✅Respons Jeritan Warga di Media Sosial Terkait Kelangkaan Solar: Polres, Pemda, dan Pertamina Beri Peringatan Keras kepada Pengelola
PASBAR, (GemaMedianet.com) | Alaram peringatan keras ditiupkan oleh jajaran kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Barat. Menanggapi jeritan dan keluhan masyarakat yang viral di berbagai platform media sosial terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta mengularnya antrean panjang kendaraan, Tim Satgas BBM menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) besar-besaran di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kamis (4/6/2026).
Operasi gabungan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Pasaman Barat, Kompol Farel Haris. Langkah taktis ini diperkuat oleh elemen penegak hukum dan kebijakan, termasuk jajaran Kejaksaan, Dinas Koperindag, serta pengawas resmi Pertamina.
Hadir langsung di lapangan Kepala Dinas Koperindag Pasbar Agusli, Kabid Koperindag Iskandar, Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Saparuddin, Kasubsi Penuntutan, Eksekusi dan Eksaminasi Kejari Christofer Pratama, Kasat Intelkam AKP Boby Sandra, Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, Kanit Paminal Ipda Algino Ganaro, serta Chekher SBM 1 BBM Pertamina Wilayah Sumbar, Suroto H. Prayogo.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, melalui Kabag Ops Kompol Farel Haris menjelaskan, sidak ini merupakan bentuk kehadiran negara secara responsif untuk memastikan penyaluran energi subsidi tepat sasaran sekaligus mengantisipasi potensi praktik mafia penimbunan.
"Kegiatan ini kami laksanakan untuk memantau secara langsung rantai distribusi BBM di lapangan sekaligus merespons keluhan masyarakat di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Kami ingin memastikan penyaluran berjalan sesuai regulasi. Untuk tahap awal ini, kami masih sebatas memberikan imbauan humanis serta peringatan keras kepada pihak pengelola SPBU maupun konsumen," tegas Kompol Farel Haris di sela-sela operasi.
Sasar Tangki Modifikasi dan Modus QR Code Ganda
Dalam operasi yang menyasar SPBU Batang Toman di Kecamatan Pasaman serta SPBU Sarik di Kecamatan Luhak Nan Duo tersebut, petugas melakukan pemeriksaan fisik secara mendetail terhadap deretan kendaraan yang tengah mengantre.
Petugas gabungan memeriksa kesesuaian sistem digital QR Code MyPertamina hingga mengetuk kondisi fisik tangki kendaraan. Langkah ini dilakukan guna mengendus adanya penggunaan "tangki siluman" atau tangki modifikasi yang kerap digunakan oleh para oknum pelangsir untuk menyedot BBM bersubsidi jenis solar secara berulang-ulang dalam jumlah tidak wajar. Petugas juga menyoroti modus klasik pengisian menggunakan jeriken tanpa izin resmi dari instansi terkait.
Chekher SBM 1 BBM Pertamina Wilayah Sumbar, Suroto H. Prayogo, menegaskan bahwa Pertamina telah memperketat pengawasan digital secara terintegrasi. "Kami sudah memberikan instruksi dan peringatan keras kepada pengusaha SPBU agar menolak keras melayani kendaraan yang terindikasi menggunakan QR Code ganda atau melakukan manipulasi transaksi," jelas Suroto.
Ia menambahkan, operator SPBU memegang peranan krusial sebagai garda depan verifikasi faktual untuk mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan data yang tertera pada sistem digital saat transaksi berlangsung.
Arahan Langsung Bupati: Jamin Ketersediaan dan Pemerataan
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperindag Pasaman Barat, Agusli, mengungkapkan bahwa sidak ini digelar atas instruksi dan arahan langsung dari Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto. Bupati meminta seluruh lini organisasi daerah turun ke bawah memastikan stabilitas energi di tingkat tapak aman, lancar, dan terkendali.
"Atas arahan Bapak Bupati H. Yulianto, kami diminta bergerak cepat melakukan pemantauan langsung. Pemda ingin memastikan dua hal mendasar dalam tata kelola energi di Pasbar, yakni ketersediaan pasokan (supply) dan pemerataan distribusi secara adil kepada masyarakat yang berhak," ungkap Agusli.
Pihak Pemda tidak ingin produktivitas ekonomi masyarakat kecil—seperti petani dan nelayan—terganggu atau menjadi korban akibat ulah penyalahgunaan tata kelola BBM di SPBU. Langkah preventif ini dinilai krusial guna menjaga ketahanan energi daerah di tengah fluktuasi geopolitik global yang dinamis.
Polres Pasaman Barat menegaskan, langkah persuasif ini memiliki batas waktu. Apabila di kemudian hari masih ditemukan pihak SPBU yang "main mata" dengan para spekulan, atau ditemukan praktik penimbunan BBM subsidi, aparat penegak hukum memastikan akan mengambil tindakan hukum pidana yang tegas tanpa pandang bulu. (hkp/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment