PASAMAN, (GemaMedianet.com) | Menghadapi ancaman krisis iklim global serta potensi lonjakan harga bahan pokok saat bencana darurat, kedaulatan dan ketahanan pangan daerah menjadi fondasi utama yang wajib diperkuat hingga tingkat nagari.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan.
Kegiatan edukasi dan pemetaan ketersediaan bahan pokok tersebut dipusatkan di Jorong Sungai Manis, Nagari Taruang-Taruang Selatan, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Minggu (8/11/2026).
Dalam penjelasannya di hadapan warga setempat, Ali Muda memaparkan bahwa Perda 9/2019 dibentuk sebagai payung hukum bagi pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan pangan pokok, mengantisipasi kerawanan pasokan, serta menstabilkan gejolak harga pasar.
“Cadangan pangan bukan hanya tentang menyimpan stok persediaan makanan, melainkan bagaimana pemerintah menjamin akses pangan masyarakat tetap terpenuhi saat terjadi kondisi darurat maupun bencana alam. Keberadaan cadangan pangan harus dikelola secara terpadu,” ujar Ali Muda.
Sinergi Perum Bulog, ID FOOD, dan Penetapan Bapanas
Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat membeberkan bahwa cadangan pangan pemerintah daerah berfokus pada dua komoditas pokok strategis, yakni beras dan jagung.
Tata kelola pasokan cadangan tersebut melibatkan penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, yakni Perum Bulog dan ID FOOD, untuk menyerap serta menyalurkan komoditas pangan saat krisis.
Adapun besaran jumlah volume cadangan pangan pemerintah ditetapkan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Integrasi Cadangan Pangan Bertingkat Hingga Nagari
Ali Muda menggarisbawahi bahwa skema cadangan pangan tidak boleh sebatas bertumpu pada pemerintah pusat atau provinsi semata, melainkan wajib diintegrasikan hingga level kabupaten/kota, desa/nagari, serta lumbung pangan swakarsa masyarakat.
Melalui penguatan lumbung pangan nagari di Rao Pasaman, masyarakat diharapkan memiliki daya tahan mandiri saat terjadi gangguan distribusi maupun lonjakan harga sembako. (mrh/gmn)
#Editor : RS Khadiva



"
/>






0 comments:
Post a Comment