✅AKBP Agung Tribawanto Letakkan Batu Pertama : Bangun Hunian Layak Ukuran 8×6,5 Meter Lewat Formula Gotong Royong
PASBAR, (GemaMedianet.com) | Sentuhan kemanusiaan mewarnai rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di wilayah hukum bumi Tuah Basamo. Menatap delapan dekade pengabdian korps baju cokelat, Kepolisian Resor Pasaman Barat (Polres Pasbar) menghadirkan solusi nyata bagi potret kemiskinan ekstrem di tingkat tapak melalui program bedah rumah tidak layak huni (RTLH).
Aksi filantropi tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., di Kampung Paju Anggang, Jorong Famili Koto Panjang, Nagari Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Senin (9/6/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Agenda sosial yang sarat haru ini dihadiri oleh Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pasaman Barat, Pj Wali Nagari Anam Koto Utara Hendri Fiterson, Badan Musyawarah (Bamus) nagari, serta pemuka adat dan tokoh agama Kecamatan Kinali.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, mengungkapkan bahwa intervensi pembangunan hunian ini merupakan bentuk operasi kemanusiaan terstruktur dari Polri. Langkah ini sekaligus merefleksikan kehadiran negara di tengah masyarakat rentan yang membutuhkan uluran tangan.
"Ini adalah wujud kepedulian autentik dan rasa syukur Polri dalam menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. Kami tidak ingin perayaan ini sekadar seremonial, melainkan harus menyentuh akar rumput melalui program bedah rumah yang memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga kurang mampu," ujar AKBP Agung Tribawanto dengan nada empati.
Misi Kemanusiaan untuk Nenek Kartini dan Dua Cucu Yatim
Penerima manfaat dari program bedah rumah kali ini adalah Nenek Kartini, seorang lansia tangguh yang kini telah menginjak usia sekitar 80 tahun. Di masa senjanya, ia harus berjuang menghidupi dua orang cucunya yang masih balita—masing-masing berusia delapan dan tiga tahun—dengan status anak yatim.
Selama bertahun-tahun, keluarga kecil ini terpaksa bernaung di bawah atap gubuk yang lapuk, bocor, dan jauh dari standar kesehatan serta keamanan. Kondisi memprihatinkan inilah yang memicu Polres Pasaman Barat untuk bergerak cepat melakukan rekonstruksi total. Melalui program ini, gubuk lama Nenek Kartini akan diruntuhkan dan dibangun ulang menjadi rumah permanen yang sehat dengan dimensi standar 8×6,5 meter.
"Pengerjaan fisik rumah ini diperkirakan memakan waktu kurang lebih tiga minggu ke depan. Kami mengedepankan kolaborasi taktis antara personel Polsek Kinali, unsur Forkopimca, serta seluruh elemen masyarakat Kampung Paju Anggang. Kami mengetuk semangat gotong royong warga agar pembangunan ini selesai tepat waktu," urai Kapolres taktis.
Lebih jauh, perwira menengah berpangkat dua melati ini menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan instrumen sosiologis yang ampuh untuk meruntuhkan sekat psikologis antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Kegiatan berbasis empati ini diyakini mampu menyuntikkan energi solidaritas kolektif di tingkat lokal.
AKBP Agung berharap, setelah kunci rumah diserahterimakan, Nenek Kartini dan kedua cucunya dapat menikmati ruang huni yang higienis, aman dari ancaman cuaca buruk, serta mampu tumbuh di lingkungan yang lebih protektif. Selaras dengan tema besar Hari Bhayangkara ke-80, "Tahun Mengabdi Untuk Masyarakat", Polri berkomitmen untuk terus konsisten menempatkan pelayanan publik dan pemuliaan martabat manusia sebagai kompas utama dalam menjaga stabilitas Kamtibmas yang kondusif. (hkp/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment