Showing posts with label Polda Sumbar. Show all posts
Showing posts with label Polda Sumbar. Show all posts

11 July 2026

Tindak Lanjut MoU, Polda Sumbar dan MUI Godok Standardisasi Saksi Ahli Perkara Keagamaan

✅ Sinergi Hingga Tingkat Polres : Ulama Saksi Ahli Wajib Kuasai Hukum Islam dan Hukum Positif _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat terus memperkuat barisan kolaborasi strategis bersama pemuka agama guna menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus supremasi hukum yang berkeadilan. Komitmen tersebut dipertegas saat Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menerima kunjungan resmi delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan MUI Sumbar di ruang tamu utama Mapolda Sumbar, Jumat (10/7/2026) kemarin.

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan langkah konkret untuk mengimplementasikan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah disepakati antara Markas Besar Polri dan MUI Pusat. Selain mempererat tali silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan program kerja bersama, termasuk dalam menyongsong agenda Musyawarah Daerah (Musda) MUI Sumbar yang akan datang.

Dalam penyambutan tersebut, Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif para tokoh agama sangat krusial dalam memelihara kondusivitas wilayah Ranah Minang. Pihak kepolisian pun menyambut positif usulan MUI mengenai perlunya standardisasi saksi ahli keagamaan dalam proses penegakan hukum.

Perluas Kemitraan Strategis Sasar Tingkat Polres

Otoritas Polda Sumbar menyatakan bahwa penanganan perkara hukum yang bersinggungan langsung dengan sensitivitas isu keagamaan memerlukan akurasi pandangan yang mendalam serta memiliki tingkat kredibilitas tinggi dari para pakar yang kompeten.

"Polri sangat mengapresiasi dukungan MUI dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, kita akan tindak lanjuti sinergi ini hingga ke tingkat Polres, terutama terkait penyediaan saksi ahli yang kompeten untuk memberikan keterangan yang objektif dan selaras dengan hukum positif kita," tegas Brigjen Pol Solihin di hadapan delegasi.

Salah satu terobosan krusial yang disepakati dalam pertemuan ini adalah urgensi pelaksanaan sertifikasi serta pelatihan khusus bagi para ulama yang diproyeksikan menjadi saksi ahli di ruang sidang atau berita acara pemeriksaan.

Pihak MUI menekankan, para ulama tidak boleh hanya sekadar mendalami khazanah hukum Islam klasik yang bersumber dari kitab kuning saja. Lebih dari itu, pemahaman yang komprehensif terhadap hukum positif nasional menjadi syarat mutlak agar ditiap keterangan ilmiah yang diberikan di hadapan penyidik kepolisian memiliki kekuatan pembuktian hukum yang kokoh.

Langkah Preventif Reduksi Gesekan Sosial

Merespons dinamika tersebut, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa standardisasi kompetensi saksi ahli ini menjadi instrumen preventif yang sangat positif untuk merawat harmoni sosial di tengah masyarakat Sumatera Barat.

"Polda Sumbar senantiasa membuka ruang komunikasi yang luas dengan MUI. Dengan adanya standardisasi dan pelatihan saksi ahli ini, kami berharap penanganan perkara yang melibatkan isu keagamaan di wilayah hukum Polda Sumbar dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan minim gesekan," urai Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran elit pengurus ulama. Tampak hadir Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. Muhammad Isan Tanjung, Ketua Umum MUI Sumbar, Buya Dr. Zulmaidi, serta sejumlah perwakilan dari Komisi Hukum, Komisi Fatwa, hingga Bidang Dakwah. Sinergitas ini diharapkan damba melahirkan formula penyelesaian dinamika keagamaan secara arif, bijaksana, dan bersandar pada koridor hukum nasional yang berlaku. (tbn/gmn)

#Editor : Marzuki RH 

10 July 2026

Bidik Sektor Energi, Polda Sumbar Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batubara PLTU Ombilin

Ditemukan Selisih Kontrak, Tiga Perusahaan Rekanan Diperiksa Intensif Ditreskrimsus _




PADANG, (GemaMedianet.com) | Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat membongkar gurita dugaan praktik rasuah di sektor energi strategis. Korps Bhayangkara Ranah Minang kini tengah gencar mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang disertai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek pengadaan bahan bakar batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin, Sawahlunto.

Penyelidikan mendalam ini naik ke permukaan menyusul ditemukannya indikasi kuat ketidaksesuaian pasokan komoditas yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi listrik bagi hajat hidup masyarakat di wilayah Sumatra Barat.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa pembongkaran perkara ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menindak tegas korupsi di sektor vital nasional, sejalan dengan instruksi ketat Presiden Republik Indonesia.

"Sektor energi dan pasokan listrik adalah aspek vital bagi hajat hidup masyarakat. Setiap tindakan korupsi yang mengganggu stabilitas sektor ini akan kami tindak secara cepat, tepat, dan transparan demi menyelamatkan aset negara dan menjamin hak-hak masyarakat di Ranah Minang," tegas Kombes Pol Susmelawati Rosya dalam keterangan resminya.

Fokus Selisih Muatan, Tiga Korporasi Terseret

Arah bidikan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) saat ini difokuskan pada dugaan manipulasi selisih volume batubara antara klausul kontrak tertulis dengan realisasi fisik pengiriman yang masuk ke pintu PT PLN (Persero) UPK Ombilin.

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Muardi, menjelaskan bahwa ketidaksesuaian pasokan tersebut memicu terganggunya performa operasional mesin pembangkit secara masif.

"Adanya temuan selisih jumlah batubara yang ada di klausul kontrak dengan yang masuk ke PT PLN (Persero) UPK Ombilin. Jadi, jumlah muatan tidak sesuai," ujar Kompol Muardi membongkar modus operandi di lapangan.

Guna mengurai benang kusut tersebut, polisi langsung mengarahkan fokus pemeriksaan kepada tiga perusahaan penyedia batubara yang menjadi mitra rekanan. Ketiga korporasi tersebut adalah CV PSPN, CV TC, serta pihak Konsorsium yang melibatkan PT MCI dan PT NAL.

Pintu Pemeriksaan Berpotensi Diperluas

Langkah hukum progresif yang diambil jajaran Polda Sumbar ini berdiri tegak di atas dua dokumen petunjuk yang sah. Pijakan pertama adalah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Nomor 08 tertanggal 30 April 2024, yang diperkuat oleh laporan resmi dari elemen masyarakat tertanggal 31 Maret 2026.

Polda Sumbar berkomitmen menjalankan proses penegakan hukum secara profesional, objektif, dan akuntabel. Penyidik terus melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan dokumen pendukung secara komprehensif, serta menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi kunci dari pihak birokrasi maupun swasta.

Otoritas kepolisian juga membuka peluang lebar untuk memperluas periode waktu pengusutan (audit retrospektif). Langkah ini akan ditempuh jika tim ahli menemukan indikasi bahwa kerugian keuangan negara dalam pasokan energi ini bersifat berkelanjutan (sustainable loss).

"Perkembangan lebih lanjut dari penanganan kasus ini akan terus kami sampaikan secara berkala dan terbuka kepada rekan-rekan media," tutup Kombes Pol Susmelawati Rosya optimis. (mrh//tbn/gmn)

#Editor : Marzuki RH 

08 July 2026

Gerak Cepat Usai Viral, Polsek Pasaman Ciduk Dua Pelaku Pungli di Pantai Pohon Seribu Sasak

Gunakan Kotak Kardus Merek Minuman, Pelaku Pasang Tarif hingga Rp25 Ribu Per Kendaraan _




PASBAR, (GemaMedianet.com) | Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat membuktikan komitmennya dalam memberantas praktik premanisme di destinasi wisata. Menindaklanjuti keluhan dan aduan masyarakat yang sempat viral di jagat media sosial, Tim Opsnal Polsek Pasaman bergerak cepat melakukan penyelidikan lapangan dan berhasil menciduk dua orang terduga pelaku pungutan liar (pungli) di kawasan objek wisata Pohon Seribu, Jorong Pondok, Nagari Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat.

07 July 2026

Sertijab Kapolda Sumbar Berlangsung Haru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Resmi Pegang Tongkat Komando

Lepas Komjen Pol Gatot Tri Suryanta Menuju Lemhanas, Personel Tak Kuasa Menahan Air Mata _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Tampuk kepemimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat resmi berganti. Melalui upacara tradisi yang kental dengan nilai-nilai adat Minangkabau dan kemiliteran yang sakral, tongkat komando Kapolda Sumbar diserahterimakan dari pejabat lama, Komjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si, CSFA kepada pejabat baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, SIK. Prosesi pisah sambut yang berpusat di Markas Polda Sumbar tersebut berlangsung khidmat, meriah, sekaligus dilingkupi suasana haru mendalam, Senin (6/7/2026) kemarin.

Rangkaian suksesi kepemimpinan ini diawali sejak pagi hari saat kedatangan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama ketua Bhayangkari daerah yang baru. Langkah kakinya di gerbang markas disambut hangat dengan tarian tradisi adat Minang. Didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, jenderal bintang dua itu berjalan perlahan menyalami satu per satu jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolres, hingga ratusan personel yang telah lama menantikan kehadirannya.

Pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkari di Ranah Minang ini memuat catatan historis yang luar biasa. Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menorehkan prestasi langka sebagai satu-satunya Kapolda di Nusantara yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi bintang tiga (Komjen Pol) semasa aktif menjabat di daerah. 

Pengabdian dan dedikasinya yang tinggi membawa alumni terbaik ini promosi menduduki jabatan strategis di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi inilah yang memicu rasa bangga sekaligus keharuan kolektif di kalangan warga Polda Sumbar saat melepas sang jenderal.

Warisan Kepemimpinan Tegas, Humanis, dan Religius

Selama satu tahun enam bulan menakhodai Polda Sumbar, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta melekat kuat di hati para anak buah dan elemen masyarakat. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, humanis, dan penuh kebapakan. Baginya, tidak ada istilah tanggal merah atau hari libur demi memberikan totalitas pelayanan keamanan bagi damba warga.

"Program beliau sangat menyentuh basis spiritualitas dan sosial. Diantaranya Gerakan Subuh Berjamaah (GSB), program One Day One Khatam, pemberian hadiah umrah bagi personel berprestasi, hingga aksi cepat tanggap menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir. Kami merasa sangat kehilangan sosok teladan yang bersahaja ini," ungkap salah seorang personel Polda Sumbar dengan mata berkaca-kaca.

Dalam sambutan terakhirnya di atas mimbar upacara, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan kerja sama yang terjalin solid selama ini.

“Tugas Polri untuk masyarakat, membentuk dan menjadikan Kamtibmas yang aman dan nyaman, adalah tugas mulia dan menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua. Sebagai manusia yang tidak sempurna, saya memohon maaf atas segala kekhilafan selama bertugas. Mari kita terus menjaga tali komunikasi dan silaturahmi ini,” tutur Gatot emosional.

Penyerahan Pataka dan Penghormatan Pedang Pora

Puncak upacara kedinasan ditandai dengan prosesi penyerahan Pataka Polda Sumbar secara khidmat di lapangan upacara setelah waktu Zuhur. Penyerahan panji kehormatan dari Komjen Pol Gatot kepada Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy tersebut menjadi simbol resmi beralihnya otoritas komando kepemimpinan korps institusi.

Pejabat Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, dalam pidato perdananya menyatakan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya atas rekam jejak emas yang ditorehkan oleh pejabat lama. Ia berkomitmen penuh untuk melanjutkan program unggulan yang ada demi menjaga muria institusi.

"Mari kita bersama-sama menjaga institusi Polri dengan adil dan baik. Wujudkan postur Polri yang senantiasa hadir untuk masyarakat, serta menjadikan stabilitas Kamtibmas di Sumatera Barat selalu dalam kondisi yang aman, tertib, dan nyaman," tegas mantan pejabat intelijen tersebut.

Acara pamungkas ditutup dengan tradisi pelepasan Pedang Pora. Di bawah hunusan pedang para perwira elit Polda Sumbar, Komjen Pol Gatot beserta istri berjalan perlahan menuju pintu gerbang luar. Isak tangis dari sejumlah personel pecah saat bersalaman terakhir kali, sebelum sang jenderal menaiki kendaraan dinasnya dengan dikawal ketat pasukan Brimob menuju tempat tugas yang baru. Selamat datang Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, selamat jalan Komjen Pol Gatot Tri Suryanta. (gmn)

#Editor : Marzuki RH 

06 July 2026

Merespons Keluhan Netizen di Medsos, Polsek Pasaman Sikat Praktik Pungli Berkedok Sumbangan di Pantai Pohon Seribu




PASBAR, (GemaMedianet.com) | Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat bergerak cepat dalam menata kondusivitas keamanan di destinasi wisata unggulan daerah. Merespons laporan dan keresahan masyarakat yang sempat viral di jagat media sosial terkait adanya indikasi praktik pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan sukarela, jajaran Polsek Pasaman langsung menerjunkan tim patroli guna menyisir kawasan objek wisata Pantai Pohon Seribu, Jorong Pondok, Nagari Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (5/7/2026) kemarin.

Sapa Warga di Lokasi Samsat, Ditlantas Polda Sumbar Luncurkan Program “Polantas Menyapa”

Pangkas Sekat Birokrasi, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Garansi Layanan Pajak Cepat dan Transparan _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus melakukan akselerasi dan perbaikan mutu pelayanan publik di Ranah Minang. Langkah segar ini dibuktikan melalui peluncuran inovasi teranyar bertajuk “Polantas Menyapa”, sebuah program humanis yang dirancang khusus untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, ekstra cepat, serta kepastian hukum bagi masyarakat yang tengah mengurus administrasi kendaraan bermotor, termasuk pembayaran pajak tahunan.

Melalui program ini, paradigma lama pelayanan kepolisian yang kaku sengaja dieliminasi. Personel Ditlantas diterjunkan langsung ke titik ruang tunggu pelayanan untuk mendampingi, menyapa, dan memandu warga secara interaktif. Kehadiran petugas di tengah pemohon ini memastikan seluruh proses birokrasi berjalan sesuai koridor hukum, tertib, bersih dari praktik pungutan liar, serta transparan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Polisi Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa program Polantas Menyapa merupakan potret nyata dari transformasi pelayanan publik Korps Bhayangkara yang berkiblat penuh pada indeks kepuasan masyarakat.

“Program Polantas Menyapa kami hadirkan sebagai bentuk komitmen nyata Ditlantas Polda Sumbar untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga yang datang mengurus dokumen kendaraannya mendapatkan perlakuan yang ramah, cepat, mudah, dan profesional. Kehadiran personel secara fisik di lapangan juga menjadi jembatan komunikasi untuk mengedukasi warga tentang pentingnya legalitas berkendara,” ujar Kombes Polisi Reza Chairul Akbar Sidiq kepada wartawan.

Gugah Kesadaran Pajak Lewat Edukasi Humanis

Kombes Polisi Reza Chairul Akbar Sidiq menggarisbawahi bahwa mutu pelayanan publik modern tidak hanya dihitung dari kecanggihan sistem digital atau kecepatan durasi cetak dokumen semata. Lebih dari itu, indikator keberhasilan juga bertumpu pada kualitas komunikasi interpersonal antara petugas dan masyarakat yang dilayani.

Sembari memberikan asistensi pengisian formulir dan verifikasi berkas, para personel Ditlantas juga aktif menyampaikan rupa-rupa informasi krusial, antara lain 

^Kewajiban tenggat waktu pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

^Kelengkapan dokumen wajib seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan BPKB.

^Pentingnya keabsahan surat-surat kendaraan sebagai instrumen perlindungan hukum pemilik.

Melalui pendekatan persuasif ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap ditiap angka kepatuhan pajak kendaraan di Sumatera Barat dapat mengalami lonjakan yang signifikan. Mengingat, kontribusi pajak tersebut akan dikembalikan ke daerah dalam bentuk pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan serta fasilitas umum masyarakat.

Melayani dengan Hati untuk Ranah Minang

Suasana di loket pelayanan kini tampak lebih cair dan komunikatif. Warga tidak lagi canggung untuk bertanya mengenai rupa-rupa regulasi baru lalu lintas, karena petugas menyambut keluhan dengan sikap yang solutif.

“Harapan kami, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri semakin kokoh. Kepatuhan melengkapi dokumen kendaraan bukan sekadar urusan menghindari sanksi tilang di jalan raya, melainkan sebuah tanggung jawab moral bersama dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” kunci Kombes Polisi Reza Chairul Akbar Sidiq.

Dengan mengusung semangat kerja “Melayani dengan Hati untuk Masyarakat Sumbar”, Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menelurkan inovasi pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mengawal terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di pelosok wilayah Sumatera Barat. (rsk/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Polda Sumbar dan Pemprov Gelar Subuh Mubarak, Sinergikan Pendidikan Karakter serta Gerakan Subuh Berjamaah

Luncurkan Buku Panduan Khusus, Kapolda Sumbar Tekan Dekadensi Moral Lewat Formulasi Culture Policing _




PADANG, (GemaMedianet.com) | Kolaborasi strategis demi menyelamatkan moral generasi muda terus digaungkan di Ranah Minang. Sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, TNI, dan jajaran kepolisian kembali diperkokoh melalui perhelatan spiritual akbar "Subuh Mubarak dan Gerakan Subuh Berjamaah" yang dipusatkan di Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat, Padang, Minggu (5/7/2026) kemarin.

Kegiatan keagamaan yang bertepatan dengan momentum 20 Muharam 1448 Hijriah ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi formalitas birokrasi, melainkan menjelma jadi ruang pergerakan taktis untuk membentengi karakter generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi yang religius dan berintegritas tinggi.

Kapolda Sumatera Barat, Komjen Polisi Gatot Tri Suryanta, dalam sambutan hangatnya di hadapan ribuan jamaah menegaskan bahwa hulu dari problematika sosial hari ini—mulai dari dekadensi moral, kekerasan terhadap anak, hingga ancaman laten penyalahgunaan narkoba—hanya bisa dipotong mata rantainya melalui penguatan fondasi pendidikan karakter sejak usia dini.

"Keluarga adalah madrasah pertama dan utama dalam menanamkan nilai keimanan serta akhlak mulia. Fondasi spiritual dari rumah ini kemudian kita padukan secara linear dengan nilai-nilai culture policing atau budaya pemolisian yang humanis—seperti disiplin tinggi, integritas, tanggung jawab, dan keteladanan—sebagai instrumen pelengkap untuk membentuk karakter anak secara utuh," urai Komjen Polisi Gatot Tri Suryanta.

Sebagai wujud konkret dari komitmen tersebut, Polda Sumbar secara resmi meluncurkan sebuah buku instrasional berjudul "Pendidikan Agama dan Culture Policing". Karya literatur ini dirancang khusus untuk menjadi kompas sekaligus panduan praktis pembangunan karakter, baik ditiap dalam ruang domestik keluarga besar Korps Bhayangkara maupun lingkungan masyarakat luas.

Harmonisasi Rumah Tangga Jadi Kunci Utama

Gagasan besar Kapolda tersebut diperkuat oleh Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Polisi Anissullah M. Ridha. Ia menggarisbawahi bahwa rahim dari lahirnya generasi unggul yang memiliki keseimbangan kekuatan moral, dan intelektual adalah iklim rumah tangga yang harmonis.

"Keluarga merupakan pondasi makro. Jika pendidikan agama yang berbasis kasih sayang berkolaborasi dengan budaya kepolisian yang menekankan kedisiplinan di rumah, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi individu yang memiliki ketahanan spiritual sekaligus karakter sosial yang kokoh di tengah masyarakat," sebut Kombes Polisi Anissullah M. Ridha.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Polisi Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa gerakan masif ini telah memanen dukungan luar biasa dari elemen vertikal masyarakat. Menariknya, gelombang kehadiran kini mulai didominasi oleh kelompok pelajar yang secara sadar mulai menginternalisasikan gerakan subuh berjamaah sebagai bagian dari gaya hidup sehat rohani mereka.

"Antusiasme warga yang memadati masjid subuh ini sangat luar biasa. Ini bukti sahih bahwa program Subuh Berjamaah telah bergeser dari sekadar imbauan menjadi kebutuhan kolektif masyarakat. Sinergitas lintas sektoral ini akan terus kita dorong guna memastikan Sumatera Barat tetap dalam kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif," tutur Kombes Polisi Susmelawati Rosya.

Agenda spiritual sekaligus penutup pengabdian Komjen Pol Gatot Tri Suryana di Ranah Minang ini berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi, jajaran unsur Forkopimda Sumbar, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, tokoh adat, serta perwakilan personel TNI yang semakin memperlihatkan solidnya kebersamaan dalam merawat marwah Ranah Minang. (rsk/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

05 July 2026

Irjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy Resmi Nakhodai Polda Sumbar

✅ Kapolri Pimpin Sertijab PJU Mabes dan Enam Kapolda, Tongkat Komando Ranah Minang Berganti _



JAKARTA, (GemaMedianet.com) | Tampuk kepemimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat resmi berganti. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memimpin langsung upacara pelantikan serta serah terima jabatan (sertijab) dua pejabat utama Mabes Polri dan enam Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7/2026) kemarin.

Sertijab ini menandai masuknya era baru di bawah komando Irjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy yang kini resmi memegang tongkat komando Korps Bhayangkara di Ranah Minang. Ia menggantikan Komjen Polisi Gatot Tri Suryanta yang ditarik kembali ke Mabes Polri untuk mengemban tugas baru.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa pergeseran posisi di internal Korps Bhayangkara ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Langkah strategis ini diambil guna menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memacu akselerasi kualitas pelayanan bagi masyarakat luas.

“Pelantikan dan serah terima jabatan ini merupakan bagian utuh dari pembinaan karier personel, regenerasi kepemimpinan, sekaligus penyegaran di tubuh organisasi Polri,” ujar Irjen Polisi Johnny Eddizon Isir usai upacara selesai.

Daftar Lengkap Rotasi Jajaran PJU Mabes dan Kapolda

Berdasarkan surat keputusan mutasi terbaru, rupa-rupa perwira tinggi (pati) yang melaksanakan pelantikan dan sertijab pada akhir pekan tersebut meliputi jajaran Korps Lalu Lintas hingga wilayah hukum kepulauan.

Kepala Korlantas Polri, dari Irjen Polisi Agus Suryonugroho diserahkan kepada Irjen Polisi Wibowo.

Kepala Puslitbang Polri, dari Irjen Polisi Ruddi Setiawan diserahkan kepada Brigjen Polisi Didi Hayamansyah.

Kapolda Sumatera Barat, resmi dijabat oleh Irjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy, menggantikan Komjen Polisi Gatot Tri Suryanta.

Kapolda Aceh dipercayakan kepada Irjen Polisi Ruddi Setiawan, menggantikan Irjen Polisi Marzuki Ali Basyah.

Kapolda Jawa Barat dijabat oleh Irjen Polisi Pipit Rismanto, menggantikan Komjen Rudi Setiawan.

Kapolda Kalimantan Barat dijabat oleh Irjen Polisi Alberd Teddy Benhard Sianipar, menggantikan Irjen Polisi Pipit Rismanto.

Kapolda Kalimantan Utara diisi oleh Irjen Polisi Agus Wijayanto, menggantikan Irjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy.

Kapolda Papua Barat Daya dijabat oleh Brigjen Polisi Yulius Audie Sonny Latuheru, menggantikan Brigjen Polisi Gatot Haribowo.

Diharapkan Segera Beradaptasi dengan Karakter Daerah

Mabes Polri menaruh harapan besar agar para jenderal yang memegang amanah baru ini bisa segera melakukan pemetaan wilayah kerja masing-masing. Khusus untuk wilayah Sumatera Barat yang kental dengan filosofi adat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, kepemimpinan yang adaptif dan humanis sangat diperlukan.

Mabes Polri meminta agar seluruh program kerja positif yang telah dirintis oleh pejabat lama segera dilanjutkan, sembari menyuntikkan inovasi baru untuk memperkuat perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum secara adil.

“Mutasi ini menjadi langkah taktis agar organisasi Polri semakin responsif, profesional, serta tangguh dalam menjawab rupa-rupa tantangan tugas kemasyarakatan yang terus berkembang dinamis ke depan,” pungkas Irjen Polisi Johnny Eddizon Isir. (dbs/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Dipicu Miras dan Cekcok Karaoke, Tim URC Satreskrim Polres Pasbar Gulung Pelaku Penganiayaan Sadis di Gunung Tuleh

Mulut Korban Ditusuk Samurai Usai Dipingit di Dalam Mobil, Pelaku Diciduk Tanpa Perlawanan _



PASBAR, (GemaMedianet.com) | Pengaruh buruk konsumsi minuman keras kembali memicu aksi kekerasan berdarah di wilayah hukum Polres Pasaman Barat. Hanya karena salah paham saat bernyanyi karaoke dalam kondisi mabuk, seorang pria berinisial AR (31) tega menganiaya temannya sendiri, Samsul, menggunakan senjata tajam jenis samurai hingga mengalami luka robek serius di bagian mulut.

Pelarian AR berakhir setelah tim gabungan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasaman Barat bersama Unit Reskrim Polsek Lembah Melintang mencium lokasi persembunyiannya. Pria ini diringkus petugas tanpa perlawanan di rumah salah satu keluarganya yang terletak di Jorong Sungai Magelang, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Jumat (3/7) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, melalui Kasat Reskrim, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, membenarkan perihal penangkapan aktor utama penganiayaan tersebut. Langkah hukum ini diambil secara cepat merespons Laporan Polisi dengan nomor registrasi LP/B/83/VII/2026/SPKT/Polsek Lembah Melintang/Res Pasbar/Sumbar tertanggal 3 Juli 2026.

"Benar, pelaku berinisial AR sudah berhasil kami amankan. Yang bersangkutan diduga kuat melakukan tindak pidana penganiayaan berat menggunakan senjata tajam jenis samurai terhadap korban bernama Samsul," kata Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata memberikan konfirmasi resmi.

Bermula dari Kecewa Tak Dapat BBM hingga Pesta Tuak

Berdasarkan data pemeriksaan penyidik, petaka berdarah ini bermula ketika pelaku, korban, dan seorang saksi bergerak menggunakan mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi BK 1339 ABZ menuju SPBU Ujung Gading untuk mengisi bahan bakar minyak. Namun, lantaran pasokan BBM di SPBU tersebut sedang kosong, mereka mengalihkan rute perjalanan.

Dalam kondisi kecewa, ketiganya memutuskan membeli minuman tradisional jenis tuak dan meminumnya bersama-sama. Di bawah pengaruh alkohol, mereka melanjutkan pelesiran ke salah satu tempat hiburan malam di daerah Simpang Tiga Alin, Kecamatan Gunung Tuleh, untuk berkaraoke.

Saat bernyanyi itulah, gesekan awal mulai terjadi. Pengaruh alkohol yang menyumbat nalar sehat membuat obrolan antara AR dan Samsul berubah menjadi ketegangan. Perselisihan tersebut terus merembet bahkan ketika mereka sudah berada di dalam kendaraan untuk perjalanan pulang.

Di tengah jalan, AR yang tersulut emosi mendadak menghentikan mobil. Ia langsung keluar, menghampiri pintu penumpang tempat korban duduk, lalu menghunus samurai. Meski sempat dilerai oleh saksi yang merebut senjata tajam tersebut dari tangan AR, api dendam pelaku ternyata belum padam. Korban yang sempat diturunkan dipaksa berjalan kaki, sebelum akhirnya dijemput kembali di depan Puskesmas Sungai Aur.

Mulut Korban Ditusuk dengan Samurai di Depan Puskesmas

Nahas, begitu berada kembali di dalam kabin mobil, korban kembali mengungkit pangkal permasalahan yang tadi terjadi. Hal itu membuat AR naik pitam secara instan. Pelaku langsung memiting leher korban dengan beringas dan mendaratkan berkali-kali pukulan mentah ke arah wajah serta kepala korban.

Belum merasa puas melakukan penganiayaan fisik, AR menghentikan mobilnya kembali tepat di depan Puskesmas Sungai Aur. Ia keluar menuju bagasi belakang untuk mengambil kembali bilah samurainya. Tanpa ampun, pelaku menusukkan ujung senjata tajam tersebut langsung ke arah mulut korban, hingga mengakibatkan robek parah pada bagian bibir dan lidah Samsul.

"Melihat kondisi korban yang terluka parah akibat sabetan senjata tajam, pihak keluarga tidak terima dan langsung melapor ke Polsek Lembah Melintang," jelas Kasat Reskrim.

Bergerak cepat atas laporan darurat tersebut, Tim Opsnal Polsek Lembah Melintang di bawah pimpinan Ipda Febgaseandi yang dibantu penuh oleh Unit II URC Satreskrim Polres Pasbar pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung mengepung lokasi persembunyian pelaku hingga AR berhasil ditangkap.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bilah samurai dan satu unit minibus Daihatsu Sigra yang digunakan saat peristiwa terjadi. Pelaku kini dijerat dengan Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara yang signifikan. (hrp/gmn)

##Editor: Marzuki RH 

04 July 2026

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Sat PJR Sumbar 4 Tebar Kebaikan Lewat Program POSJUBAH

Usung Tema “Sedekah Kecil, Manfaat Besar”, Personel Polantas Turun Langsung Berbagi Paket Makanan _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan secara konsisten oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui kegiatan sosial. Dalam momentum memperingati Hari Bhayangkara ke-80, personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Sumbar 4 menggelar kegiatan POSJUBAH (Polantas Sedekah Jumat Berkah) dengan membagikan paket makanan kepada masyarakat, Jumat (3/7/2026) kemarin.

Kegiatan yang mengusung tema filosofis “Sedekah Kecil, Manfaat Besar” tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian nyata Polri kepada masyarakat luas. Selain menjalankan tugas pokok menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, personel Polantas juga hadir membawa payung kepedulian melalui aksi berbagi kepada warga yang membutuhkan di sepanjang jalur patroli.

Dalam pelaksanaannya, personel Sat PJR Sumbar 4 turun langsung menyapa lapisan masyarakat sipil dan menyerahkan paket makanan secara estetik kepada warga. Suasana penuh kehangatan, keakraban, dan kebersamaan tampak mewarnai sepanjang jalannya kegiatan yang mendapat sambutan luar biasa positif dari masyarakat sekitar.

Sarana Memperkokoh Kepercayaan Publik

Program POSJUBAH ini menjadi bagian utuh dari strategi Ditlantas Polda Sumbar untuk mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Melalui gerakan sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat ini, jajaran kepolisian berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi sekaligus memperkuat pondasi kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri.

Lebih dari sekadar memberikan bantuan logistik makanan, kegiatan tersebut juga menjelma sebagai sarana efektif untuk membangun komunikasi yang humanis antara anggota Polri dan masyarakat biasa. Interaksi dua arah ini dinilai ampuh dalam mereduksi sekat pemisah, sehingga tercipta lingkungan wilayah yang aman, tertib, serta harmonis.

Komitmen Presisi yang Humanis

Masyarakat yang menerima paket makanan, mulai dari pengemudi angkutan umum, tukang ojek, hingga pekerja sektor informal, menyampaikan apresiasi atas kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh para polantas yang biasa berjaga di jalan raya tersebut.

Dengan mengobarkan semangat “Berbagi Hari Ini, Berkah Selamanya”, jajaran Sat PJR Sumbar 4 berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kreatif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting dari implementasi visi Polri Presisi yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis dan dekat di hati rakyat. (rsk/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Apresiasi Sinergi Polri, Sekcam Koto Tangah Dukung Penuh Program Bedah Rumah Polda Sumbar

✅ Pemerintah Kecamatan Sebut Kolaborasi Kemanusiaan Bantu Percepat Pengentasan Hunian Tak Layak _




PADANG, (GemaMedianet.com) | Sinergitas yang kuat antara jajaran kepolisian dan pemerintah daerah kembali membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat bawah. Langkah kemanusiaan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat dalam membedah rumah warga prasejahtera mendapat dukungan penuh serta apresiasi tinggi dari jajaran Pemerintah Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Hal tersebut mengemuka saat prosesi penyerahan kunci rumah baru milik Ibu Iche yang beralamat di Jalan Pasir Kandang Nomor 120 A, RT 001/RW 009, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7) kemarin. Hunian yang dulunya memprihatinkan kini telah bertransformasi menjadi bangunan yang layak, sehat, dan aman bagi keluarga penerima manfaat.

Hadir langsung dalam agenda tersebut, Sekretaris Camat (Sekcam) Koto Tangah, Bambang. Ia menegaskan bahwa inisiatif yang digulirkan oleh jajaran korps kepolisian ini sangat membantu kerja pemerintah di tingkat akar rumput, terutama dalam menekan angka kawasan permukiman kumuh di wilayah pesisir.


"Kami dari pihak pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi jajaran Polda Sumbar yang selama ini konsisten dan sering membangun kolaborasi erat dengan pihak Kecamatan Koto Tangah. Semoga Polri selalu sukses, sehat, jaya, dan mengabdi seutuhnya untuk masyarakat," ungkap Bambang dengan penuh rasa bangga.

Visi Kesejahteraan di Luar Penegakan Hukum

Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Polda Sumbar untuk membuktikan bahwa kehadiran institusi kepolisian tidak melulu soal penegakan hukum kaku. Polri secara aktif menempatkan diri sebagai mitra strategis publik dalam mengatrol kualitas hidup dan jaminan sosial warga yang didera kesulitan ekonomi.

Pendekatan humanis ini terbukti efektif merekatkan hubungan emosional antara masyarakat dan aparat, sehingga menciptakan iklim lingkungan yang kondusif di ditiap kelurahan.

Sementara itu, Ibu Iche selaku penerima manfaat tidak dapat menyembunyikan rasa syukur yang mendalam atas mukjizat yang menimpa keluarganya. Sembari memandangi rumah barunya, ia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Kapolda Sumatera Barat dan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar yang mengawal langsung program ini.

"Bantuan ini sangat berharga bagi kami. Saya berharap program mulia ini bisa terus berlanjut ke depan, agar semakin banyak warga kurang mampu lainnya yang terbantu memiliki rumah tinggal yang layak," tutur Ibu Iche terbata-bata menahan haru. (rsk/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Terlilit Utang, Pasutri Muda Nekat Kuras Perabot Rumah Kosong di Pasaman Barat

✅ Terekam Angkut Kulkas Pakai Becak Motor, Diciduk Tim Opsnal Satreskrim di Kinali _


PASBAR, (GemaMedianet.com) | Alasan impitan ekonomi akibat terlilit utang membuat pasangan suami istri (pasutri) muda di Kabupaten Pasaman Barat gelap mata. Bukannya mencari nafkah dengan jalan yang benar, sejoli berinisial RJ (24) dan istrinya AG (18) justru kompak bekerja sama melakukan aksi pencurian dengan pemberatan spesialis rumah kosong.


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive