08 November 2020

Festival Ritual Nagari, Upaya Pelestarian Adat dan Budaya Perdana Dari Desa Wisata Kubu Gadang


PADANGPANJANG, 
(GemaMedianet.com
)  Adat dan budaya dalam dunia kepariwisataan bagai sebuah magnet yang mampu menimbulkan daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi sebuah daerah atau wilayah.

Seperti Festival Ritual Nagari, iven perdana di Sumatera Barat (Sumbar) yang belum lama ini digelar di Kota Padang Panjang tepatnya di Desa Wisata Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Padang Panjang Timur. Festival ini mengangkat tema "Ritual Dalam Aktualisasi Budaya Tradisi" 

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/10/2020) ini merupakan ide dan gagasan dari kelompok komunitas Nan Di Anjuang, dengan tujuan melestarikan adat dan budaya masyarakat Minangkabau khususnya di Kota Padang Panjang pada zaman dahulunya.

Festival Ritual Nagari tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Yeni Lasmawati dan dihadiri oleh Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, perwakilan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, Kepala OPD terkait, Camat Padang Panjang Timur dan niniak mamak, tokoh masyarakat di Kanagarian Gunuang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Yeni Lasmawati dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan Festival Ritual Nagari di Desa Wisata Kubu Gadang.

Menurutnya, festival seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama untuk mengenalkan nilai-nilai budaya di daerah Sumatera Barat.

"Semoga dengan kegiatan fasilitasi bidang kebudayaan ini bisa lebih memperkenalkan adat istiadat, nilai, tradisi sesuai dengan 10 OPK yang ada di undang-undang pemajuan kebudayaan," ucapnya.

Dikatakannya, pada tahun 2020 ini ada sebanyak 3.000 pengusul yang mendaftarkan di Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun untuk tahun 2020 ini, hanya ada 300 pengusul yang diterima untuk mendapatkan fasilitas di bidang kebudayaan.

"Jadi festival nagari di Kubu Gadang ini sangat sangat beruntung, dan kami juga memohon nanti untuk bisa melestarikan kembali adat istiadatnya, serta bisa menyebarkan kepada masyarakat luas. Mungkin dengan stakeholder yang lain, bukan dari fbk kembali tapi bisa juga bekerjasama dengan dinas kebudayaan serta komunitas, mahasiswa, masyarakat untuk mengembangkan nilai kebudayaan-kebudayaan yang ada di Sumatera Barat, "pintanya.

Sementara, Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano mengatakan, sebagai warga Indonesia masyarakat Provinsi Sumatera Barat khususnya harus mampu mempertahankan budaya dan kearifan lokal.

"Begitu banyak ritual-ritual bukan hanya di Sumatera Barat tetapi di seluruh Indonesia yang penuh arti, bayangkan saja satu ritual itu adalah refleksi dari peradaban nenek moyang kita selama beratus-ratus tahun. Tentunya, banyak arti banyak meaning dari pertunjukan-pertunjukan atau pun ritual-ritual tersebut, "katanya.

Walikota Fadly Amran juga menghimbau kepada anak-anak muda zaman sekarag/zaman milenial yang terkenal intelek tentunya anak-anak yang pintar mari kita gali kekayaan budaya kita ini, jangan sampai lebih tahu kebudayaan orang luar daripada kebudayaan kita sendiri.

"Jadi kami sangat mengapresiasi, mudah-mudahan kita sama-sama bisa belajar pada kesempatan ini, Alhamdulillah disponsori oleh Kementerian dilakukan oleh anak muda Padang Panjang dan Sumatera Barat yang akan tampil hari ini, mungkin ada beberapa hal yang bisa dipetik dari pertemuan pertunjukan ritual kali ini. Mudah-mudahan cepat kita ambil hikmahnya secara bersama-sama, "pungkasnya.

Tak lupa, Walikota Fadly Amran juga mengingatkan kepada pengunjung yang hadir pada kesempatan tersebut untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Disamping itu, Pimpinan produksi Festival Ritual Nagari, Rahmad Oscar Ridho, S.Sn., menjelaskan kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari 23 - 24 Oktober dengan beberapa bentuk pelaksanaan kegiatan, salah satunya yaitu akan ada pertunjukan dari komunitas ritual yang ada di Sumatera Barat.

"Malam ini ada tiga ritual yang akan ditampilkan yaitu Ritual Lukah Gilo, Ritual Barzanji dan Ritual Dabuih dan besok harinya akan ada seminar yang dilakukan untuk pengkajian lebih mendalam tentang ritual yang telah digelar maupun yang belum," jelasnya.

Dia berharap, melalui kegiatan ini bisa lebih melihat menyaksikan dan akhirnya mencintai nilai-nilai budaya yang sudah berkembang di tengah-tengah masyarakat dari masa lalu.

Hujan yang mengguyur Kota Padang Panjang pada malam itu, tak mengurangi keinginan masyarakat sekitar untuk datang dan menyaksikan kegiatan festival tersebut.

Hujan lebat dan iringan dentuman petir yang sesekali menghiasi langit kota pada malam itu, kian menambah kesan sakral pada kegiatan tersebut. (Kominfo/Ki)

#Editor : Uki Ratlon 

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN IKW RI

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

INFO GEMPA

KARIR