PASAMAN, (GemaMedianet.com) | Semarak kebersamaan menyelimuti Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat tatkala perayaan puncak Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 resmi dibuka. Pembukaan rangkaian hajatan akbar daerah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Rao, Lubuksikaping.
Perayaan yang dihelat meriah ini dirancang secara khusus untuk melibatkan berbagai kelompok masyarakat lintas generasi—mulai dari anak-anak PAUD, pelajar SD hingga SLTA, mahasiswa, unsur pemuda, komunitas seni budaya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat umum.
Sebanyak 44 jenis kegiatan dan perlombaan telah disiapkan oleh panitia pelaksana, yang dijadwalkan berlangsung meriah hingga 10 Oktober 2026 mendatang. Seluruh agenda tersebut tersebar di 22 titik lokasi kegiatan guna memastikan gaung perayaan dirasakan langsung oleh seluruh warga di berbagai kecamatan.
Bupati Pasaman Welly Suhery dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar agenda seremonial tahunan pemerintah kabupaten semata, melainkan sebuah ruang partisipasi publik yang harus dinikmati dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pada momen Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 ini, mari kita jadikan sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun Pasaman secara bersama-sama,” ujar Bupati Welly Suhery di hadapan ribuan warga yang memadati kawasan GOR Tuanku Rao.
Sekda Yudesri: Keberhasilan Terletak pada Rasa Memiliki Bersama
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Yudesri, selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana, melaporkan bahwa puluhan agenda yang disiapkan mencakup bazar UMKM, festival pelajar dan mahasiswa, kompetisi olahraga, pameran seni, hingga hiburan rakyat yang menghadirkan seniman daerah dan nasional.
Peringatan HUT ke-81 ini mengusung tema sentral yang sarat makna: “81 Tahun Pasaman: Menjaga Warisan, Menguatkan Kebersamaan, Menjemput Masa Depan.”
Menurut Yudesri, tema tersebut merefleksikan komitmen kolektif untuk merawat adat, budaya, sejarah, dan kearifan lokal Luhak Nan Tuo, sekaligus mempererat persatuan demi menyiapkan fondasi kemajuan bagi generasi penerus di masa mendatang.
“Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 adalah perayaan milik seluruh masyarakat Kabupaten Pasaman, bukan hanya milik pemerintah daerah, panitia maupun kelompok tertentu. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh masyarakat merasa memiliki, merasa dilibatkan, dan merasa menjadi bagian penting dari perayaan hari jadi daerahnya sendiri,” tutur Yudesri.
Berbagai kegiatan pendukung juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat nagari, organisasi kemasyarakatan, serta para tokoh adat dan agama. Panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang bergotong royong menyukseskan perhelatan akbar ini demi mewujudkan Pasaman yang semakin maju dan sejahtera. (/gmn)
#Editor : RS Khadiva









"
/>
0 comments:
Post a Comment