Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembukaan kegiatan Coaching Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award (PRA) Sesi II Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai I Universitas Eka Sakti, Sabtu (5/9/2026).
Pada perhelatan Sesi II ini, Padang Rancak Award berfokus mendorong akselerasi pemilahan sampah organik sejak dari sumbernya, terutama sampah sisa makanan rumah tangga, guna menekan volume timbulan sampah yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Guna menjamin mutu penilaiaan di lapangan, sebanyak 312 mahasiswa UNES dibekali pelatihan khusus sebelum diterjunkan langsung untuk menilai dan melakukan verifikasi di 3.456 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Padang.
“Para mahasiswa penilai dibekali prinsip integritas, objektivitas, serta pendekatan edukatif. Kehadiran mereka di tengah warga tidak hanya memverifikasi data, melainkan mengedukasi masyarakat agar membudayakan pemilahan sampah organik dari rumah demi mewujudkan Kota Padang yang bersih dan rancak,” rilis panitia DLH Kota Padang.
Pelibatan elemen mahasiswa sebagai verifikator independen menjadi instrumen penting dalam membangun akuntabilitas penilaian sekaligus menggerakkan partisipasi aktif warga di tingkat jorong dan RT.
Pemko Padang menegaskan bahwa penanganan masalah sampah perkotaan memerlukan intervensi struktural yang dibarengi dengan perubahan perilaku (behavioral change) warga secara masif.
Melalui gerakan pemilahan sampah sisa makanan dari dapur warga, Pemko Padang optimistis mampu memperpanjang usia pakai TPA Air Dingin, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menciptakan lingkungan pemukiman perkotaan yang sehat dan asri. (hkp/gmn)









0 comments:
Post a Comment