01 October 2026

Paripurna Istimewa HUT ke-81 Sumbar: Refleksi Ketangguhan dan Langkah Maju Menuju Sumbar Tumbuh–Tangguh



PADANG, (GemaMedianet.com) | Perayaan puncak Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-81 Tahun 2026 berlangsung dalam suasana khidmat, megah, dan penuh makna strategis. Puncak peringatan tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, 1 Oktober 2026, yang menjadi momentum evaluasi capaian pembangunan sekaligus refleksi menatap masa depan Ranah Minang.

Sidang paripurna yang sarat gengsi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting tingkat nasional maupun mancanegara. Hadir secara langsung Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, didampingi Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi, S.P.

Menariknya, sidang paripurna ini juga disaksikan secara virtual oleh Tan Sri Dato’ Seri Panglima Dr. Rais Yatim, Presiden Senat Malaysia periode 2020–2023, yang menyapa peserta sidang melalui Zoom Meeting.

Kehadiran para tokoh penting tersebut turut disempurnakan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar, anggota DPR dan DPD RI asal pemilihan Sumbar, pimpinan dan anggota DPRD Sumbar, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, akademisi perguruan tinggi, tokoh organisasi keagamaan, hingga perwakilan tokoh masyarakat dan perantau.

Refleksi 81 Tahun: Dari Ketangguhan Bencana hingga Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Dalam pidato pengantarnya, Ketua DPRD Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, MM, menegaskan bahwa angka 81 tahun bukanlah sekadar penanda usia kronologis, melainkan ruang kontemplasi untuk menakar rekam jejak perjuangan, capaian pembangunan, serta warisan yang akan diwariskan kepada generasi penerus.

Muhidi secara khusus menyoroti keturunan darah ketahanan masyarakat Sumatera Barat yang telah berkali-kali diuji oleh berbagai tragedi besar—mulai dari gempa bumi dahsyat 2009, hantaman pandemi Covid-19, hingga bencana hidrometeorologi beruntun. Seluruh ujian tersebut telah menempa mental masyarakat Sumbar menjadi pribadi yang adaptif dan tahan banting.

“Hari Jadi Sumbar menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan daerah, capaian pembangunan, tantangan yang dihadapi, sekaligus memikirkan warisan yang akan diberikan kepada generasi berikutnya,” ungkap Muhidi di hadapan ratusan peserta sidang.

Dari aspek pembangunan manusia, pimpinan DPRD memaparkan capaian gemilang dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat menyentuh angka 77,27. Sementara itu, tingkat kemiskinan per Maret 2026 berhasil ditekan hingga angka 5,27 persen dengan Indeks Gini tercatat stabil di angka 0,285.

Fokus perhatian dewan juga diarahkan pada sektor pendidikan, pengembangan generasi muda, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Muhidi menekankan pentingnya memberikan akses luas terhadap penguasaan teknologi, digitalisasi, perluasan pasar, dan skema pembiayaan agar UMKM Minang mampu naik kelas.

Selain itu, identitas kultural yang bersendikan filosofi “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK)” ditegaskan sebagai jangkar moral di tengah gelombang arus globalisasi. Aspek mitigasi bencana berbasis kesiapsiagaan juga mutlak diintegrasikan ke dalam setiap perencanaan pembangunan mengingat tingginya kerentanan geografis Sumatera Barat terhadap ancaman gempa, tsunami, letusan gunung api, serta longsor.

Gubernur Mahyeldi: Indikator Makro Menuju Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi dalam sambutan resminya menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi harmonis antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat. Ia menyatakan bahwa peringatan HUT ke-81 ini momentum memperkuat komitmen menuntaskan berbagai agenda pembangunan.

Gubernur memaparkan sejumlah indikator fundamental ekonomi daerah, di mana pertumbuhan ekonomi Sumbar pada Triwulan II 2026 tercatat tumbuh solid sebesar 4,54 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian makro ini harus terus dikonversi secara merata melalui perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan riil masyarakat.

Mengusung tema besar peringatan tahun ini, “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh,” Mahyeldi merinci esensi dari tema tersebut:

Sumbar Tumbuh: Menggambarkan tekad kolektif untuk terus mendongkrak kualitas hidup, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas generasi muda.

Sumbar Tangguh: Merefleksikan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai guncangan krisis, bangkit dari kesulitan, serta memperkokoh fondasi sosial, budaya, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Rapat Paripurna Istimewa ini ditutup dengan seruan moral agar seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan para perantau di perantauan—terus merapatkan barisan bergerak bersama demi mewujudkan Sumatera Barat yang maju, sejahtera, berbudaya, dan siap menyongsong masa depan gemilang. (mrh/gmn)

#Editor: RS Khadiva

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

" />

Blog Archive