PADANG, (GemaMedianet.com) | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang secara konsisten dan rutin melaksanakan kegiatan aktivasi serta pengetesan perangkat Early Warning System (EWS) setiap tanggal 26.
Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan seluruh sistem peringatan dini bencana tetap berada dalam kondisi prima, berfungsi optimal, dan siap siaga dioperasikan sewaktu-waktu saat terjadi keadaan darurat.
Pengetesan berkala tersebut mencakup dua infrastruktur utama mitigasi, yakni EWS sirene gempa dan tsunami serta EWS banjir yang tersebar di berbagai titik strategis di wilayah Kota Padang.
Berdasarkan data operasional, saat ini terdapat sebanyak 32 titik sirene EWS gempa dan tsunami yang membentang di sepanjang jalur pantai Kota Padang. Sementara itu, untuk pengawasan ancaman banjir, terpasang 18 titik EWS banjir di sepanjang aliran sungai utama yang melintasi kawasan pemukiman penduduk.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pengecekan dan aktivasi berkala merupakan prosedur operasional standar yang sangat krusial dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis teknologi.
“Pengecekan secara berkala sangat penting dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat EWS dalam kondisi siap digunakan. Sistem peringatan dini merupakan salah satu bagian vital dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di Kota Padang yang memiliki potensi ancaman gempa bumi, tsunami, dan banjir,” ujar Hendri Zulviton.
Deteksi Dini Gangguan Teknis dan Imbauan Ketenangan bagi Masyarakat
Melalui uji coba rutin yang dijadwalkan setiap tanggal 26 tersebut, tim teknis BPBD Kota Padang dapat secara langsung memantau kondisi fisik perangkat di lapangan, mendeteksi potensi gangguan sinyal, serta segera mengambil tindakan perbaikan apabila ditemukan adanya kerusakan komponen.
Sehubungan dengan bunyi sirene yang meraung-raung saat pengujian berlangsung, BPBD Kota Padang mengimbau kepada seluruh warga kota agar tetap tenang dan tidak merasa panik.
Masyarakat di sekitar jalur pantai maupun bantaran sungai diingatkan bahwa aktivitas suara sirene tersebut murni merupakan bagian dari pemeriksaan dan pemeliharaan sistem berkala, bukan tanda peringatan terjadinya bencana nyata.
Dengan kesiapan 32 titik EWS tsunami dan 18 titik EWS banjir ini, Pemerintah Kota Padang optimis sistem peringatan dini dapat terus diandalkan untuk melindungi keselamatan jiwa masyarakat serta membangun budaya sadar bencana yang berkelanjutan di kawasan pesisir barat Sumatera. (bpb/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment