PADANG, (GemaMedianet.com) | Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat pilar pendidikan keagamaan serta pengembangan potensi generasi muda Islam di Sumatera Barat.
Perguruan tinggi keagamaan Islam negeri termasyhur di Ranah Minang tersebut menggelar pergelaran bertajuk Seribu Santri Untuk Negeri Tahun 2026 yang ke-2 di Aula Gedung J Kampus 3 UIN Imam Bonjol Padang, Kamis (29/10/2026).
Mengusung tema utama “Merawat Tradisi, Mencipta Inovasi, Mencerah Peradaban”, pergelaran akbar ini dihadiri oleh 1.070 orang peserta yang berasal dari 25 Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah (MA) se-Sumatera Barat.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd.. Dalam pidato pembukaannya, Rektor menegaskan bahwa institusi pesantren memiliki peran historis yang sangat strategis dalam mencetak generasi penerus berilmu, berakhlak mulia, serta tangguh menjawab tantangan peradaban zaman.
Prof. Martin Kustati menyatakan kesiapan penuh UIN Imam Bonjol Padang untuk memperluas jejaring kerja sama dengan pesantren dan madrasah, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Seribu Santri Untuk Negeri ini menjadi ruang produktif bagi para santri untuk menampilkan potensi dan kreativitas melalui pameran produk unggulan pesantren serta ajang kompetisi ilmiah dan seni keagamaan seperti MTQ, MHQ, MQK, hingga Silek Tradisional Minangkabau,” ujar Prof. Martin Kustati, Kamis (29/10/2026).
Rangkaian Hari Santri dan Pembukaan Dies Natalis Ke-60
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Zulkifli, M.A., dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa pergelaran Seribu Santri Untuk Negeri dihelat selama dua hari berturut-turut, yakni Kamis dan Jumat (29–30 Oktober 2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional sekaligus penanda resmi dibukanya semarak momentum Dies Natalis ke-60 UIN Imam Bonjol Padang.
Zulkifli memaparkan bahwa pergelaran disemarakkan oleh 11 cabang perlombaan, antara lain Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Puitisasi Al-Qur’an, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), hingga atraksi Silek Tradisional Minangkabau.
Kuliah Umum Kebangsaan dan Ketahanan Sosial Wakapolda Sumbar
Kemeriahan pembukaan acara kian berbobot dengan kehadiran Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, yang memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di hadapan seribuan santri.
Mengangkat tema “Kebangsaan, Ketahanan Sosial, serta Budaya Damai dan Taat Hukum Bagi Santri Menuju Indonesia Emas”, Wakapolda membedah sejumlah isu krusial terkait ancaman sosial di kalangan remaja.
Brigjen Pol. Solihin memaparkan bahaya penyalahgunaan Narkoba seperti sabu yang sanggup merampas kebahagiaan dan masa depan pemuda, pengenalan spektrum serta akar pemicu LGBT, hingga strategi konkret memutus rantai perundangan (bullying) dari sisi karakter pelaku.
“Jalanmu tidak akan pernah tersesat selagi engkau tahu arah kiblat,” pesan penuh makna Brigjen Pol. Solihin menutup orasi ilmiahnya di hadapan para santri.
Melalui pergelaran Seribu Santri Untuk Negeri 2026 ini, UIN Imam Bonjol Padang berharap ikatan silaturahmi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren di Sumatera Barat semakin kokoh dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. (mrh/gmn)
#Editor: RS Khadiva



"
/>






0 comments:
Post a Comment