PADANG, (GemaMedianet.com) | Upaya melahirkan generasi saudagar baru yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi di Sumatera Barat terus dipacu secara masif. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi taktis antara Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sumatera Barat bersama Anggota DPRD Provinsi Sumbar dari Fraksi Partai Gerindra, Mario Syahjohan, SH.
Kerja sama lintas sektoral tersebut diimplementasikan dalam bentuk penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan Enterpreneur Angkatan ke-III. Pelatihan intensif yang menelan investasi waktu selama dua hari berturut-turut, Sabtu hingga Minggu (6-7/6), sukses digelar di salah satu hotel berbintang di Kota Padang.
Realisasi program pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini lahir sepenuhnya berkat kawalan dan dukungan pembiayaan melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Mario Syahjohan selaku wakil rakyat di parlemen daerah. Agenda ini dirancang khusus untuk membedah potensi serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat berbasis penguatan sektor makro.
Guna memberikan fondasi manajerial yang kokoh bagi para peserta, bimtek angkatan ketiga ini menghadirkan barisan narasumber otoritatif yang pakar di bidang regulasi dan ekosistem bisnis. Salah satunya adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, yang turun langsung memberikan materi fundamental terkait peta jalan (roadmap) pengembangan UMKM di Sumbar.
Menghidupkan Kembali Roh Kewirausahaan Daerah
Di tempat terpisah, Anggota DPRD Sumbar, Mario Syahjohan, menegaskan bahwa intervensi kebijakan melalui pemberian modal pengetahuan (bimtek) jauh lebih berdaya guna jangka panjang dibandingkan sekadar pemberian bantuan stimulan sosial sesaat. Menurutnya, pemuda Sumbar memiliki DNA bawaan sebagai wirausaha (enterpreneur) yang hanya butuh diasah lewat literasi bisnis modern.
"Sumatera Barat memiliki sejarah panjang sebagai pencetak saudagar-saudagar hebat di tingkat nasional. Melalui pemanfaatan dana pokir legislatif ini, kami di DPRD Sumbar berkomitmen untuk terus memfasilitasi, mengedukasi, serta membuka akses pasar bagi para calon pengusaha muda agar mereka tidak lagi berorientasi mencari kerja, melainkan menciptakan lapangan kerja baru," ujar Mario Syahjohan mantap.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Endrizal, dalam paparannya mengapresiasi tinggi komitmen politik Mario Syahjohan yang konsisten mengarahkan dana pokirnya untuk sektor produktif. Endrizal menjabarkan, tantangan utama UMKM saat ini adalah digitalisasi, standarisasi mutu produk, dan konsistensi suplai.
Selama dua hari penuh, puluhan peserta digembleng dengan berbagai materi aplikatif. Mulai dari teknik analisis peluang usaha, manajemen keuangan mikro, strategi pengemasan produk (branding), hingga tata cara pengurusan legalitas izin usaha resmi (NIB) guna memudahkan akses pembiayaan perbankan di masa depan. (mzr/gmn)
#Editor: RS Khadiva









0 comments:
Post a Comment