14 June 2020

Ganti Rugi Lahan Belum Jelas, Pemilik Kembali Tutup Akses Masuk SDN 09 Koto Luar Pauh


PADANG, (GemaMedianet.com— Tak kunjung ada kepastian terkait pembayaran ganti kerugian atas lahan SD Negeri 09 Koto Luar Pauh oleh Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Pendidikan Kota Padang, pemilik lahan terpaksa memagari pintu masuk sekolah dengan seng, Minggu (14/6/2020).

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pemagaran akses masuk SD Negeri 09 Koto Luar Pauh menggunakan seng dilakukan pihak pemilik lahan sekitar pukul 10.00 WIB pagi.

"Ya, penutupan akses ke SD Negeri 09 Koto Luar Pauh dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi ke oleh pihak pemilik lahan,” ungkap warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut ketika dikonfirmasi media ini.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pintu sebagai akses masuk ke sekolah hanya digembok, dan para guru masih bisa ke dalam dengan cara memanjat pagar sekolah.

Sebelumnya, awalnya pemilik lahan berpikiran terkait ganti rugi lahan segera final. Namun, ternyata hal itu masih jauh dari harapan. Kondisi itu memicu kekecewaan pemilik lahan untuk menutup akses masuk ke SD 09 Koto Luar Kec. Pauh Kota Padang Sumatera Barat dengan cara menggembok.

H. Ismail sewaktu ditemui awak media, memaparkan kronologis penggembokan SD 09. Dituturkannya, hal itu terjadi karena Pihak Pemko melalui Dinas Pendidikan Kota Padang selaku pengambil kebijakan terkesan ingkar janji. Padahal, pihak dinas berjanji akan melakukan pembayaran setelah pemilik tanah dapat menunjukan dan mengantongi seluruh dokumen yang diperlukan sebagai syarat pengajuan pembayaran sebagian lahan yang terpakai di SD 09.

"Kami lalu melengkapi semua syarat yang diminta oleh pihak Dinas terkait, setelah semua dokumen yang diperlukan dilengkapi, kami pun diminta menunggu, dan datang kembali sesuai jadwal yang telah disepakati," ungkap Ismail di kediamannya Komplek Perumahan Waluyo Kec.Pauh Kota Padang, Senin (8/6) lalu.

Sayangnya, lanjut Ismail, saat datang sesuai jadwal yang dijanjikan, justru pihaknya mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan dari staf dinas yang biasa ditemui terkait pengurusan lahan.

"Dana ganti kerugian atas lahan bapak ada, namun belum bisa di cairkan karena pandemi Covid-19," kata staf tersebut seperti dituturkan Ismail.

Ismail juga menambahkan, sesungguhnya pihaknya tidak ingin melakukan penggembokan. Apalagi pihaknya sangat mengerti dan faham bahwa sekolah tersebut sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat. Terutama jelang memasuki tahun ajaran baru.

"Namun bagaimana dengan perasaan kami yang serasa telah dipermainkan dan dikecewakan," ucapnya.

Meski demikian, pihaknya pasti akan membuka kembali gemboknya, jika sudah ada titik terang ganti rugi lahan.

"Ada kepastian hitam di atas putih terkait penggantian lahan tersebut," tegas Ismail.

Di tempat terpisah, Kadis Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan, pencairan dana ganti kerugian atas lahan warga yang terpakai oleh SD 09 masih berjalan dan sedang dibahas oleh tim.

Menurutnya, untuk pencairan tentu butuh proses, dan ada mekanismenya.

"Nanti jika sesuai jadwalnya kita bayarkan, kita lunaskan. Anggarannya sudah ada, dan akan direalisasikan tahun 2020 ini," terang Habibul Fuadi di kantornya, Rabu (10/6) seperti dikutip dari mediaportalanda.

Sekaitan itu lah Habibul berharap pemilik lahan dapat bersabar, dan aparatur pemerintahan yang ada di tingkat Kecamatan serta Kelurahan serta masyarakat setempat hendaknya juga ikutserta mendukung, agar proses pelaksanaan pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya. (em/tim)

0 komentar:

Post a Comment

Prakiraan Cuaca

Iklan

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

RUANG IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER