SIMPANG4, (GemaMedianet.com) | Menjelang momentum sakral peringatan Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat tidak hanya fokus pada aspek pemeliharaan keamanan, melainkan juga mengintensifkan gerakan filantropi struktural. Melalui kompartemen penegakan hukum, korps berbaju cokelat ini turun langsung ke kantong-kantong pemukiman marginal guna mengintervensi kesulitan ekonomi warga akibat tekanan daya beli dan dampak kebencanaan.
Aksi nyata tersebut diwujudkan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat dengan menyalurkan 500 paket sembako bantuan pokok, Rabu (24/6/2026). Agenda kemanusiaan skala besar ini dieksekusi secara terstruktur berdasarkan legitimasi Surat Tugas Kapolda Sumatera Barat Nomor ST/471/VI/HUM.1.1./2026 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026.
Guna memastikan distribusi logistik berjalan efektif dan menjangkau sasaran secara presisi, Satreskrim membagi kluster penyaluran ke dalam lima unit kerja operasional, di mana masing-masing unit bertanggung jawab mendistribusikan 100 paket. Kompartemen yang digerakkan meliputi Unit Tindak Pidana Umum (Pidum), Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta Unit Operasional (Opsnal).
Pergerakan taktis di lapangan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., bersama seluruh personel kesatuan, atas instruksi dan arahan langsung dari Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K.
"Kegiatan bakti sosial berskala masif ini merupakan wujud nyata dari kepedulian kepolisian terhadap kondisi riil masyarakat. Ini sekaligus menjadi bentuk ungkapan syukur atas delapan dekade pengabdian polri di tanah air. Kami mengawal ketat agar 500 paket sembako ini mendarat tepat waktu di tangan keluarga yang benar-benar membutuhkan," tegas AKBP Agung Tribawanto.
Sentuhan Merata dari Meja Penyidik ke Rumah Warga
Penyaluran fase awal digulirkan secara simultan oleh personel Unit Pidum dengan menyisir para korban bencana alam, warga terdampak musibah kebakaran, serta masyarakat prasejahtera di sejumlah titik strategis Kabupaten Pasaman Barat. Modus penyaluran dilakukan dengan sistem door-to-door untuk menjaga marwah para penerima manfaat serta memastikan efisiensi birokrasi bantuan.
Kapolres menambahkan, pelibatan seluruh unit fungsional di Satreskrim sengaja dilakukan agar kehadiran institusi pelindung masyarakat ini dapat dirasakan secara merata dan inklusif. Di samping membagikan bahan pokok, momen ini dimanfaatkan petugas untuk menggelar dialog kultural, menyerap aspirasi, serta mendengarkan keluhan sosial yang dihadapi warga pedalaman.
"Kami ingin membuktikan kepada publik bahwa korps kepolisian tidak hanya tanggap dan tajam pada penyelesaian masalah hukum semata, melainkan juga memiliki kepekaan emosional yang tinggi terhadap rupa-rupa kesulitan sosial warga. Dialog informal ini memperkuat kemitraan kita," tutur IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata di sela-sela pembagian bantuan. (hrp/gmn)
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment