04 September 2026

Terima Penghargaan dari Gubernur Lemhannas RI, Rektor UIN Bukittinggi Tekankan Sinergi Multi-Pihak Perkuat Ketahanan Nasional



PADANG, (GemaMedianet.com) | Agenda Lemhannas Goes to Campus yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Kamis (3/9/2026), menjadi forum strategis penguatan wawasan kebangsaan di Sumatera Barat.

Diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar—mulai dari pimpinan Pemprov Sumbar, Pangdam, Kapolda, Lantamal, Ketua LKAAM, Ketua MUI—serta sekitar 20 pimpinan perguruan tinggi se-Sumbar, helat ini sukses membangun konsolidasi antar-elemen bangsa.

Salah satu momen krusial dalam pertemuan akbar tersebut adalah penganugerahan penghargaan dari Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., kepada Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., atas dedikasi dan kontribusinya dalam penguatan pendidikan karakter kebangsaan.

Prof. Silfia Hanani menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan sebuah kehormatan institusional yang menjadi amanah bagi seluruh keluarga besar UIN Bukittinggi.

“Penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Saya memaknainya sebagai bentuk apresiasi sekaligus amanah untuk terus memberikan kontribusi melalui perguruan tinggi dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional,” ujar Prof. Silfia Hanani, Jumat (4/9/2026).

Perguruan Tinggi sebagai Benteng Karakter dan Sinergi Multi-Pihak

Prof. Silfia menegaskan bahwa lembaga perguruan tinggi memiliki kedudukan yang sangat fundamental. Perguruan tinggi tidak sekadar menjadi tempat mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak SDM berkarakter dan memiliki kecintaan pada tanah air.

“Mahasiswa bukan hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, rasa kebangsaan, kemampuan membaca perubahan, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembentukan ketahanan nasional tidak mungkin dibebankan pada satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, institusi pertahanan-keamanan, tokoh adat, pimpinan agama, serta perguruan tinggi.

“Dinamika perubahan sosial dan teknologi berjalan amat cepat. Karena itu, perguruan tinggi harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang memberikan solusi nyata serta menjaga persatuan bangsa,” pungkas Prof. Silfia.

Kehadiran lintas tokoh di forum ini membuktikan bahwa Sumatera Barat siap menjadi garda terdepan dalam merawat integrasi nasional berbasis nilai kebudayaan dan keagamaan. (uin/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive