PADANG, (GemaMedianet.com) l Suasana fajar di Kota Padang terasa penuh kehangatan saat jajaran Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumatera Barat hadir di tengah masyarakat untuk menunaikan ibadah. Dirsamapta Polda Sumbar, AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H., memimpin langsung Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Muhsinin, Jalan H.R. Rasuna Said No. 101, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Rabu (12/8/2026).
Sekitar pukul 04.45 WIB, rombongan personel Ditsamapta tiba di masjid untuk berbaur bersama warga tempatan. Kehadiran korps Bhayangkara ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban ibadah, melainkan strategi kultural dalam merajut komunikasi publik yang inklusif dan humanis.
Melalui saf-saf Salat Subuh yang rapat, Ditsamapta Polda Sumbar menunjukkan bahwa sosok kepolisian tidak hanya hadir saat operasi pengamanan atau penegakan hukum di jalanan, melainkan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan keagamaan warga Ranah Minang.
Bagi jajaran Ditsamapta Polda Sumbar, Gerakan Subuh Berjamaah diposisikan sebagai wadah pembinaan mental dan rohani (Binrohtal) personel secara berkelanjutan. Penguatan nilai-nilai keimanan diyakini menjadi fondasi utama lahirnya mentalitas anggota kepolisian yang disiplin, jujur, serta berintegritas tinggi.
Usai pelaksanaan shalat, AKBP Andre Anas memanfaatkan ruang silaturahmi untuk berdialog santai bersama pengurus masjid dan para jemaah. Interaksi langsung tanpa sekat ini menjadi saluran efektif dalam menyerap aspirasi serta potensi gangguan ketertiban di lingkungan pemukiman.
“Dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan, personel diharapkan makin humanis, profesional, dan ikhlas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keteladanan moral adalah kunci utama dalam menjalankan tugas kepolisian,” ujar Dirsamapta Polda Sumbar, AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H.
Sinergi Kamtibmas Berbasis Komunitas Nagari dan Kota
AKBP Andre Anas menegaskan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak akan optimal jika hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Partisipasi aktif warga dan tokoh agama merupakan pilar utama menciptakan iklim daerah yang aman, nyaman, serta kondusif.
Melalui Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Muhsinin ini, Ditsamapta Polda Sumbar terus menanamkan prinsip bahwa pelayanan kepolisian mencakup dimensi kemanusiaan yang luas. Kepedulian ditiadakan batasnya, ketika polisi dan masyarakat bersatu sejak fajar menyingsing. (wyndoee/gmn)
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment