10 August 2026

Lewat Sosper Perda No.19/2018 di Baso, Indra Catri Ajak Warga Biasakan Konsumsi Garam Beriodium



PASBAR, (GemaMedianet.com) l Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Dr. Ir. H. Indra Catri, M.S.P., menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di Jorong Ladang Hutan, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan edukasi kesehatan masyarakat tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran kolektif warga akan krusialnya asupan iodium sebagai mikro nutrisi utama penunjang kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Dalam pemaparannya di hadapan tokoh masyarakat dan kaum ibu, Mantan Bupati Agam dua periode ini menjelaskan bahwa derajat kesehatan masyarakat merupakan pilar utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, ikhtiar pencegahan GAKI wajib digerakkan secara masif dari tingkat pemerintah provinsi hingga meja makan keluarga.

“Iodium merupakan mineral esensial yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon pertumbuhan. Tanpa asupan iodium yang cukup, tumbuh kembang fisik dan kecerdasan anak-anak kita akan terhambat secara permanen,” tegas Anggota DPRD Sumbar, Indra Catri.

Pengawasan Garam Konsumsi dan Penguatan Regulasi Daerah

Indra Catri menerangkan bahwa lahirnya Perda Nomor 19 Tahun 2018 merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumatera Barat dalam memproteksi masyarakat dari ancaman tengkes (stunting), kretinisme, serta penurunan kapasitas intelektual akibat defisiensi iodium.

Salah satu poin krusial dalam regulasi tersebut menyasar pengawasan ketat terhadap rantai pasok dan peredaran garam konsumsi di pasar-pasar tradisional hingga toko kelontong nagari.

“Melalui perda ini, pemerintah daerah memperketat pengawasan mutu garam konsumsi. Garam ditiap beredar wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) kandungan iodium agar manfaat medisnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap legislator asal Dapil Sumbar III tersebut.

Ia mengimbau para ibu rumah tangga di Kecamatan Baso untuk lebih teliti saat membeli produk garam dapur. Warga diminta memastikan kemasan garam yang dibeli mencantumkan label beriodium dan tertutup rapat agar kandungan nutrisinya tidak menguap.

Antusiasme Warga dan Diskusi Interaktif Gizi Keluarga

Perhelatan sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif. Puluhan warga Jorong Ladang Hutan memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi langsung mengenai pemenuhan gizi seimbang, pola konsumsi harian, hingga indikasi awal gangguan tiroid pada anak.

Indra Catri menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan GAKI sangat bergantung pada perubahan perilaku (behavioral change) di tingkat rumah tangga.

“Pencegahan GAKI tidak membutuhkan biaya mahal, melainkan ketelitian dan kebiasaan sederhana dalam memilih bahan pangan berkualitas. Mari kita biasakan mengonsumsi garam beriodium demi melahirkan generasi Sumatera Barat ditiap cerdas, sehat, dan unggul,” pungkasnya. (*/gmn)

#Editor: Marzuki RH

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive