LUBUKBASUNG, (GemaMedianet.com) | Kasus dugaan keracunan makanan secara masal melanda ratusan warga di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Palupuh bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif serta penanganan medis darurat di lapangan.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan mencapai sekitar 280 orang.
Para korban terdiri atas siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga deretan guru serta wali murid yang mengonsumsi makanan terkait.
Kapolsek Palupuh, Iptu M Raufuddin Silitonga, mengonfirmasi bahwa personel kepolisian telah diturunkan ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti serta memetakan kronologi dugaan keracunan masal tersebut.
“Dugaan keracunan makanan di Kecamatan Palupuh terus mendapat penanganan maraton. Jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan cukup besar dan kasus tersebut melibatkan warga sekolah dari sejumlah jenjang pendidikan,” ujar Kapolsek Palupuh Iptu M Raufuddin Silitonga, Rabu (2/9/2026).
Gejala Medis, Rujukan RSUD, dan Uji Sampel Laboratorium
Keluhan medis yang mendominasi para korban antara lain pusing kepala, pusing perut, mual hebat, muntah, hingga demam tinggi.
Dari total 280 korban yang terdata, sebanyak dua orang pasien telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk penanganan intensif dokter spesialis, sementara sisanya mendapatkan pemantauan ketat di Puskesmas Palupuh dan posko kesehatan terpadu.
Guna memastikan sumber pencemaran, Dinas Kesehatan Agam dan BBPOM telah mengambil sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium toksikologi.
“Seluruh korban berada dalam tahap pemantauan dan perawatan intensif. Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa. Kami masih menunggu hasil resmi uji laboratorium dari Dinkes dan BPOM untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi,” tegas Iptu M Raufuddin Silitonga.
Koordinasi lintas sektor juga digalang bersama perangkat Nagari, pihak sekolah, wali murid, hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) demi memastikan pemulihan fisik para korban berjalan optimal. (wmn/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment