06 June 2026

Menembus Barikade Birokrasi, Petugas Lapas Muaro Padang Patungan Bedah Rumah Janda Miskin di Berok Nipah




PADANG, (GemaMedianet.com) | Di tengah kaku dan rumitnya sekat-sekat birokrasi yang kerap mengorbankan nasib masyarakat lapisan bawah, sebuah aksi solidaritas kemanusiaan yang menyentuh hati dipertontonkan oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) Kelas IIA Padang. 

Bergerak cepat tanpa sekat administratif, para petugas penegak hukum ini turun langsung membelah kawasan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, guna merenovasi hunian tak layak huni milik seorang janda kurang mampu, Sabtu (6/6/2026).

Rumah kayu yang nyaris roboh tersebut dihuni oleh Era (44) bersama dua orang putri kecilnya. Kondisi struktural bangunan yang memprihatinkan ini memicu respons moral yang mendalam dari Kepala Lapas (Kalapas) Muaro Padang, Ronaldo Devinci Talesa, beserta jajaran anggotanya.

Aksi sosial berbasis kesadaran kolektif ini berawal dari adanya laporan spontan masyarakat pada Jumat (5/6) mengenai potret kemiskinan ekstrem di sekitar ring satu lingkungan Lapas.

Menindaklanjuti informasi memilukan tersebut, Kalapas Ronaldo Devinci Talesa langsung mengambil inisiatif mengoordinir seluruh petugas Lapas untuk mengumpulkan donasi dana sumbangan secara sukarela alias patungan. Tanpa menunggu birokrasi yang berbelit, esok harinya, Sabtu (6/6), bantuan bedah rumah langsung dieksekusi secara bergotong-royong bersama warga sekitar.

"Meskipun saat ini kami belum bisa membantu sepenuhnya proses bedah rumah ini secara keseluruhan, namun melalui dana sumbangan yang terkumpul ini minimal kita sudah dapat memperbaiki aspek mana saja yang krusial dan prioritas untuk diperbaiki, sampai rumah ini benar-benar layak dan aman menjadi hunian keluarga," ujar Kalapas Ronaldo Devinci Talesa.

Ironi Pemko : Batalkan Bantuan PKH dan Terganjal Status Lahan

Aksi heroik jajaran Lapas Muaro Padang ini sekaligus menelanjangi potret buram penanganan kemiskinan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Era, yang sehari-hari bertahan hidup dengan penghasilan di bawah Rp1.500.000 sebagai pembantu pedagang di tepi Pantai Padang, mengaku sudah sering didatangi oleh petugas pemerintah daerah untuk difoto dan ditinjau kondisi rumahnya.

Namun, harapan Era untuk mendapatkan program bedah rumah reguler dari Pemko Padang selalu berujung pada penolakan pahit. Pemerintah kota berdalih program bedah rumah tidak bisa dikucurkan lantaran status kepemilikan tanah yang ditempati Era merupakan aset milik pelabuhan.

Penderitaan janda dua anak ini kian bertumpuk setelah tahun ini namanya dicoret secara sepihak dari daftar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal, tahun lalu ia masih menyambung hidup dari dana PKH sebesar Rp215.000 per bulan. Pihak kelurahan/kecamatan beralasan bahwa kuota penerima PKH untuk kawasan Kecamatan Padang Barat dikurangi dan dibatasi hanya untuk 10 orang saja.

Melihat kebuntuan regulasi yang dialami warganya, Kalapas Ronaldo Devinci Talesa menegaskan bahwa kemanusiaan harus berada di atas pasal-pasal birokrasi. "Kami tidak memikirkan atau mempermasalahkan status kepemilikan tanah tersebut. Kami hanya peduli terhadap rumahnya, agar layak menjadi hunian bagi keluarga tersebut. Kami tidak butuh rencana, tapi kami harus melakukannya saat ini juga," tegas Ronaldo menyelamatkan muka tata kelola sosial kota.

Satu Abad Bertahan di Rumah Lapuk

Berdasarkan penelusuran historis warga, rumah kayu yang ditempati Era dan anaknya disinyalir telah berdiri hampir seabad lamanya. Rumah tersebut merupakan warisan turun-temurun dari orangtuanya yang wafat di lokasi yang sama dalam usia 80 tahun. Beberapa tahun lalu, atap seng rumah ini sempat terbang tersapu angin kencang, menyisakan kerangka kayu yang lapuk termakan usia.

Kondisi interior rumah pun sangat membahayakan; lantai kayu yang digunakan sebagai pijakan sehari-hari dari ruang depan hingga dapur sudah rapuh, sehingga memaksa Era dan anak-anaknya harus ekstra hati-hati saat melangkah agar tidak terperosok jatuh.

Sumbangan modal dari petugas Lapas kini langsung dikonversi untuk membeli material prioritas seperti atap seng baru, papan penguat dinding, serta kayu penopang lantai. Di tengah impitan ekonomi tersebut, Era tetap memelihara optimisme. Anak tertuanya yang kini mengenyam pendidikan di SD Belakang Tangsi tumbuh menjadi anak yang tahu diri dan berprestasi dengan menyabet peringkat juara tiga di kelasnya.

"Saya dan keluarga sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas beserta jajaran. Semoga kebaikan ini menjadi ladang amal ibadah. Di saat kami mulai putus asa dengan keadaan, bantuan ini sangat berarti bagi kenyamanan dan keselamatan anak-anak saya," ungkap Era dengan mata berkaca-kaca penuh haru. (mrh/gmn)

#Editor : RS Khadiva 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive