19 September 2026

Optimalkan Kebun B2SA, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong KWT Jadikan Pekarangan Benteng Ketahanan Pangan Keluarga



PADANG, (GemaMedianet.com) | Ketahanan pangan keluarga harus dimulai dari langkah nyata di lingkungan terkecil tanpa harus menunggu lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Pesan tajam tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., saat hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima bantuan bibit tanaman, unggas, dan pakan tahun 2026.

Kegiatan strategis yang dihelat melalui kolaborasi erat bersama Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat ini diarahkan penuh untuk memperkuat program Kebun B2SA, yakni penyediaan pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman.

Muhidi menegaskan, pekarangan rumah yang selama ini kerap dibiarkan kosong menyimpan potensi besar sebagai benteng pertahanan ekonomi dan gizi keluarga apabila dikelola secara serius.

“Jangan biarkan pekarangan menjadi lahan tidur. Kalau bisa menghasilkan pangan sendiri, mengapa harus dibiarkan kosong? Pemanfaatan pekarangan adalah langkah konkret menekan pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga,” ujar Muhidi.

Perkuat Pemberdayaan KWT dan Keberlanjutan Bantuan

Dalam pemaparannya, politisi senior ini memberikan apresiasi tinggi kepada para anggota KWT yang selama ini aktif menggerakkan sektor pertanian dan ketahanan pangan berbasis keluarga di tengah masyarakat.

Menurutnya, kaum perempuan yang tergabung dalam KWT memegang peran sentral dalam membangun kemandirian pangan dari lingkup rumah tangga.

Meski pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa bibit tanaman, unggas, dan pakan, Muhidi mengingatkan agar dukungan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni penyerahan.

“Bantuan harus dirawat, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kekompakan kelompok menjadi kunci agar pengelolaan kebun dan ternak ini berbuah peningkatan ekonomi yang nyata,” tambahnya.

Suasana Bimtek semakin interaktif ketika sesi dialog dibuka bagi para peserta. Sejumlah perwakilan KWT, termasuk Mursida dari Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, aktif mengajukan pertanyaan seputar teknis praktis beternak ayam.

Antusiasme ini membuktikan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada ketersediaan logistik bantuan, melainkan membutuhkan transfer pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan yang intensif.

DPRD Provinsi Sumatera Barat, pungkas Muhidi, berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung program pemberdayaan perempuan serta ketahanan pangan berbasis masyarakat demi mewujudkan kemandirian keluarga di Ranah Minang. (mrh/gmn)

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive