✅Prof Martin Kustanti Apresiasi Dedikasi Delapan Dekade Polri: Harapkan Pelayanan Hukum yang Semakin Humanis _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 mendapatkan apresiasi mendalam dari kalangan akademisi tinggi di Sumatera Barat. Korps Bhayangkara dinilai telah berhasil mengawal stabilitas nasional secara konsisten, namun ke depan dituntut untuk mempererat kolaborasi dengan sektor pendidikan demi membentengi generasi muda dari rupa-rupa distorsi sosial dan radikalisme digital.
Apresiasi dan harapan tersebut disuarakan langsung oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustanti, M.Pd. Atas nama seluruh civitas akademika, ia melayangkan ucapan selamat atas perjalanan panjang delapan dekade pengabdian kepolisian dalam menjaga keamanan koridor nusantara.
"Delapan puluh tahun merupakan potret perjalanan yang sangat panjang bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kami melihat dedikasi yang tinggi dalam menjaga keamanan dalam negeri, menegakkan hukum secara adil, serta melayani lapisan masyarakat dengan penuh tanggung jawab," ungkap Prof. Martin Kustanti dalam pernyataan resminya di Padang, Rabu (1/7).
Membangun Kamtibmas Berbasis Edukasi
Dalam refleksi historis ini, Profesor perempuan terkemuka di Sumatera Barat tersebut menitipkan harapan besar bagi transformasi Polri di masa depan. Ia menekankan bahwa profesionalisme kepolisian akan semakin diuji oleh kompleksitas dinamika sosial, sehingga pendekatan hukum formal harus diimbangi dengan tindakan persuasif yang humanis agar institusi ini selalu mendapat tempat di hati publik.
"Kami berharap Polri senantiasa tumbuh menjadi institusi yang tidak hanya profesional di bidang penegakan hukum, tetapi juga humanis dalam berinteraksi, serta semakin terpercaya di mata masyarakat luas," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prof. Martin menggarisbawahi bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di lingkungan kampus maupun publik tidak bisa dilahirkan hanya melalui tindakan represif aparat. Dunia pendidikan dan kepolisian harus berdiri sejajar sebagai mitra strategis dalam merumuskan langkah-langkah preventif.
Kerja sama preventif tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi hukum kesadaran dini, penanggulangan bahaya narkotika di kalangan mahasiswa, hingga literasi digital untuk menangkal penyebaran berita bohong (hoaks).
"Mari kita perkuat tali sinergi antara dunia akademis dan aparat penegak hukum untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera. Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia, delapan puluh tahun mengabdi untuk masyarakat dan bangsa," pungkas Rektor UIN Imam Bonjol Padang tersebut. (tbs/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment