06 July 2026
Sapa Warga di Lokasi Samsat, Ditlantas Polda Sumbar Luncurkan Program “Polantas Menyapa”
Polda Sumbar dan Pemprov Gelar Subuh Mubarak, Sinergikan Pendidikan Karakter serta Gerakan Subuh Berjamaah
✅Luncurkan Buku Panduan Khusus, Kapolda Sumbar Tekan Dekadensi Moral Lewat Formulasi Culture Policing _
05 July 2026
Irjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy Resmi Nakhodai Polda Sumbar
✅ Kapolri Pimpin Sertijab PJU Mabes dan Enam Kapolda, Tongkat Komando Ranah Minang Berganti _
Dipicu Miras dan Cekcok Karaoke, Tim URC Satreskrim Polres Pasbar Gulung Pelaku Penganiayaan Sadis di Gunung Tuleh
✅Mulut Korban Ditusuk Samurai Usai Dipingit di Dalam Mobil, Pelaku Diciduk Tanpa Perlawanan _
PASBAR, (GemaMedianet.com) | Pengaruh buruk konsumsi minuman keras kembali memicu aksi kekerasan berdarah di wilayah hukum Polres Pasaman Barat. Hanya karena salah paham saat bernyanyi karaoke dalam kondisi mabuk, seorang pria berinisial AR (31) tega menganiaya temannya sendiri, Samsul, menggunakan senjata tajam jenis samurai hingga mengalami luka robek serius di bagian mulut.
Pelarian AR berakhir setelah tim gabungan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasaman Barat bersama Unit Reskrim Polsek Lembah Melintang mencium lokasi persembunyiannya. Pria ini diringkus petugas tanpa perlawanan di rumah salah satu keluarganya yang terletak di Jorong Sungai Magelang, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Jumat (3/7) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, melalui Kasat Reskrim, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, membenarkan perihal penangkapan aktor utama penganiayaan tersebut. Langkah hukum ini diambil secara cepat merespons Laporan Polisi dengan nomor registrasi LP/B/83/VII/2026/SPKT/Polsek Lembah Melintang/Res Pasbar/Sumbar tertanggal 3 Juli 2026.
"Benar, pelaku berinisial AR sudah berhasil kami amankan. Yang bersangkutan diduga kuat melakukan tindak pidana penganiayaan berat menggunakan senjata tajam jenis samurai terhadap korban bernama Samsul," kata Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata memberikan konfirmasi resmi.
Bermula dari Kecewa Tak Dapat BBM hingga Pesta Tuak
Berdasarkan data pemeriksaan penyidik, petaka berdarah ini bermula ketika pelaku, korban, dan seorang saksi bergerak menggunakan mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi BK 1339 ABZ menuju SPBU Ujung Gading untuk mengisi bahan bakar minyak. Namun, lantaran pasokan BBM di SPBU tersebut sedang kosong, mereka mengalihkan rute perjalanan.
Dalam kondisi kecewa, ketiganya memutuskan membeli minuman tradisional jenis tuak dan meminumnya bersama-sama. Di bawah pengaruh alkohol, mereka melanjutkan pelesiran ke salah satu tempat hiburan malam di daerah Simpang Tiga Alin, Kecamatan Gunung Tuleh, untuk berkaraoke.
Saat bernyanyi itulah, gesekan awal mulai terjadi. Pengaruh alkohol yang menyumbat nalar sehat membuat obrolan antara AR dan Samsul berubah menjadi ketegangan. Perselisihan tersebut terus merembet bahkan ketika mereka sudah berada di dalam kendaraan untuk perjalanan pulang.
Di tengah jalan, AR yang tersulut emosi mendadak menghentikan mobil. Ia langsung keluar, menghampiri pintu penumpang tempat korban duduk, lalu menghunus samurai. Meski sempat dilerai oleh saksi yang merebut senjata tajam tersebut dari tangan AR, api dendam pelaku ternyata belum padam. Korban yang sempat diturunkan dipaksa berjalan kaki, sebelum akhirnya dijemput kembali di depan Puskesmas Sungai Aur.
Mulut Korban Ditusuk dengan Samurai di Depan Puskesmas
Nahas, begitu berada kembali di dalam kabin mobil, korban kembali mengungkit pangkal permasalahan yang tadi terjadi. Hal itu membuat AR naik pitam secara instan. Pelaku langsung memiting leher korban dengan beringas dan mendaratkan berkali-kali pukulan mentah ke arah wajah serta kepala korban.
Belum merasa puas melakukan penganiayaan fisik, AR menghentikan mobilnya kembali tepat di depan Puskesmas Sungai Aur. Ia keluar menuju bagasi belakang untuk mengambil kembali bilah samurainya. Tanpa ampun, pelaku menusukkan ujung senjata tajam tersebut langsung ke arah mulut korban, hingga mengakibatkan robek parah pada bagian bibir dan lidah Samsul.
"Melihat kondisi korban yang terluka parah akibat sabetan senjata tajam, pihak keluarga tidak terima dan langsung melapor ke Polsek Lembah Melintang," jelas Kasat Reskrim.
Bergerak cepat atas laporan darurat tersebut, Tim Opsnal Polsek Lembah Melintang di bawah pimpinan Ipda Febgaseandi yang dibantu penuh oleh Unit II URC Satreskrim Polres Pasbar pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung mengepung lokasi persembunyian pelaku hingga AR berhasil ditangkap.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bilah samurai dan satu unit minibus Daihatsu Sigra yang digunakan saat peristiwa terjadi. Pelaku kini dijerat dengan Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara yang signifikan. (hrp/gmn)
##Editor: Marzuki RH
04 July 2026
Apresiasi Sinergi Polri, Sekcam Koto Tangah Dukung Penuh Program Bedah Rumah Polda Sumbar
✅ Pemerintah Kecamatan Sebut Kolaborasi Kemanusiaan Bantu Percepat Pengentasan Hunian Tak Layak _
Terlilit Utang, Pasutri Muda Nekat Kuras Perabot Rumah Kosong di Pasaman Barat
✅ Terekam Angkut Kulkas Pakai Becak Motor, Diciduk Tim Opsnal Satreskrim di Kinali _
Kawal Transparansi Rekrutmen Polri, Polda Sumbar Beri Penghargaan Khusus Tim Pengawas Eksternal
✅Gandeng Ombudsman, KAN, hingga Akademisi demi Garansi Seleksi yang Bersih dan Akuntabel _
Sidang Kelulusan Akhir Panda Polda Sumbar: 212 Calon Siswa Bintara dan Tamtama Resmi Dinyatakan Lulus
✅Biro SDM Garansi Prinsip Betah : Murni Hasil Kompetensi Nyata Tanpa Intervensi _
Sidang yang berlangsung khidmat penuh ketegangan tersebut dipusatkan di Ruang Andromeda, Ballroom Mercure Hotel Padang, Jumat (3/7/2027) malam. Agenda ini menjadi muara dari rangkaian seleksi ketat dan transparan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data valid dari Panitia Seleksi, sebanyak 212 orang peserta resmi dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak melanjutkan langkah ke lembaga pendidikan kepolisian. Rekapitulasi kelulusan akhir tersebut terbagi ke dalam dua formasi besar.
Untuk kategori Bintara Polri, sidang menetapkan sebanyak 176 peserta dinyatakan lulus seleksi akhir, yang terdiri dari 149 pria dan 27 wanita. Sementara itu, sebanyak 27 peserta pria lainnya terpaksa harus mengubur impian mereka tahun ini karena dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) akibat kalah perrankingan nilai akumulasi.
Di sisi lain, untuk formasi Tamtama Polri, dari total 37 peserta pria yang bertahan hingga babak akhir, sebanyak 36 orang dinyatakan lulus terpilih. Angka tersebut meliputi 30 personel Tamtama Korps Brimob dan 6 personel Tamtama Ditpolairud. Hanya ada 1 peserta dari formasi Tamtama Brimob yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pada sidang pleno tersebut.
Cerminan Hasil Objektif Tanpa Titipan
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menegaskan bahwa seluruh angka pencapaian nilai yang diumumkan dalam sidang pleno tersebut merupakan cerminan murni dari kerja keras dan kemampuan mutlak masing-masing calon siswa.
"Kami di jajaran Biro SDM menggaransi secara penuh bahwa seluruh tahapan rekrutmen ini berjalan tegak lurus dengan prinsip Betah, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip ataupun intervensi dari pihak luar. Siapa yang berjuang dan memiliki kompetensi terbaik, dialah yang dilaikkan lolos," tegas Kombes Pol Anissullah M. Ridha.
Perwira menengah tersebut juga menyelipkan pesan moril yang mendalam bagi para peserta yang belum berhasil terpilih. Pihaknya menyatakan bahwa evaluasi nilai dilaikkan secara terbuka, sehingga peserta yang gagal bisa melihat letak kekurangan mereka untuk diperbaiki pada kesempatan seleksi di tahun-tahun mendatang.
Pengawasan Berlapis Libatkan Eksternal
Senada dengan hal itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, ikut menggarisbawahi pentingnya aspek keterbukaan informasi publik dalam penerimaan anggota baru ini. Langkah mengumumkan hasil secara gamblang ke publik merupakan bentuk pertanggungjawaban moral institusi kepolisian kepada masyarakat luas.
"Transparansi ini adalah bukti nyata komitmen Polda Sumbar untuk menjaring calon anggota Polri yang tidak hanya kompeten secara fisik dan akademis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Proses ini dilaikkan di bawah pengawasan yang sangat ketat dan berlapis, baik dari internal Propam dan Itwasda, maupun melibatkan pengawas eksternal independen guna memastikan proses berjalan jujur serta adil," pungkas Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Dengan berakhirnya sidang kelulusan akhir ini, sebanyak 212 calon bintara dan tamtama tersebut kini tengah bersiap menyongsong pemanggilan resmi untuk mengikuti masa pendidikan pembentukan karakter kepolisian di rupa-rupa pusat pendidikan terdekat. (tbs/gmn)
#Editor: Marzuki RH




















