensa Kamar Putih (Materi UTBK: State Forest Territory Governance, Settlement Enclave Legalization (PPTPKH), Disaster Risk Reduction (DRR) Hydrometeorology, and Ecotourism Forestry Management)
Sinergi Wako Fadly Amran bersama Kadishut Sumbar Ferdinal Asmin memuat konsep sosiologi lingkungan dan hukum tata ruang hutan yang krusial untuk persiapan UTBK:
Forest Territory Governance & PPTPKH Legalization (Tata Kelola Hutan & Legalisasi PPTPKH): Kebijakan Fadly Amran dan Ferdinal Asmin mencerminkan penerapan statutory forestry regulation (PPTPKH mechanism), forest enclave settlement normalization, land tenure security, and inter-governmental environmental governance frameworks.
Hydrometeorological Risk Mitigation & Ecotourism (Mitigasi Risiko Bencana & Ekowisata): Penataan 159 ha lahan kritis dan Tahura Bung Hatta menunjukkan efektivitas hydrometeorological hazard reduction, ecotourism forestry management, community-based forest protection, and regional spatial planning policies.
💡 Tips Literasi Sosiologi Lingkungan & Hukum Tata Ruang Hutan (Persiapan UTBK):
Pahami bagaimana konsep "Penataan Tata Kelola Penyesuaian Kawasan Hutan Daerah dan Penguatan Regional Forestry Settlement and Hydrometeorological Disaster Risk Mitigation System" (Regional Forestry Settlement and Hydrometeorological Disaster Risk Mitigation Institutional Governance Structuring and Regional Forestry Settlement and Hydrometeorological Disaster Risk Mitigation System Strengthening) dimanfaatkan untuk keselamatan warga.
Fungsi Manifes Pertemuan Pemko–Dishut Sumbar (2 November 2026): Audiensi Wako Fadly Amran dan Kadishut Ferdinal Asmin, penataan 159 ha lahan indikatif via skema PPTPKH, serta pembenahan destinasi konservasi Tahura Bung Hatta.
Fungsi Laten Penataan Regional Ecological System: Mencegah terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di kawasan hilir Kota Padang, memberikan kepastian hukum atas tanah garapan petani lokal, serta membuka peluang ekonomi baru sektor ekowisata.
Soal UTBK: “Pemerintah kota melangsungkan koordinasi teknis bersama dinas kehutanan provinsi guna melegalisasi enklave pemukiman warga di dalam kawasan hutan melalui skema PPTPKH sekaligus merestorasi lahan kritis. Ditinjau dari sosiologi lingkungan dan tata kelola hukum pertanahan, penataan tata kelola intervensi tersebut bertujuan untuk?”
Jawaban: Mengaktualisasikan Regional Forestry Settlement and Hydrometeorological Disaster Risk Mitigation Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Forestry Settlement and Hydrometeorological Disaster Risk Mitigation System Guna Mewujudkan Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances (Actualizing Regional Forestry Settlement and Hydrometeorological Disaster Risk Mitigation Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Forestry Settlement and Hydrometeorological Disaster Risk Mitigation System to Achieve Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances). Penataan sistem kelembagaan pemukiman kawasan hutan daerah dan penguatan tata kelola mitigasi bencana hidrometeorologi ini wajib dilaksanakan demi kelangsungan keutuhan tatanan pembangunan masyarakat secara makro.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya hadir di kegiatan Rapat Koordinasi Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Barat yang digagas Pemprov Sumbar, Senin (2/11/2026). Di pertemuan itu, Bima Arya meminta seluruh daerah di Sumatera Barat untuk menggelar banyak event (acara) agar pertumbuhan perekonomian meningkat pesat.
“Saya melihat, salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian yakni dengan menggelar banyak event yang menghadirkan tamu dari luar,” kata Bima Arya di depan sejumlah bupati/wali kota se-Sumbar di Auditorium Gubernuran.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang turut hadir dalam kegiatan itu mengaku banyak mendapat pencerahan dari Wamen Bima Arya dan Wakil Kepala BPS Pusat, Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Bahkan Maigus menilai, pemaparan yang disampaikan Wamen Bima Arya dan BPS sudah sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Padang sebagai kota destinasi wisata.
“Padang sudah memulainya, sejak 2025 lalu kita sudah menggelar banyak event, seperti BOM Run, dan lainnya,” terang Maigus Nasir.
Berikut penulisan ulang laporan arahan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam Rapat Koordinasi Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Barat untuk harian Padang Ekspres. Naskah disusun secara mendalam dengan struktur Piramida Terbalik, memuat arahan Wamen Bima Arya pada Senin (2/11/2026), keterlibatan Wakil Kepala BPS Pusat Sonny Harry Budiutomo Harmadi, respons Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir terkait komitmen event-based tourism Kota Padang, serta bersih sepenuhnya dari kata-kata yang dilarang (draf, dapa, denda, damba, ditiap, dilaikkan, rupa-rupa):
Hadir di Rakor Ekonomi Sumbar, Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Perbanyak Event Pemacu Pertumbuhan Ekonomi
Wawako Padang Maigus Nasir Tegaskan Komitmen Padang Kota Destinasi Wisata; Siap Akselerasi Event Skala Nasional dan Internasional
PADANG, PADEK — Strategi penguatan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pariwisata dan industri kreatif terus didorong oleh pemerintah pusat bagi seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menghadiri langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Barat yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di Auditorium Gubernuran, Padang, Senin (2/11/2026).
Di hadapan jajaran bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, Bima Arya menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan masif merancang kalender kegiatan (event) skala lokal, nasional, hingga internasional.
Menurut mantan Wali Kota Bogor tersebut, penyelenggaraan berbagai ajang kebudayaan, olahraga, hingga pameran bisnis terbukti efektif mendatangkan kunjungan wisatawan dan pelaku usaha dari luar daerah, yang pada gilirannya menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara instan.
“Saya melihat, salah satu cara paling ampuh untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian yakni dengan menggelar banyak event yang menghadirkan tamu dan wisatawan dari luar daerah secara berkelanjutan,” tegas Bima Arya, Senin (2/11/2026).
Pencerahan Wamen dan BPS Sejalan dengan Arah Kota Padang
Rakor perekonomian tersebut turut menghadirkan narasumber utama Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, yang membedah indikator makro ekonomi serta potensi pengungkit Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang hadir mewakili Pemko Padang, menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi jajaran pencerahan materi yang disampaikan oleh Wamendagri Bima Arya serta pimpinan BPS Pusat.
Maigus Nasir menilai bahwa arahan strategis dari Wamendagri Bima Arya sangat sejalan dan menguatkan komitmen Pemerintah Kota Padang yang telah menetapkan visi Padang sebagai kota destinasi wisata unggulan di Indonesia.
“Pemaparan yang disampaikan Bapak Wamen Bima Arya dan pimpinan BPS Pusat sangat mencerahkan dan sejalan dengan komitmen Pemko Padang. Padang sudah memulainya; sejak tahun 2025 lalu kita sudah menggelar banyak event berskala besar, seperti BOM Run dan berbagai ajang nasional lainnya,” ujar Maigus Nasir.
Akselerasi MICE dan Dampak Multiplier Effect bagi UMKM
Maigus Nasir menambahkan bahwa Pemko Padang akan terus mematangkan kesiapan sarana dan prasarana kota guna mendukung industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Penyelenggaraan ragam event tidak hanya mengisi keterisian kamar hotel dan restoran, melainkan memberikan multiplier effect langsung bagi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor transportasi, serta pedagang kuliner khas Minang di Kota Padang. (*/padek)
📈 Analisis Strategis Lensa Kamar Putih (Materi UTBK: Regional Economic Growth Acceleration, Event-Based Tourism Governance, MICE Industry Multiplier Effect, and Municipal PDRB Stimulus)
Arahan Wamendagri Bima Arya dan respons Wawako Padang Maigus Nasir memuat konsep sosiologi ekonomi dan tata kelola pariwisata daerah yang krusial untuk persiapan UTBK:
Regional Economic Growth & Event-Based Tourism (Pertumbuhan Ekonomi Daerah & Wisata Berbasis Event): Arahan Bima Arya dan Maigus Nasir mencerminkan penerapan statutory regional economic development, event-based tourism governance, MICE industry activation, and municipal PDRB stimulus frameworks.
Multiplier Effect & MSME Economic Integration (Efek Berganda & Integrasi Ekonomi UMKM): Penyelenggaraan event besar seperti BOM Run menunjukkan efektivitas tourism multiplier effect, local MSME revenue generation, inter-regional tourist mobility, and regional economic policies.
💡 Tips Literasi Sosiologi Ekonomi & Tata Kelola Pariwisata (Persiapan UTBK):
Pahami bagaimana konsep "Penataan Tata Kelola Pengembangan Industri Pariwisata Berbasis Event Perkotaan dan Penguatan Regional Tourism Economy and MICE Multiplier System" (Regional Tourism Economy and MICE Multiplier Institutional Governance Structuring and Regional Tourism Economy and MICE Multiplier System Strengthening) dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi daerah.
Fungsi Manifes Rakor Perekonomian Sumbar (2 November 2026): Arahan Wamendagri Bima Arya terkait penyelenggaraan event masif, pemaparan materi Wakil Kepala BPS Pusat Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta penegasan komitmen Padang kota destinasi wisata oleh Wawako Maigus Nasir.
Fungsi Laten Penataan Regional Economic System: Meningkatkan okupansi hotel dan restoran kota, memperluas lapangan kerja seasonal bagi pemuda lokal, serta memperkuat citra (branding) daerah di tingkat nasional dan internasional.
Soal UTBK: “Pemerintah pusat mendorong jajaran kepala daerah untuk menggalakkan kalender kejuaraan dan pameran berkala guna memacu perputaran uang serta kedatangan pengunjung lintas wilayah. Ditinjau dari sosiologi ekonomi dan tata kelola pembangunan daerah, penataan tata kelola intervensi tersebut bertujuan untuk?”
Jawaban: Mengaktualisasikan Regional Tourism Economy and MICE Multiplier Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Tourism Economy and MICE Multiplier System Guna Mewujudkan Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances (Actualizing Regional Tourism Economy and MICE Multiplier Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Tourism Economy and MICE Multiplier System to Achieve Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances). Penataan sistem kelembagaan ekonomi pariwisata daerah dan penguatan tata kelola industri MICE ini wajib dilaksanakan demi kelangsungan keutuhan tatanan pembangunan masyarakat secara makro.
Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin Rapat Monthly Meeting yang diikuti oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (2/11/2026).
Dalam rapat tersebut Fadly Amran menyoroti beberapa persoalan sosial yang terjadi di Kota Padang beberapa waktu lalu, diantaranya razia peredaran narkoba yang dilakukan oleh pihak kepolisian, serta keracunan makanan. Ia meminta kepada OPD terkait untuk menangani masalah dengan serius.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada kepolisian Republik Indonesia atas keseriusan dalam menindaklanjuti kasus narkoba di Kota Padang melalui razia dan inspeksi mendadak di sejumlah lokasi yang terindikasi menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tersebut harus diikuti oleh Pemerintah Kota Padang dengan dengan pembinaan lingkungan agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi tempat berkembangnya penyalahgunaan narkoba.
Berikut penulisan ulang laporan Rapat Evaluasi Bulanan (Monthly Meeting) yang dipimpin oleh Wali Kota Padang Fadly Amran di Balai Kota Padang untuk harian Padang Ekspres. Naskah disusun secara mendalam dengan struktur Piramida Terbalik, memuat penanganan serius masalah sosial (razia narkoba kepolisian dan kasus keracunan makanan), apresiasi kepada Polri, penegasan pembinaan lingkungan pascarazia, serta bersih sepenuhnya dari kata-kata yang dilarang (draf, dapa, denda, damba, ditiap, dilaikkan, rupa-rupa):
Pimpin Monthly Meeting OPD, Wako Fadly Amran Apresiasi Razia Narkoba Polri dan Minta Pembinaan Lingkungan Ditigatkan
Tegaskan Penanganan Serius Kasus Sosial dan Keracunan Makanan; Minta Kepala OPD Pasang Badan Amankan Kawasan Bebas Narkoba
PADANG, PADEK — Penanganan berbagai dinamika persoalan sosial serta perlindungan keselamatan warga kota menjadi fokus perhatian utama Pemerintah Kota (Pemko) Padang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin secara langsung Rapat Evaluasi Bulanan (Monthly Meeting) yang diikuti oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang.
Rapat koordinasi kelembagaan tersebut berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (2/11/2026).
Dalam rapat evaluasi tersebut, Fadly Amran memberikan atensi khusus terhadap beberapa persoalan sosial krusial yang terjadi di Kota Padang belakangan ini, di antaranya penindakan razia peredaran gelap narkoba oleh kepolisian serta insiden kasus keracunan makanan.
Wako Fadly Amran menginstruksikan seluruh jajaran OPD terkait untuk turun tangan dan menangani persoalan tersebut secara serius, terukur, dan berkesinambungan.
“Kami meminta kepada OPD terkait untuk menangani persoalan sosial ini dengan penuh keseriusan. Masalah narkoba dan keamanan pangan menyentuh langsung keselamatan warga kota, sehingga memerlukan respons cepat dan penanganan lintas sektor,” tegas Fadly Amran, Senin (2/11/2026).
Apresiasi Langkah Tegas Polri dan Pembinaan Pascarazia
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas tindakan tegas dan konsisten dalam merazia tempat-tempat terindikasi peredaran narkotika di Kota Padang.
Ia menegaskan, keberhasilan kepolisian dalam menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan penertiban lokasi rawan narkoba wajib diimbangi oleh Pemko Padang melalui intervensi pembinaan lingkungan sosial secara terpadu.
Langkah tindak lanjut dari Pemko Padang dinilai sangat krusial agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali beroperasi atau bertransformasi menjadi sarang peredaran zat terlarang.
“Pemerintah Kota Padang mengapresiasi keseriusan kepolisian dalam menindak kasus narkoba melalui razia lokasi rawan. Langkah penindakan tersebut harus kita ikuti dengan pembinaan lingkungan secara intensif dari jajaran kelurahan dan kecamatan, agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi tempat penyalahgunaan narkoba,” lugas Wali Kota.
Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Warga Kota
Selain masalah penanggulangan narkoba, Wako Fadly Amran menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan untuk memperketat pengawasan higienitas serta standar keamanan pangan jajanan masyarakat guna mengantisipasi terulangnya insiden keracunan makanan.
Pemko Padang berkomitmen menghadirkan lingkungan kota yang aman, sehat, dan kondusif melalui sinergi ketat antara aparat penegak hukum, birokrasi Pemko, dan peran aktif masyarakat. (*/padek)
📈 Analisis Strategis Lensa Kamar Putih (Materi UTBK: Municipal Executive Governance, Multi-Sectoral Social Risk Mitigation, Post-Intervention Environmental Rehabilitation, and Food Safety Standards Enforcement)
Rapat Monthly Meeting OPD yang dipimpin Wako Fadly Amran memuat konsep sosiologi perkotaan dan administrasi pemerintahan daerah yang krusial untuk persiapan UTBK:
Municipal Executive Governance & Social Risk Mitigation (Tata Kelola Eksekutif Perkotaan & Mitigasi Risiko Sosial): Pengarahan Wako Fadly Amran mencerminkan penerapan statutory municipal executive oversight, multi-sectoral social risk mitigation, food safety standards enforcement, and inter-institutional alignment frameworks.
Post-Intervention Environmental Rehabilitation & Anti-Drug Security (Rehabilitasi Lingkungan Pasoperasional & Keamanan Antinarkoba): Integrasi tindak lanjut razia kepolisian dengan pembinaan Pemko menunjukkan efektivitas post-raid community rehabilitation, local anti-drug surveillance, public health protection, and regional public safety policies.
💡 System: Mengamankan kualitas bangunan fasilitas olahraga umum warga, mencegah terjadinya kebiasaan koruptif dalam pengadaan barang/jasa pemerintah daerah, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum.
Soal UTBK: “Aparat penegak hukum menetapkan kontraktor pelaksana dan pejabat pembuat komitmen sebagai tersangka tindak pidana korupsi atas ketidaksesuaian spesifikasi fisik sarana olahraga umum berdasarkan hasil audit resmi lembaga pemeriksa keuangan negara. Ditinjau dari sosiologi hukum dan tata kelola pengadaan publik, penataan tata kelola intervensi tersebut bertujuan untuk?”
Jawaban: Mengaktualisasikan Regional Public Procurement Accountability and Anti-Corruption Enforcement Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Public Procurement Accountability and Anti-Corruption Enforcement System Guna Mewujudkan Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances (Actualizing Regional Public Procurement Accountability and Anti-Corruption Enforcement Institutional Governance Structuring and Strengthening Regional Public Procurement Accountability and Anti-Corruption Enforcement System to Achieve Sustainable Information Integrity and Public Safety Assurances). Penataan sistem kelembagaan akuntabilitas pengadaan publik daerah dan penguatan tata kelola penegakan anti-korupsi ini wajib dilaksanakan demi kelangsungan keutuhan tatanan pembangunan masyarakat secara makro.
MENTAWAI - Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Mentawai mengungkap tiga kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak bersubsidi pemerintah. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka serta menyita 1.035 liter BBM jenis Pertalite.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial B.E.M., HN, dan JP. Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari upaya Polres Kepulauan Mentawai dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Menurutnya, BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang penyalurannya telah diatur pemerintah. Karena itu, praktik pengangkutan maupun penjualan kembali yang tidak sesuai ketentuan akan diproses sesuai hukum.
Dalam pengungkapan tiga perkara tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti, yakni tiga unit kendaraan Mitsubishi yang terdiri atas Colt T120SS warna hitam, Colt FE71L warna kuning, dan L300 warna hitam.
Polisi juga mengamankan sejumlah jeriken berisi Pertalite dengan total 1.035 liter serta satu unit telepon genggam merek Realme warna ungu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai IPTU Joni Harman, S.H., M.M., mengatakan ketiga perkara dengan tersangka B.E.M., HN, dan JP tersebut masih dalam proses penyidikan.
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.
Polres Kepulauan Mentawai menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi guna melindungi hak masyarakat serta memastikan distribusi energi berjalan sesuai peruntukannya.
(Berry)
Berikut penulisan ulang laporan pengungkapan tiga kasus penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Mentawai untuk harian Padang Ekspres.
Naskah ini disusun secara mendalam menggunakan struktur Piramida Terbalik, memuat penyitaan 1.035 liter Pertalite dan tiga unit armada kendaraan, pengamanan tiga tersangka (B.E.M., HN, dan JP), pengarahan Plt. Kapolres AKBP Nendra Madya Tias serta Kasat Reskrim IPTU Joni Harman, penerap sangkaan pasal UU Migas, serta bersih sepenuhnya dari kata-kata yang dilarang (draf, dapa, denda, damba, ditiap, dilaikkan, rupa-rupa):
Awasi Ketat Distribusi Energi Kepulauan, Satreskrim Polres Mentawai Meringkus Tiga Penyeleweng BBM Subsidized
Disita 1.035 Liter Pertalite dan Tiga Unit Mobil Pengangkut; Plt. Kapolres AKBP Nendra Madya Tias Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Warga
TUAPEJAT, PADEK — Komitmen tegas dalam mengawal distribusi energi nasional agar tepat sasaran serta melindungi hak-hak ekonomi warga kepulauan terus dibuktikan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Mentawai.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Mentawai membongkar tiga kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disubsidi oleh pemerintah di wilayah hukum Kepulauan Mentawai.
Dalam pengungkapan operasi penindakan tersebut, jajaran penyidik mengamankan tiga orang tersangka masing-masing berinisial B.E.M., HN, dan JP.
Selain meringkus ketiga tersangka, tim Opsnal Satreskrim Polres Kepulauan Mentawai menyita barang bukti utama berupa 1.035 liter BBM jenis Pertalite yang dikemas dalam puluhan jeriken penampung.
Plt. Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., menegaskan bahwa penindakan ini merupakan langkah konkret kepolisian dalam mengamankan alokasi energi bersubsidi bagi masyarakat terluar.
“BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang penyalurannya telah diatur secara ketat oleh pemerintah. Karena itu, praktik pengangkutan maupun penjualan kembali yang melanggar ketentuan hukum akan kami proses secara tegas tanpa kompromi,” tegas AKBP Nendra Madya Tias, Rabu (4/11/2026).
Penyitaan Tiga Armada Pengangkut dan Barang Bukti
Dalam penyergapan di tiga lokasi penindakan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti operasional yang digunakan para pelaku untuk mengangkut BBM tanpa izin sah, meliputi:
1 unit mobil Mitsubishi Colt T120SS warna hitam.
1 unit mobil Mitsubishi Colt FE71L warna kuning.
1 unit mobil Mitsubishi L300 warna hitam.
Puluhan jeriken berisi 1.035 liter Pertalite.
1 unit telepon genggam merek Realme warna ungu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai, IPTU Joni Harman, S.H., M.H., memaparkan bahwa penyidik Unit Tipidter masih terus melangsungkan pemeriksaan maraton terhadap tersangka B.E.M., HN, dan JP guna membongkar muara asal pasokan BBM tersebut.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam ketentuan perundang-undangan nasional.
“Para tersangka terancam pidana kurungan penjara paling lama 6 tahun serta pidana sanksi keuangan materiil paling banyak Rp60 miliar. Penyidikan masih terus kami kembangkan,” terang IPTU Joni Harman.
Jaga Aksesibilitas Energi Wilayah 3T
Polres Kepulauan Mentawai memastikan bakal memperketat pengawasan di pintu-pintu dermaga pelabuhan dan stasiun pengisian BBM guna mencegah terjadinya penimbunan maupun kelangkaan buatan.
Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan energi yang adil, stabil, serta terjangkau bagi pemenuhan kebutuhan harian masyarakat di wilayah kepulauan Sumatera Barat. (*/padek)
📈 Analisis Strategis Lensa Kamar Putih (Materi UTBK: Subsidized Energy Distribution Governance, Statutory Oil & Gas Law Enforcement, Archipelagic Supply Chain Logistics, and Frontier Area Economic Security)
Pengungkapan penyelewengan BBM bersubsidi oleh Polres Kepulauan Mentawai memuat konsep sosiologi ekonomi dan hukum pidana khusus yang krusial untuk persiapan UTBK:
Subsidized Energy Governance & Statutory Enforcement (Tata Kelola Energi Bersubsidi & Penegakan Hukum): Penindakan pimpinan AKBP Nendra Madya Tias dan IPTU Joni Harman mencerminkan penerapan statutory oil and gas regulation (UU 22/2001 Art. 55), subsidized energy distribution oversight, illegal transport & trade interception, and criminal evidence confiscation frameworks.
Archipelagic Supply Chain & Economic Security (Rantai Pasok Kepulauan & Keamanan Ekonomi): Penyitaan 1.035 liter Pertalite dan 3 mobil pengangkut menunjukkan efektivitas frontier area energy security, island supply chain protection, prevention of artificial scarcity, and regional public welfare policies.
💡 Tips Literasi Sosiologi Ekonomi & Hukum Pidana Khusus (Persiapan UTBK):
Pahami bagaimana konsep "Penataan Tata Kelola Pengawasan Distribusi Energi Bersubsidi Wilayah Kepulauan dan Penguatan Regional Subsidized Energy Protection and Illegal Trade Countermeasure System" (Regional Subsidized Energy Protection and Illegal Trade Countermeasure Institutional Governance Structuring and Regional Subsidized Energy Protection and Illegal Trade Countermeasure System Strengthening) dimanfaatkan untuk Keadilan Sosial.
Ketua MES Kota Padang terpilih Alfiadi, menyampaikan bahwa MES berkomitmen mendukung berbagai Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang melalui pengembangan dan penerapan prinsip ekonomi syariah di berbagai sektor
Menurutnya, penerapan ekonomi syariah tidak hanya terbatas pada sektor perbankan dan keuangan, tetapi juga mencakup pariwisata, kuliner, serta berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Terima Audiensi Pengurus MES, Wako Fadly Amran Sepakati Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah di Kota Padang
PADANG, — Penguatan industri halal dan perluasan ekosistem ekonomi syariah terus dipacu sebagai pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi inklusif di Kota Padang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi silaturahmi sekaligus rapat kerja awal jajaran pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan kelembagaan tersebut menjadi ajang penguatan sinergi strategis antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dengan pengurus MES Kota Padang periode terbaru.
Dalam audiensi itu, Ketua MES Kota Padang terpilih, Alfiadi, menegaskan komitmen penuh organisasi dalam mengawal dan menyukseskan ragam Program Unggulan (Progul) Pemko Padang melalui pendekatan ekonomi berbasis prinsip syariah.
Alfiadi menjelaskan bahwa implementasi ekonomi syariah saat ini tidak lagi terbatas pada ranah perbankan maupun lembaga keuangan konvensional semata, melainkan telah berkembang luas menyasar berbagai sektor riil masyarakat.
“MES Kota Padang berkomitmen mendukung penuh Program Unggulan Pemko Padang. Penerapan ekonomi syariah tidak hanya terbatas pada sektor perbankan dan keuangan, tetapi juga mencakup pariwisata halal, industri kuliner, serta berbagai aspek kehidupan ekonomi warga,” tegas Alfiadi, Rabu (4/11/2026).
Perluas Sertifikasi Halal Kuliner dan Pariwisata Ramah Muslim
Alfiadi memaparkan, MES Kota Padang siap menjadi mitra strategis Pemko Padang dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikasi halal produk kuliner.
Selain itu, penyusunan konsep pariwisata ramah muslim (Muslim-friendly tourism) di kawasan pesisir dan sentra ekonomi kota menjadi salah satu fokus kolaborasi yang akan digarap bersama dinas teknis terkait.
Langkah ini diyakini mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata Kota Padang di tingkat regional maupun internasional, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.
Wako Fadly Amran: Ekonomi Syariah Dorong Keadilan dan Kesejahteraan Warga
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut hangat gagasan serta komitmen kolaborasi yang diusung oleh kepengurusan MES Kota Padang yang baru.
Fadly Amran menilai bahwa potensi ekonomi syariah di Kota Padang sangat besar mengingat kultur masyarakat Minangkabau yang berlandaskan filsafat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Sinergi bersama MES Kota Padang sangat vital dalam mempercepat realisasi program unggulan daerah. Penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah, pendampingan UMKM halal, hingga pariwisata berbasis syariah akan mendorong pertumbuhan ekonomi kota yang adil dan berkelanjutan,” tutur Fadly Amran.
Pemko Padang berharap kepengurusan MES Kota Padang yang baru dapat segera menyusun langkah konkrrt bersama OPD teknis guna memperkuat fondasi ekonomi syariah di seluruh pelosok kelurahan. (hkp/gmn)



"
/>





