MENTAWAI, (GemaMedianet.com) | Pilu, pedih, dan perih yang terasa menyesak di dada mengiringi setiap langkah kecil anak-anak di pedalaman Kepulauan Mentawai. Di tengah keterbatasan infrastruktur yang parah, kobaran semangat untuk mengenyam pendidikan formal tak pernah padam sedikit pun. Peribahasa lama yang menyebut bukit akan didaki dan lautan akan diseberangi demi menggapai cita-cita masa depan kini terwujud secara nyata dalam bentuk perjuangan hidup mati di atas aliran sungai.
Sebuah rekaman video berdurasi singkat yang diambil di Desa Sagalubbeg, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Su.atera pada Selasa (7/10/2026), mendadak viral dan mengoyak nurani publik. Pemandangan tersebut bukan sekadar adegan fiktif dalam sebuah film layar lebar, melainkan potret realitas pahit tanpa akhir tentang perjuangan maut anak-anak sekolah demi menyambung harapan hidup dan masa depan.
Dalam rekaman tersebut, tampak sekelompok anak usia sekolah dasar dan menengah bahu-membahu menyeberangi aliran sungai berukuran besar dengan arus air yang sangat deras di antara bebatuan licin. Mereka harus berjuang keras, jatuh bangun, bahkan tergelincir dan nyaris terbawa arus air, diiringi kepolosan semangat kebersamaan di tengah badai derita yang menghimpit wilayah mereka.
“Semangat kebersamaan tertanam di dada, di tengah badai derita menghampiri mereka. Saling berpegangan, saling bantu-membantu, agar sampai ke seberang. Perjuangan tak kunjung redup di tengah kurangnya perhatian setempat,” ungkap Novri Investigasi dalam catatan penulisan human interest tersebut.
Tanpa Jembatan Penghubung Harapan, Pemerintah Dituntut Segera Bertindak
Kondisi mengenaskan ini terjadi akibat ketiadaan jembatan penyeberangan permanen yang layak di wilayah tersebut. Padahal, infrastruktur jembatan bukan sekadar urat nadi perekonomian semata, melainkan nyawa utama yang menyambung kelangsungan hidup serta akses esensial bagi denyut jantung para siswa dalam menuntut ilmu di sekolah.
Hingga detik ini, jembatan yang dinanti-nantikan untuk menyambung masa depan anak-anak Mentawai tak kunjung tersentuh perbaikan atau pembangunan oleh pemerintah daerah. Jeritan batin dan asa anak-anak Desa Sagalubbeg kini tertitip penuh kepada kepedulian nyata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai agar segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen.
Pertanyaan besar yang terus menggantung di benak warga: sampai kapan mimpi sederhana memiliki jembatan aman untuk berjalan menuju sekolah harus dibayar dengan taruhan nyawa setiap harinya? (nov/gmn)









"
/>
0 comments:
Post a Comment