09 July 2026

Perkuat Beasiswa Padang Juara, Wali Kota Padang Fadly Amran Jalin Kemitraan Strategis dengan Foshan Polytechnic

Wujudkan Program Dual Degree, Sinergikan Kampus Lokal dengan Perguruan Tinggi Tiongkok _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang di bawah komando Wali Kota Fadly Amran terus melakukan lompatan besar dalam peningkatan mutu sumber daya manusia melalui jalur pendidikan internasional. Keseriusan ini ditunjukkan dengan pelaksanaan rapat pertemuan lanjutan antara Pemko Padang bersama delegasi Foshan Polytechnic, Tiongkok, guna mematangkan detail kerja sama pendidikan.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari skema Beasiswa Padang Juara yang digagas Pemko Padang. Dalam kolaborasi ini, Pemko Padang bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan Foshan Polytechnic dengan dua institusi pendidikan tinggi ternama di ibu kota, yakni Universitas Negeri Padang (UNP) dan Politeknik Negeri Padang (PNP).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa Pemko Padang memiliki komitmen teguh untuk menyiapkan beasiswa luar negeri berkualitas bagi putra-putri daerah melalui Program Padang Juara. Kehadiran delegasi dari Tiongkok ini diharapkan menjadi jembatan awal agar terjalin kerja sama akademik yang komprehensif.

“Pemko Padang berkomitmen menyiapkan Beasiswa Luar Negeri Melalui Program Padang Juara. Kehadiran delegasi universitas dalam pertemuan ini diharapkan dapat langsung terhubung dengan kampus tujuan melalui program gelar ganda (dual degree) dan kolaborasi akademik lainnya,” ujar Fadly Amran dalam rapat tersebut.

Akselerasi Standar Pendidikan Global

Program gelar ganda yang dirancang ini diproyeksikan mampu memberikan pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa asal Kota Padang. Melalui kemitraan ini, mahasiswa peserta beasiswa akan mendapatkan akses kurikulum global sekaligus memperkuat daya saing mereka di pasar kerja profesional saat kembali ke tanah air.

Integrasi antara Foshan Polytechnic dengan UNP dan PNP diharapkan menjadi standar baru bagi penguatan kualitas pendidikan vokasi dan akademik di Sumatera Barat. Fokus utama kolaborasi ini tidak sebatas pemberian beasiswa, tetapi juga mencakup pertukaran tenaga pengajar, riset bersama, serta pemanfaatan teknologi pendidikan modern yang dimiliki oleh Foshan Polytechnic.

Membuka Cakrawala Dunia bagi Generasi Muda

Langkah strategis ini merupakan bagian dari visi besar Pemko Padang dalam mencetak generasi emas yang memiliki wawasan global namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. Wali Kota Fadly Amran berharap, jalinan kemitraan internasional ini dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas SDM.

Kedua belah pihak dijadwalkan akan segera menandatangani nota kesepahaman teknis terkait kurikulum dan mekanisme pelaksanaan gelar ganda tersebut dalam waktu dekat. Masyarakat Kota Padang menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda di Ranah Minang. (hkp/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Aroma Komersialisasi Proyek BWS Sumatera V: Material Kerukan Sungai Batang Kabung Diduga Dijual ke Lahan Pribadi

Pengamat Kebijakan Publik: Itu Aset Negara, Membuang dan Memperjualbelikannya Secara Liar Adalah Ilegal! _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Proyek infrastruktur pemerintah yang dibiayai oleh uang rakyat kembali disorot tajam karena diduga kuat menjadi ladang subur bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi. Kali ini, dugaan penyelewengan mencuat dari proyek pengendalian banjir yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V di Sungai Batang Kabung, kawasan Muaro Penjalinan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Berdasarkan hasil penelusuran mendalam di lapangan pada Jum'at (3/7) lalu, material hasil pengerukan sungai yang terdiri dari pasir dan tanah diduga kuat dikomersilkan secara ilegal. Alih-alih dibuang ke lokasi penampungan resmi (disposal area) yang telah ditentukan dalam kontrak kerja, material berharga tersebut justru dialirkan ke kantong-kantong swasta.

Pantauan media ini di lokasi menunjukkan kendaraan roda empat jenis truk pengangkut material hilir mudik secara intensif. Namun, bukannya menuju tempat pembuangan yang legal, truk-truk tersebut kedapatan mengantarkan material kerukan yang notabenenya berstatus sebagai aset negara atau daerah tersebut ke sejumlah lahan milik pribadi warga.

Masuk Kategori Penambangan Liar Ilegal

Praktik culas ini langsung memantik reaksi keras dari kalangan pengamat hukum dan kebijakan publik. Tindakan memindahkan dan memperjualbelikan material hasil proyek negara ke sektor privat tanpa izin resmi dinilai telah melanggar regulasi dan dapat dikategorikan sebagai tindakan pidana.

"Ini bukan komoditas tambang komersial atau Galian C bebas yang bisa dikelola sembarangan. Kontraktor pelaksana tidak bisa seenaknya membuang atau mengalihkan material tersebut ke lahan pribadi, apalagi jika ada indikasi transaksi keuangan di dalamnya," ungkap seorang pengamat kebijakan publik secara tegas saat dimintai tanggapan.

Ia menambahkan, karena material tersebut didapatkan dari proyek APBN atau APBD, maka seluruh hasil kerukan tunduk pada aturan inventarisasi aset negara.

"Oleh karena itu, jika terbukti memperjualbelikannya secara liar kepada pihak ketiga untuk kepentingan menimbun lahan pribadi, maka kegiatan tersebut secara hukum dapat dikategorikan sebagai aktivitas penambangan liar ilegal," lanjutnya.

Mendesak Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

Penyimpangan ini tidak hanya merugikan keuangan negara dari potensi pendapatan bukan pajak, tetapi juga merusak tata kelola proyek lingkungan. Lokasi pembuangan material proyek pengerukan sungai seharusnya terikat amdal dan tidak boleh menjadi komoditas bisnis sampingan bagi oknum pengawas lapangan maupun pihak kontraktor.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V belum memberikan keterangan resmi terkait lemahnya pengawasan terhadap armada pengangkut material di Sungai Batang Kabung tersebut. Kendati deskripsi terkait persoalan teesebut diikuti sejumlah pertanyaan yang dilayangkan kepada PPK, namun sepertinya tak mendapatkan respon yang positif. 

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan instansi/dinas terkait untuk segera turun ke lapangan guna menghentikan aktivitas pengangkutan liar tersebut, serta memeriksa pihak yang terlibat dalam mata rantai komersialisasi aset negara ini. (tim/pdn/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Menuju Pentas Asia, Evi Yandri Lepas Wasit INKADO Sumbar Ikuti Ujian Sertifikasi AKF ke Bangladesh


PADANG, (
GemaMedianet.com
)
| Pembinaan cabang olahraga karate di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan tinta emas di level internasional. Wakil Ketua DPRD Sumbar sekaligus Ketua Umum Indonesia Karate-Do (INKADO) Pengurus Provinsi Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, secara resmi melepas sekaligus memberikan dukungan penuh kepada wasit terbaik Ranah Minang, Martinel Prihastuti, yang bertolak menuju Bangladesh untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Wasit/Juri Asian Karate Federation (AKF).

SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive