✅Mantan Wali Kota Padang Serukan Penguatan Sinergitas Institusi Hukum Bersama Pemuka Adat _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Kemitraan strategis antara aparat penegak hukum dan lembaga adat fungsional di Sumatera Barat semakin diperkokoh dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Institusi kepolisian dinilai berhasil merajut komunikasi yang harmonis dengan pemuka adat guna menyelesaikan berbagai dinamika sosiologis di tingkat nagari secara damai dan berkeadilan.
Apresiasi tinggi tersebut disuarakan langsung oleh Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Nan Sati. Atas nama pucuk pimpinan kaum adat di Ranah Minang, ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang memperingati hari jadinya pada 1 Juli.
Mantan Wali Kota Padang dua periode ini mengungkapkan bahwa peran kepolisian sangat vital dalam menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus melayani masyarakat secara tulus dan profesional. Kehadiran personel Polri di tengah pemukiman warga dinilai mampu menghadirkan rasa aman yang substantif.
“Atas nama LKAAM Sumatera Barat, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian, dedikasi tanpa lelah, serta kerja keras yang selama ini ditunjukkan oleh seluruh insan Polri. Semoga di usia ke-80 tahun ini, Polri semakin PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan), semakin dicintai oleh rakyat, dan terus berdiri tegak sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang memiliki integritas moral tinggi,” ujar Fauzi Bahar Datuak Nan Sati di Padang, Rabu (1/7/2026).
Harmonisasi Hukum Positif dan Hukum Adat
Tokoh adat terkemuka Sumatera Barat yang tampil berwibawa dengan pakaian adat khas Minangkabau tersebut menggarisbawahi relevansi tema besar yang diusung kepolisian tahun ini, yaitu “Polri untuk Masyarakat”. Menurutnya, substansi dari tema tersebut sangat cocok diimplementasikan di Sumatera Barat melalui prinsip musyawarah dan mufakat.
Fauzi Bahar berharap sinergitas antara korps baju cokelat dengan para pemuka adat (ninik mamak) serta seluruh elemen fungsional masyarakat Minangkabau dapat terus terjalin erat. Kolaborasi ini dinilai sangat penting dalam memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di berbagai wilayah luhak dan rantau.
Penyelesaian rupa-rupa perkara sosial berskala kecil di tingkat bawah diselesaikan secara arif melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) yang memadukan hukum positif negara dan kearifan lokal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Menutup keterangannya dengan penuh semangat nasionalisme, tokoh yang dikenal tegas dalam membela nilai-nilai kemasyarakatan ini melemparkan pesan pemersatu bangsa. “Jayalah Polri, Jayalah Indonesia!” pungkas Ketua Umum LKAAM Sumbar tersebut. (tbs/gmn)
#Editor: Marzuki RH .









0 comments:
Post a Comment