30 June 2026

Genjot PAD dan Berantas Pungli, Pemko Padang Adopsi Sistem Parkir Digital Kota Bandung



BANDUNG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang terus bergerilya mencari formula terbaik dalam menata estetika kota sekaligus menutup celah kebocoran pendapatan daerah. Menyadari bahwa sektor perparkiran tepi jalan umum sering kali menjadi titik rawan praktik premanisme dan kebocoran anggaran, Pemko Padang membidik transformasi digital sebagai solusi mutakhir untuk menciptakan keteraturan tata ruang publik.

Gandeng Unand dan Pegadaian, Wali Kota Fadly Amran Terima Riset Strategis Mitigasi Megathrust Mentawai

Hadiri Forum CEO Talk : Perkuat Kolaborasi Pentahelix Demi Meminimalkan Dampak Kebencanaan di Kota Padang _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Ketahanan kota dalam menghadapi potensi bencana katastrofe global di sepanjang pesisir barat Sumatera memerlukan fondasi kebijakan yang berbasis data ilmiah solid. Sadar bahwa ancaman gempa bumi dan tsunami bukan lagi sekadar prediksi melainkan realitas geografis yang membayangi, Pemerintah Kota Padang terus merapatkan barisan bersama institusi akademis dan badan usaha milik negara untuk menyusun cetak biru mitigasi yang aplikatif.

Langkah taktis tersebut dipertajam melalui kehadiran Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam forum diskusi tingkat tinggi CEO Talk yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas (Unand) berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero).

Agenda strategis yang berpusat di Gedung Auditorium Kampus Unand, Limau Manis, Senin (29/6/2026) kemarin, dirangkaikan dengan penyerahan secara resmi hasil riset mendalam mengenai "Program Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang".

Dalam pemaparannya, Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa tata kelola kebencanaan, terutama ancaman tsunami dan bencana banjir bandang, tidak boleh diletakkan sebagai tugas sektoral satu instansi pemerintah semata. Diperlukan kerja sama kolektif model pentahelix yang melibatkan akademisi, sektor bisnis, komunitas, dan media massa.

"Kita semua sadar bahwa bencana alam secara kodrati tidak dapat dihindari oleh manusia. Namun, risiko fatalitas, kerusakan infrastruktur, serta kerugian ekonomi dapa ditekan secara signifikan melalui penguatan sistem mitigasi yang berkelanjutan dan berbasis komunitas lokal," tegas Fadly Amran di depan civitas akademika dan jajarandireksi BUMN.

Konversi Riset Menjadi Kebijakan Publik Konkret

Fadly menambahkan, hasil dokumen riset kesiapsiagaan mandiri yang disusun oleh para pakar Unand ini akan dijadikan sebagai salah satu rujukan utama bagi Pemko Padang dalam menata ulang jalur evakuasi, penguatan struktur bangunan selter, serta kurikulum edukasi kebencanaan di sekolah-sekolah dasar hingga tingkat menengah.

Keterlibatan PT Pegadaian (Persero) dalam menyokong forum ini juga dinilai sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial lingkungan korporasi (Corporate Social Responsibility) yang tepat sasaran, dimana investasi dialokasikan untuk menjaga keselamatan jiwa warga urban yang bermukim di zona merah di pesisir pantai.

"Dokumen hasil riset ini tidak boleh hanya berakhir menjadi tumpukan kertas di perpustakaan. Pemko Padang berkomitmen mengonversi setiap rekomendasi ilmiah ini menjadi regulasi taktis di lapangan. Kesiapsiagaan mandiri tiap keluarga adalah kunci utama keselamatan saat megathrust terjadi," pungkas Fadly. (hkp/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Nelayan Padang Pariaman Menjerit: Pasokan Pertalite Subsidi Sering Putus, Laut Ulakan Dikepung Pukat Harimau

Dilema Masyarakat Pesisir : Menghadapi Kelangkaan Bahan Bakar dan Pelanggaran Zona Tangkap Alat Jaring Milenium _



PDPARIAMAN, (GemaMedianet.com) | Kehidupan ekonomi ratusan nelayan tradisional di sepanjang garis pantai Kabupaten Padang Pariaman kian terjepit. Alih-alih meraup keuntungan melimpah di kaya komoditas maritim, masyarakat pesisir justru harus berhadapan dengan hantaman ganda: ketidakpastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta maraknya aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat tangkap ilegal yang merusak ekosistem perairan lokal.

Kondisi pelik ini dibenarkan oleh Plt. UPTD Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, Dedi Tama. Menurutnya, interupsi pasokan Pertalite bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi momok utama yang melumpuhkan produktivitas nelayan dari hari ke hari.

Padahal, mayoritas nelayan lokal yang mengoperasikan kapal payang sangat bergantung pada mesin tempel berdaya tinggi yang mengonsumsi Pertalite sebagai bahan bakar utama tunggal untuk melaut.

"Secara birokrasi administratif, pihak SPBU sebenarnya tidak mempersulit penyaluran asalkan nelayan mengantongi surat rekomendasi resmi. Nelayan dari wilayah Ulakan dan Sunua biasanya mengambil pasokan di SPBU Toboh, nelayan Ketaping di SPBU Bandara, sedangkan kelompok nelayan Gasan memperolehnya di SPBU Tiku. Namun, persoalan mendasar adalah stok Pertalite di lapangan sering kali kosong atau telat didistribusikan, sehingga nelayan kehilangan momentum emas waktu tangkap," ungkap Dedi Tama.

Di tengah keterbatasan operasional tersebut, Dedi menyebut pemerintah daerah tengah mengupayakan intervensi jangka panjang melalui rencana pembangunan dua titik program Kampung Nelayan yang dipusatkan di Nagari Mangguang dan Nagari Tiram, guna memperkuat ketahanan ekonomi pesisir.

Invasi Alat Tangkap Merusak di Zona Tradisional
Krisis nelayan Padang Pariaman kian diperparah oleh lemahnya pengawasan wilayah perairan. Ketua Kelompok Nelayan Semoga Jaya Ulakan, Safaruddin, membeberkan fakta lapangan mengenai masifnya armada penangkap ikan dari luar daerah yang diduga kuat menabrak regulasi zonasi secara terang-terangan.

Safaruddin mengungkapkan, perairan Ulakan saat ini kerap diinvasi oleh kapal-kapal dari Muara Anai yang disinyalir masih menggunakan alat tangkap terlarang sejenis pukat harimau (trawl). Aktivitas eksploitatif ini secara langsung menguras populasi ikan di dasar laut dan menghancurkan alat tangkap tradisional milik warga setempat.

Tidak berhenti di sana, wilayah tangkap Ulakan Tapakis juga dipusingkan oleh operasional jaring milenium milik nelayan asal Pasie Jambak, Kota Padang. Jaring berukuran raksasa tersebut sering kali hanyut terbawa arus hingga merusak wilayah perairan dangkal.

"Sesuai aturan baku hukum laut, jaring milenium seharusnya hanya boleh dipasang pada zona di atas dua mil laut dari bibir pantai. Namun realitasnya, mereka nekat membentang jaring hanya berjarak satu mil laut dari pantai, yang merupakan zona eksklusif nelayan tradisional. Akibatnya, wilayah tangkap kami menyusut tajam dan pendapatan harian anjlok drastis," keluh Safaruddin dengan nada getir.

Mewakili suara komunitas pesisir, Safaruddin mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat, Polairud, serta instansi pembina terkait untuk segera turun tangan melakukan patroli rutin. Nelayan menegaskan perlunya tindakan tegas berupa sanksi hukum bagi pengusaha kapal yang menggunakan alat tangkap tidak sesuai ketentuan demi menyelamatkan masa depan maritim Padang Pariaman. (rsk/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Satreskrim Polres Pasaman Barat Sebar 500 Paket Sembako Melalui Lima Unit Kerja




SIMPANG4, (GemaMedianet.com) | Menjelang momentum sakral peringatan Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat tidak hanya fokus pada aspek pemeliharaan keamanan, melainkan juga mengintensifkan gerakan filantropi struktural. Melalui kompartemen penegakan hukum, korps berbaju cokelat ini turun langsung ke kantong-kantong pemukiman marginal guna mengintervensi kesulitan ekonomi warga akibat tekanan daya beli dan dampak kebencanaan.

Ukir Sejarah Baru, Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta Resmi Sandang Pangkat Jenderal Bintang Tiga




PADANG, (GemaMedianet.com) | Suasana penuh kebanggaan dan rasa syukur mendalam menyelimuti Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat pada penghujung Juni. Sebuah pencapaian karier yang monumental sekaligus menorehkan catatan emas dalam sejarah korps kepolisian di Ranah Minang resmi tercipta, seiring dengan melonjaknya posisi kepemimpinan tertinggi daerah ke strata perwira tinggi yang lebih prestisius.

29 June 2026

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Ditlantas Polda Sumbar Edukasi Ratusan Siswa SD Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya

Investasi Jangka Panjang Tekan Angka Kecelakaan : Sasar Empat Sekolah Dasar di Kota Padang Lewat Metode Interaktif _




PADANG, (
GemaMedianet.com
)
| Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat terus bergerak masif dalam melakukan langkah-langkah preventif demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. Sadar bahwa pembentukan karakter tertib hukum tidak dapat berjalan instan, Korps Sabuk Putih ini membidik kluster usia anak-anak sebagai agen perubahan (agent of change) kebudayaan transportasi daerah.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan edukasi lintas sektoral yang berpusat di Kota Padang, Minggu (28/6/2026). Kegiatan edukasi ini menyasar secara khusus para siswa dari empat sekolah dasar, yakni SDN 8 Alang Laweh, SDN 37 Alang Laweh, SDN 37 Pegambiran, dan SDN 20 Piai.

Dalam agenda yang dikemas penuh kehangatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sumbar menyajikan materi keselamatan berlalu lintas menggunakan metode interaktif dan menyenangkan. Para siswa diperkenalkan secara mendalam mengenai fungsi rambu jalan, tata cara menyeberang yang aman, kewajiban penggunaan helm standar bagi pengendara maupun penumpang cilik, hingga pentingnya etika berkendara.

Guna mengoptimalkan daya serap materi, petugas di lapangan juga menggelar sesi simulasi visual sederhana dan kuis tanya jawab berhadiah, sehingga anak-anak mampu memahami pesan keselamatan tanpa merasa digurui.

Membangun Kesadaran Kolektif Lintas Generasi
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., menegaskan bahwa penanaman nilai kepatuhan pada level sekolah dasar merupakan investasi jangka panjang sosial yang paling bernilai bagi peradaban berkendara di Ranah Minang.

"Anak-anak adalah fondasi generasi penerus bangsa. Melalui pembinaan sejak dini, kita sedang menanamkan benih disiplin, kesadaran hukum, serta kepedulian terhadap keselamatan diri dan sesama di ruang publik. Kita ingin mengubah pola pikir mereka agar melihat tertib lalu lintas sebagai sebuah kebutuhan hidup, bukan paksaan," ujar Kombes Pol. Reza.

Lebih lanjut, Dirlantas menggarisbawahi bahwa tanggung jawab pendidikan keselamatan ini tidak boleh diletakkan di pundak kepolisian semata, melainkan wajib ditopang oleh ekosistem sekolah, peran aktif orang tua, dan lingkungan masyarakat.

"Kita berharap anak-anak ini mampu bertindak sebagai pelopor keselamatan yang vokal. Mereka bisa menjadi pengingat yang jujur di dalam internal keluarga, misalnya menegur orang tua mereka jika lupa memakai helm, melanggar lampu merah, atau mengabaikan sabuk pengaman," tambahnya seraya memastikan program preventif ini akan terus diintensifkan ke berbagai wilayah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. (rsk/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Sentuhan Kemanusiaan di Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Pasaman Barat Serahkan Kunci Rumah Layak Huni untuk Nenek Kartini




SIMPANG4, (GemaMedianet.com) | Korps Bhayangkara di ujung utara Sumatera Barat terus membuktikan bahwa esensi dari perlindungan publik tidak hanya mewujud pada aspek penegakan hukum semata, melainkan juga pada kepekaan terhadap realitas sosial ekonomi warga miskin ekstrem. Memanfaatkan momentum pertambahan usia ke-80, institusi kepolisian mengonversi perayaan seremonial menjadi aksi konkret pengentasan hunian tidak layak di tingkat jorong.

SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive