PALUPUH, (GemaMedianet.com) | Musibah kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah permanen milik Ernida (56) di Sawah Kareh, Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Kamis (3/9/2026) siang.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp350 juta setelah rumah, satu unit mobil Honda Jazz, puluhan tabung gas, hingga barang dagangan ludes dilalap si jago merah.
Peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.10 WIB oleh seorang warga setempat, Hendri Yanto. Ia melihat kobaran api dan kepulan asap tebal membumbung dari atap seng rumah korban.
Sontak, ia segera memberitahukan tetangga sekitar dan melaporkan kejadian ini kepada jajaran Polsek Palupuh.
Menerima laporan darurat, Kapolsek Palupuh beserta dua personel piket langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memimpin aksi tanggap darurat awal.
Aksi Cepat Warga, Pengamanan Lalu Lintas, dan Respons Damkar Gabungan
Di lokasi kejadian, Kapolsek Palupuh mengarahkan warga sekitar untuk melakukan upaya pemadaman mandiri memanfaatkan sumber air kolam di belakang rumah korban. Sementara itu, petugas kepolisian lainnya melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan di sekitar lokasi.
Upaya gotong-royong warga dan kepolisian berhasil menjinakkan kobaran api utama sekitar pukul 14.50 WIB.
Tak lama berselang, sekira pukul 15.05 WIB, empat unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar)—terdiri dari tiga unit Damkar Kabupaten Agam dan satu unit Damkar Kota Bukittinggi—tiba di lokasi untuk melakukan proses pendinginan dan pemadaman menyeluruh.
“Sekira pukul 15.30 WIB, api telah padam secara total. Selain rumah permanen berukuran 8x10 meter, satu unit mobil Honda Jazz BA 1290 LK, sekitar 20 tabung gas, perabotan rumah, serta barang dagangan berupa makanan kucing hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp350.000.000,” terang Kapolsek Palupuh, IPTU M. Raufudin Silitonga, S.H.
Setelah pemadaman usai, kepolisian langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line) demi kepentingan penyelidikan lanjutan.
“Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting arus listrik,” tutup IPTU M. Raufudin Silitonga. (iic/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment