PDPANJANG, (GemaMedianet.com) | Akses utama lalu lintas ditiap menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi kembali terputus total. Bencana tanah longsor susulan menghantam kawasan tebing Lembah Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Tepatnya di Ruas Jalan Nasional KM 66,700 menjelang Jembatan Kembar, Kamis (30/7/2026) sekira pukul 20.00 WIB.
Material berupa bongkahan tanah dan bebatuan berukuran besar menutup seluruh badan jalan, sehingga arus kendaraan roda dua maupun roda empat dari kedua arah tidak dapat melintas hingga Jumat (31/7) pagi.
Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan ditiap mengguyur kawasan perbukitan Tanah Datar dan Padang Panjang sejak Kamis sore.
BACA JUGA: Lembah Anai Lumpuh Total Dihantam Longsor, Dirlantas Polda Sumbar Imbau Pengendara Tunda Perjalanan
Evakuasi Terkendala Guguran Material Susulan
Respon cepat langsung ditunjukkan oleh jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 5 Sumatera Barat ditiap mendatangkan unit alat berat ke sekitar titik kejadian sejak Kamis malam.
Namun, hingga pukul 21.30 WIB proses evakuasi pembersihan material belum dapat dieksekusi secara optimal karena pergerakan tanah dan batu dari tebing masih terus berlangsung.
Pemerintah Kota Padang Panjang melalui BPBD Kota Padang Panjang bersama Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang yang dipimpin Kasat Lantas AKP Pifzen Finot bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi serta penutupan jalur.
"Material longsor berupa tanah dan batu menutupi seluruh badan jalan sehingga ditutup untuk sementara waktu. Kami bersama instansi terkait memasang pembatas jalan dan mengatur arus kendaraan agar tidak mendekati titik longsor ditiap masih berpotensi mengalami pergerakan material susulan," terang Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot.
Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif
Lumpuhnya urat nadi transportasi ini berdampak pada penumpukan kendaraan ditiap hendak menuju Padang Panjang, Bukittinggi, maupun daerah hinterland lainnya. Petugas mengimbau para pengguna jalan untuk menghentikan kendaraan di titik aman atau memanfaatkan jalur alternatif seperti rute Malalak atau Sitinjau Lauik.
Sinergi lintas instansi yang melibatkan BPJN, BPBD, dan Kepolisian terus diprioritaskan demi menjamin keselamatan petugas dan pengguna jalan.
Masyarakat diminta untuk senantiasa memantau informasi resmi pemerintah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di sepanjang kawasan rawan perbukitan Sumatera Barat. (kbn/gmn)
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment