PADANG, (GemaMedianet.com) | Langkah konkret dan responsif ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas akibat antrean panjang kendaraan berat yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inovasi kolaboratif yang digagas oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang bersama Bank Nagari Cabang Pasar Raya Padang, unsur TNI-Polri, Hiswana Migas, serta para pemangku kepentingan terkait.
Inovasi penataan lalu lintas tersebut diwujudkan dengan memanfaatkan Terminal Koto Lalang sebagai lokasi penampungan dan parkir sementara bagi kendaraan-kendaraan berat serta truk angkutan barang yang akan mengisi BBM di SPBU Pertamina Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Langkah strategis ini diambil guna mengurai penumpukan armada yang selama ini kerap mengular hingga memakan sebagian besar badan Jalan Raya Padang–Solok.
Melalui skema kebijakan terpadu ini, seluruh kendaraan berat diwajibkan masuk dan menunggu giliran pengisian BBM di dalam area Terminal Koto Lalang secara tertib.
Cegah Kemacetan Jalur Logistik dan Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas
Pemanfaatan terminal sebagai penampungan sementara ini terbukti efektif menghilangkan penumpukan truk di sepanjang bahu jalan utama. Dampaknya, arus lalu lintas di kawasan lintasan logistik Padang–Solok menjadi lebih lancar, risiko kecelakaan dapat ditekan, serta gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar dapat diminimalkan.
“Apresiasi tinggi kita berikan kepada Dishub, TNI-Polri, Bank Nagari, Hiswana Migas, dan seluruh pihak yang telah bersinergi menghadirkan solusi nyata ini. Penataan ini penting agar keselamatan pengguna jalan terjaga dan arus distribusi logistik masyarakat tidak terganggu oleh antrean kendaraan,” ujar Fadly Amran.
Sinergi lintas sektor yang melibatkan lembaga perbankan daerah seperti Bank Nagari serta himpunan pengusaha migas ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan dampak keterbatasan kuota dan antrean BBM di daerah dapat diselesaikan melalui tata kelola manajemen transportasi umum yang adaptif dan inovatif. (mrh/padek)
#Editor: Marzuki RH









"
/>
0 comments:
Post a Comment