SOLOK, (GemaMedianet.com) | Upaya pemulihan infrastruktur dan lingkungan pascabencana galodo di wilayah Arosuka, Kabupaten Solok, menunjukkan progres yang sangat signifikan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat bersama instansi terkait dan segenap elemen masyarakat terus menggenjot pekerjaan fisik di lapangan secara maraton.
Hingga Kamis (8/10/2026), pekerjaan pembersihan material sisa longsor berupa lumpur tebal, bebatuan, dan kayu gelondongan yang menutup akses vital jalan nasional—termasuk ruas Pintu Angin–Labuh Saiyo serta jalur utama penghubung Padang–Solok—terus dikebut. Guna memastikan sisa lumpur kering tidak kembali memicu bahaya licin dan debu, tim gabungan turut mengerahkan armada penyiraman menggunakan water tanker.
Berdasarkan laporan teknis di lapangan, progres pembersihan bahu jalan sepanjang kurang lebih 150 meter di kawasan terdampak kini telah mencapai 90 persen. Sementara itu, tahapan pekerjaan konstruksi langsung dilanjutkan dengan perbaikan sistem drainase melalui pemasangan Batu Mortar guna mengembalikan fungsi aliran air secara optimal.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Anggaran Rp4 Miliar
Percepatan pemulihan kawasan terdampak galodo ini dapat terwujud berkat kolaborasi erat dan pengerahan sumber daya secara masif. Berbagai alat berat—termasuk armada khusus dari Detasemen Zeni Tempur (Denzipur)—diterjunkan langsung ke titik-titik krusial.
Pergerakan alat berat tersebut disokong penuh oleh kehadiran personel gabungan dari Korem 032/Wirabraja, Kodim 0309/Solok, Yonif TP 951/Pandeka Marapi, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta para relawan kemanusiaan yang bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan dan fasilitas umum.
Mengingat masih masifnya skala pekerjaan pemulihan infrastruktur publik, Pemerintah Kabupaten Solok secara resmi mengambil kebijakan strategis untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana galodo hingga 12 Oktober 2026. Kebijakan ini diiringi dengan penyiapan tambahan alokasi anggaran darurat sekitar Rp4 miliar guna menjamin kelancaran operasional pemulihan dan penanganan warga terdampak secara komprehensif. (mrh/gmn)
#Editor: RS Khadiva









"
/>
0 comments:
Post a Comment