PADANG, (GemaMedianet.com) | Kompleksitas kerawanan kebakaran di kawasan padat penduduk dan lingkar niaga inti Kota Padang kembali memakan korban. Akibat amukan si jago merah yang menjalar dengan eskalasi sangat cepat, sedikitnya dua unit rumah permanen beserta 32 petak rumah kontrakan (rumah petak) dan satu gudang penyimpanan suku cadang (sparepart) sepeda motor di kawasan Kampung Jao Dalam ludes dilahap api, Jumat (12/6/2026) sore.
Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan, musibah memilukan tersebut memicu total kerugian material yang diperkirakan menembus angka lebih dari Rp 1,2 miliar. Kendati menghanguskan puluhan pintu hunian yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam peristiwa mencekam yang terjadi menjelang waktu magrib tersebut.
Informasi dari mako petugas penyelamat menyebutkan, laporan bencana pertama kali masuk ke pusat komando (command center) Damkar pada pukul 16.32 WIB. Menyadari titik lokasi kebakaran berada di area padat perimeter Pasar Raya Padang, Peleton C Damkar langsung bergerak cepat. Hanya dalam waktu satu menit, tepatnya pukul 16.33 WIB, armada terdekat dari Pos 6 Pasar Raya langsung dilepas ke lokasi.
Berjarak tempuh kurang dari satu kilometer, unit pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 16.40 WIB. Petugas langsung dihadapkan pada situasi pelik berupa kobaran api yang sudah membubung tinggi dan menjalar ke deretan bangunan semi-permanen milik warga.
Akses Sempit dan Kerumunan Massa Sempat Sulitkan Petugas
Kepala Dinas Damkar Kota Padang melalui Peleton C memaparkan, proses pemadaman di Kampung Jao Dalam, RT 002 / RW 005, Kecamatan Padang Barat ini membutuhkan perjuangan ekstra keras. Selain kondisi geometri jalan raya menuju titik api yang sangat sempit dan khas area permukiman kumuh perkotaan, pergerakan ratusan personel sempat terhambat oleh kerumunan warga dan pedagang pasar yang memadati lokasi untuk menyaksikan kejadian.
Guna melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke blok pasar dan pertokoan utama, Damkar Kota Padang langsung menerjunkan kekuatan penuh berupa 10 unit armada pemadam gabungan dengan sokongan kekuatan mencapai 100 personel berkualifikasi tempur atas air.
Kronologi petaka ini bermula ketika saksi mata di lokasi kejadian, Agha Bernarco (36), melihat kepulan asap tebal disusul jilatan api yang mendadak membesar dari salah satu rumah petak. Melihat situasi yang tidak terkendali, saksi langsung mengontak panggilan darurat Damkar.
Api diketahui melumat habis aset bangunan seluas kurang lebih 1000 meter persegi milik dua warga setempat, yakni Nasrul (61), seorang pedagang yang memiliki satu rumah dan 13 petak kontrakan, serta Noza Elvita (37), yang harus merelakan satu rumah dan 20 petak kontrakannya rata dengan tanah. Sementara itu, satu unit gudang grosir sparepart motor milik Helmi Yulfina (53) dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terdampak suhu panas ekstrem.
Gagalkan Potensi Kerugian Lebih Besar Berkat Respon Kilat
Dampak sosial pasca-bencana mencatat sebanyak 38 jiwa yang kehilangan tempat tinggal terpaksa dievakuasi ke area pengungsian darurat. Sinergitas taktis di lapangan berjalan solid berkat keterlibatan penuh jajaran personel Polri dari Polresta Padang, Satgas Kebencanaan, petugas PLN yang langsung memutus aliran listrik guna menghindari korsleting sekunder, tim medis Palang Merah Indonesia (PMI), serta swadaya masyarakat setempat.
Melalui kerja keras dan strategi pengepungan titik api yang presisi, petugas akhirnya berhasil meredam amukan api dan menyelesaikan proses pendinginan (overhaul) secara total pada pukul 17.49 WIB.
"Meskipun kerugian menembus angka satu miliar rupiah lebih, respon kilat petugas di lapangan berhasil menyelamatkan aset berharga di sekitar lokasi dengan estimasi nilai mencapai Rp 2,5 miliar. Sedikitnya ada 20 unit bangunan rumah lain serta area seluas 2000 meter persegi di sekitarnya yang berhasil kita bentengi dari jilatan api," tulis laporan resmi Peleton C Damkar Padang.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya percikan api pertama di rumah petak tersebut masih berada dalam proses penyelidikan intensif (scientific crime investigation) oleh tim identifikasi Satreskrim Polresta Padang. Petugas telah memasang garis polisi di lokasi reruntuhan guna kepentingan olah TKP. (rsk/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment