PADANG, (GemaMedianet.com) | Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat terus mematangkan langkah strategis dalam menjaga kelestarian ekologi Ranah Minang. Sebagai komitmen nyata dalam menghadirkan payung hukum yang kokoh, Komisi IV menggelar forum diskusi kelompok terumpun atau Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan di Ruang Khusus II DPRD Sumbar, Senin (6/7/2026) kemarin.
08 July 2026
07 July 2026
Sertijab Kapolda Sumbar Berlangsung Haru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Resmi Pegang Tongkat Komando
✅Lepas Komjen Pol Gatot Tri Suryanta Menuju Lemhanas, Personel Tak Kuasa Menahan Air Mata _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Tampuk kepemimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat resmi berganti. Melalui upacara tradisi yang kental dengan nilai-nilai adat Minangkabau dan kemiliteran yang sakral, tongkat komando Kapolda Sumbar diserahterimakan dari pejabat lama, Komjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si, CSFA kepada pejabat baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, SIK. Prosesi pisah sambut yang berpusat di Markas Polda Sumbar tersebut berlangsung khidmat, meriah, sekaligus dilingkupi suasana haru mendalam, Senin (6/7/2026) kemarin.
Rangkaian suksesi kepemimpinan ini diawali sejak pagi hari saat kedatangan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama ketua Bhayangkari daerah yang baru. Langkah kakinya di gerbang markas disambut hangat dengan tarian tradisi adat Minang. Didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, jenderal bintang dua itu berjalan perlahan menyalami satu per satu jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolres, hingga ratusan personel yang telah lama menantikan kehadirannya.
Pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkari di Ranah Minang ini memuat catatan historis yang luar biasa. Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menorehkan prestasi langka sebagai satu-satunya Kapolda di Nusantara yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi bintang tiga (Komjen Pol) semasa aktif menjabat di daerah.
Pengabdian dan dedikasinya yang tinggi membawa alumni terbaik ini promosi menduduki jabatan strategis di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi inilah yang memicu rasa bangga sekaligus keharuan kolektif di kalangan warga Polda Sumbar saat melepas sang jenderal.
Warisan Kepemimpinan Tegas, Humanis, dan Religius
Selama satu tahun enam bulan menakhodai Polda Sumbar, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta melekat kuat di hati para anak buah dan elemen masyarakat. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, humanis, dan penuh kebapakan. Baginya, tidak ada istilah tanggal merah atau hari libur demi memberikan totalitas pelayanan keamanan bagi damba warga.
"Program beliau sangat menyentuh basis spiritualitas dan sosial. Diantaranya Gerakan Subuh Berjamaah (GSB), program One Day One Khatam, pemberian hadiah umrah bagi personel berprestasi, hingga aksi cepat tanggap menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir. Kami merasa sangat kehilangan sosok teladan yang bersahaja ini," ungkap salah seorang personel Polda Sumbar dengan mata berkaca-kaca.
Dalam sambutan terakhirnya di atas mimbar upacara, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan kerja sama yang terjalin solid selama ini.
“Tugas Polri untuk masyarakat, membentuk dan menjadikan Kamtibmas yang aman dan nyaman, adalah tugas mulia dan menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua. Sebagai manusia yang tidak sempurna, saya memohon maaf atas segala kekhilafan selama bertugas. Mari kita terus menjaga tali komunikasi dan silaturahmi ini,” tutur Gatot emosional.
Penyerahan Pataka dan Penghormatan Pedang Pora
Puncak upacara kedinasan ditandai dengan prosesi penyerahan Pataka Polda Sumbar secara khidmat di lapangan upacara setelah waktu Zuhur. Penyerahan panji kehormatan dari Komjen Pol Gatot kepada Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy tersebut menjadi simbol resmi beralihnya otoritas komando kepemimpinan korps institusi.
Pejabat Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, dalam pidato perdananya menyatakan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya atas rekam jejak emas yang ditorehkan oleh pejabat lama. Ia berkomitmen penuh untuk melanjutkan program unggulan yang ada demi menjaga muria institusi.
"Mari kita bersama-sama menjaga institusi Polri dengan adil dan baik. Wujudkan postur Polri yang senantiasa hadir untuk masyarakat, serta menjadikan stabilitas Kamtibmas di Sumatera Barat selalu dalam kondisi yang aman, tertib, dan nyaman," tegas mantan pejabat intelijen tersebut.
Acara pamungkas ditutup dengan tradisi pelepasan Pedang Pora. Di bawah hunusan pedang para perwira elit Polda Sumbar, Komjen Pol Gatot beserta istri berjalan perlahan menuju pintu gerbang luar. Isak tangis dari sejumlah personel pecah saat bersalaman terakhir kali, sebelum sang jenderal menaiki kendaraan dinasnya dengan dikawal ketat pasukan Brimob menuju tempat tugas yang baru. Selamat datang Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, selamat jalan Komjen Pol Gatot Tri Suryanta. (gmn)
#Editor : Marzuki RH
Realisasikan Progul Padang Juara, Wako Fadly Amran Boyong Delegasi ke Guangdong China
PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran terus membuktikan keseriusannya dalam membuka keran akselerasi pendidikan internasional bagi generasi muda Kota Tercinta.
SEIBA International Festival ke-4 Resmi Dibuka di UIN Imam Bonjol Padang
PADANG, (GemaMedianet.com) | Kota Padang sukses menancapkan posisinya sebagai salah satu pusat gravitasi akademik dan kebudayaan Islam di panggung internasional. Perhelatan akbar South East Asia Islamic Higher Education Awards (SEIBA) International Festival ke-4, yang mempertemukan rupa-rupa perguruan tinggi Islam ternama dari dalam dan luar negeri, resmi ditabuh dalam sebuah wadah kolaborasi multikultural yang megah.
Jalur Sejarah Rusak Parah, Nofrizon Interupsi Gubernur Desak Perbaikan Jalan di Agam
✅Ruas Padang Luar–Matur–Palembayan Kupak-Kapik, Pemprov Sumbar Diminta Segera Turun Tangan _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Kondisi infrastruktur jalan provinsi di wilayah Kabupaten Agam yang kian memprihatinkan memicu reaksi keras dari gedung parlemen. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Nofrizon, melayangkan desakan kuat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk segera mengambil tindakan konkret memperbaiki titik kerusakan parah di sepanjang ruas jalan strategis tersebut.
Ketegangan politik ini mencuat secara langsung dalam rapat paripurna DPRD Sumbar beragendakan penyampaian Nota Pengantar oleh Gubernur Sumatera Barat terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang Utama, Senin (6/7/2026) kemarin.
Di hadapan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, jajaran unsur Forkopimda, serta segenap anggota dewan, Nofrizon dengan lantang mengandalkan hak interupsi untuk menyuarakan penderitaan masyarakat pengguna jalan di daerah pemilihan (dapil) tersebut.
Dalam interupsi tajamnya, Nofrizon menyoroti dua urat nadi transportasi utama di Kabupaten Agam yang kini kondisinya sudah kupak-kapik, yakni ruas jalan provinsi penghubung Padang Luar–Matur–Palembayan, serta ruas Padang Luar–Matur–Lubuk Basung. Menurutnya, pembiaran kerusakan jalinan aspal ini tidak hanya melumpuhkan pergerakan ekonomi lokal, melainkan juga mencederai nilai histori Ranah Minang.
“Jalur Padang Luar–Matur–Palembayan dan Lubuk Basung ini bukan sekadar akses transportasi biasa. Jalan ini merupakan salah satu ikon sekaligus jalur bersejarah yang sangat penting di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi tidak boleh lamban, perbaikan harus segera dilakukan secara darurat,” tegas Nofrizon di tengah forum paripurna.
Akses Utama Ekonomi dan Pariwisata yang Terhambat
Kerusakan menahun pada rute legendaris ini dilaporkan telah memicu gelombang keluhan dari sopir angkutan, pedagang komoditas pertanian, hingga pelaku sektor pariwisata. Kubangan air dan struktur jalan yang amblas kerap mengakibatkan kecelakaan lalu lintas serta kemacetan yang merugikan produktivitas warga sekitar.
Nofrizon menilai, sebagai jalur penghubung pusat pemerintahan Kabupaten Agam di Lubuk Basung dengan kawasan penyangga ekonomi di Bukittinggi-Padang Luar, Pemprov Sumbar harus memprioritaskan pengalokasian anggaran pemeliharaan dalam kebijakan anggaran terdekat.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang mendengarkan langsung interupsi tersebut, mencatat secara serius poin kedaruratan infrastruktur yang disampaikan oleh perwakilan rakyat daerah Agam ini untuk kajian taktis bersama Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar.
Terpisah Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armizoprades menyebut akan melaksanakan tindakan segera pasca kajian teknis yang tengah dilakukan. "Terpenting, untuk hal ini kita segeralah," tukasnya singkat memasuki kendaraannya di halaman gedung rakyat yang berada di kawasan Khatib Sulaiman tersebut . (mrh/gmn)
#Editor: RS Khadiva
Warga Geram, SPBU Muaro Kiawai Diduga Lakukan Praktik Langsiran Pertalite
✅Layanan Ditutup Sore Hari dengan Alasan Kuota Habis, Camat Gunung Tuleh: Sudah Dua Minggu Masyarakat Antre Panjang _
PASBAR, (GemaMedianet.com) | Praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali memantik gejolak di tengah masyarakat. Warga Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, melayangkan protes keras terhadap manajemen dan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Muaro Kiawai dengan nomor registrasi 13.265.525. Pengelola diduga kuat sengaja menghentikan sepihak penjualan BBM jenis Pertalite kepada pengendara umum, meski indikator tangki penampungan disinyalir masih terisi penuh.
Ketegangan tersebut memuncak pada Minggu (5/7) sore sekitar pukul 17.00 WIB di jembatan stasiun pengisian yang terletak di kawasan Jorong Kampung Alang. Ratusan pengendara yang terjebak dalam antrean panjang harus menelan kekecewaan setelah petugas mendadak menutup keran pengisian subsidi dengan dalih kuota harian telah terpenuhi.
Aksi penolakan pelayanan ini direkam oleh salah seorang pengendara, Junir Sutan Rajo Ameh, yang kemudian mengunggah rekaman video tersebut ke dapa jagat media sosial Facebook hingga viral. Dalam video berdurasi pendek tersebut, terlihat jelas visualisasi antrean kendaraan yang mengular serta indikator kapasitas tangki pengisian yang diduga masih menyisakan ribuan liter bahan bakar.
“Kami datang ke sini untuk membeli minyak, bukan meminta gratisan. Kapasitas tangki di SPBU ini mencapai 8.000 liter, dan kemungkinan besar isinya masih tersisa separuh lagi. Namun, mengapa petugas menolak melayani kami secara duga semena-mena?” cetus Junir Sutan Rajo Ameh dengan nada kesal dalam unggahan videonya.
Aktivitas Langsiran Tengah Malam dan Modus Non-Resmi
Penutupan layanan secara mendadak pada sore hari tersebut memicu kecurigaan mendalam dari warga sekitar mengenai adanya dapa praktik penimbunan atau langsiran. Modus langsiran ini diduga sengaja menyalurkan BBM subsidi ke pihak-pihak tertentu di luar jalur antrean resmi demi meraup damba keuntungan margin harga yang lebih tinggi.
Seorang sumber lokal berinisial K (40) membeberkan bahwa skenario penutupan ini bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah menjadi damba siklus ditiap mingguan. Layanan pengisian sengaja diklaim habis saat matahari tenggelam, namun duga aktivitas pengisian disinyalir kembali bergeliat secara dapa sembunyi-sembunyi pada tengah malam hingga dini hari.
"Setiap tengah malam sering terdengar suara musik keras dari arah SPBU. Di balik kebisingan musik tersebut, diduga kuat tengah dilaikkan aktivitas pengisian langsiran berskala besar untuk ditiap jeriken atau mobil modifikasi. Bahkan sempat ada dapa tawaran pengisian non-resmi dengan nominal Rp250.000 per kali pengisian, sebelum akhirnya ditiap praktik itu ditiap dihentikan tanpa alasan jelas," ungkap K kepada media ini.
Camat Mengecam, Desak Pertamina dan Aparat Turun Tangan
Kondisi karut-marut draf pelayanan energi ini memancing reaksi keras dari otoritas wilayah setempat. Camat Gunung Tuleh, Perdinan Ujang, mengecam keras dapa diskriminasi pelayanan yang dilaikkan oleh dapa pengelola SPBU Muaro Kiawai dan menuntut hak damba keadilan bagi damba warga umum.
"Sudah dua minggu terakhir masyarakat harus mengantre panjang hingga dua ratus meter hanya untuk mendapatkan Pertalite. Kita tidak menampik adanya aktivitas langsiran untuk kebutuhan lain di luar, tetapi jangan korbankan hak masyarakat umum. Tolong layani mereka dengan adil," tegas Perdinan Ujang.
Guna mengurai benang kusut antrean, Camat meminta manajemen SPBU melakukan penambahan pompa operasional. Skema yang ditawarkan adalah membagi fungsi pompa, dua unit khusus melayani kendaraan masyarakat umum dan satu unit dialokasikan untuk keperluan lainnya secara transparan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Muaro Kiawai terkesan bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi. Pesan konfirmasi yang dikirimkan redaksi melalui aplikasi WhatsApp belum mendapatkan respons apa pun. Ketiadaan jawaban ini memicu pertanyaan besar di tengah publik terkait aspek transparansi dan akuntabilitas niaga subsidi negara.
Masyarakat mendesak Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat, Pertamina Regional, dan aparat penegak hukum (APH) setempat untuk segera turun ke lapangan guna menyelidiki dugaan tindak pidana penyimpangan distribusi BBM subsidi yang jelas-jelas melanggar aturan hukum dan merugikan hajat hidup orang banyak tersebut. (Dolop/gmn)
#Editor: Marzuki RH
Sambut Indonesia Emas 2045, Ketua DPRD Muhidi Dorong Kepala Sekolah Perkuat Kepemimpinan Visioner
PADANG, (GemaMedianet.com) | Anggota legislatif dan segenap insan pendidikan di Sumatera Barat terus mematangkan cetak biru pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global. Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Ranah Minang untuk memperkuat rupa-rupa instrumen kepemimpinan yang visioner, adaptif, serta inspiratif dalam menakhodai lembaga pendidikan formal.













