SOLOK, (GemaMedianet.com) | Kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk penurunan kualitas udara di Solok, menggerakkan kepedulian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, H. Daswippetra, Dt Mjj Alam.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral wakil rakyat di tengah situasi darurat lingkungan, Daswippetra turun tangan menyalurkan total 20 ribu masker bagi masyarakat umum dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok.
Sebanyak 10 ribu masker telah didistribusikan kepada warga masyarakat, sementara 10 ribu masker lainnya disalurkan langsung ke sekolah-sekolah guna melindungi para pelajar yang tetap harus menjalankan aktivitas belajar.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran asap dipicu oleh kondisi atmosfer yang relatif kering selama musim kemarau, yang turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Dampak kabut asap ini tidak hanya menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, tetapi juga mengancam kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar. Di Solok Selatan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan sempat berada pada kategori tidak sehat, memaksa pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan penyesuaian kegiatan belajar dari rumah.
“Kita melihat sendiri bagaimana kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Anak-anak kita harus tetap belajar, tetapi kesehatan mereka jangan sampai dikorbankan. Masker ini adalah ikhtiar sederhana untuk memberikan perlindungan,” ujar Daswippetra, Sabtu (20/9/2026).
Respons Cepat Wakil Rakyat Hadapi Krisis Lingkungan
Daswippetra menekankan bahwa saat masyarakat dihadapkan pada persoalan krisis lingkungan dan kesehatan, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya menyampaikan keprihatinan lewat ucapan, melainkan harus hadir dengan tindakan nyata yang bisa dirasakan langsung.
Meskipun menyadari bahwa pembagian masker bukanlah penyelesaian akhir dari masalah kabut asap, langkah cepat ini diharapkan mampu meminimalisir dampak kesehatan bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
“Bagi saya, ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir dan bertindak sesuai kemampuan. Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan saat udara memburuk, dan menggunakan masker,” pungkasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah terus melakukan pemantauan ketat serta mengambil langkah strategis lanjutan agar kualitas udara segera membaik dan keselamatan kesehatan publik tetap terjamin. (mrh/gmn)









0 comments:
Post a Comment