12 October 2026

Banjir Bandang Terjang Padang, Ketua DPR RI Puan Maharani Minta Pemerintah Optimalkan Penanganan Darurat




JAKARTA, (GemaMedianet.com) | Bencana banjir bandang meluap yang menerjang wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Barat memantik perhatian serius dari jajaran pimpinan lembaga legislatif tertinggi negara. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, meminta pemerintah pusat dan daerah mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam penanganan darurat bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang.

Dalam keterangan tertulis resminya di Jakarta, Senin (12/10/2026), politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa keselamatan serta jaminan hidup warga terdampak wajib menjadi prioritas paling utama di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan dua hari pascamusibah banjir bandang dahsyat yang menghantam pemukiman warga pada Sabtu (10/10/2026) akibat tingginya curah hujan di kawasan hulu.


“Tentunya bencana banjir bandang di Kota Padang menjadi keprihatinan bersama. Pemerintah perlu mengoptimalkan penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Keselamatan warga yang utama,” tegas Puan Maharani.

Puan turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh personel gabungan, tim SAR, BPBD, TNI, Polri, serta para relawan yang tak kenal lelah membantu mengevakuasi warga yang sempat terjebak di dalam kepungan air bah. Menurutnya, pertolongan yang datang tepat waktu serta kepastian tempat bernaung sangat berarti bagi keluarga yang tengah menghadapi ancaman maut.


Instruksikan Pengungsian Ramah Kelompok Rentan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Selain percepatan proses evakuasi fisik, Puan menekankan pentingnya jaminan pemenuhan kebutuhan dasar bagi ratusan warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka menuju lokasi pengungsian sementara.

Pemerintah dipinta untuk menyiapkan tempat penampungan yang tidak hanya aman dan bersih, tetapi juga memenuhi standar kelayakan kesehatan. Bantuan logistik darurat seperti selimut, makanan siap saji, pampers, serta pakaian layak harus dipastikan terdistribusi merata mengingat mayoritas warga mengungsi tanpa sempat menyelamatkan barang pribadi.


“Tempat pengungsian juga harus ramah anak, ibu hamil atau menyusui, lansia, dan warga dengan kebutuhan khusus serta yang memiliki penyakit bawaan,” pinta Puan.


Berdasarkan data pemutakhiran sementara, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) tersebut mencatat setidaknya tiga kecamatan dan enam kelurahan di Kota Padang terdampak parah, dengan lebih dari 600 jiwa terpaksa mengungsi. Wilayah Kecamatan Kuranji dan Nanggalo tercatat sebagai kawasan dengan tingkat kerusakan dan genangan paling parah. Pendataan logistik dan kerugian fisik hingga kini masih terus berjalan secara intensif. (spn/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR



Iklan


iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

" />

Blog Archive