PADANG, (GemaMedianet.com) | Momentum historis Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 Tahun 2026 didaulat oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat sebagai tonggak krusial untuk merevitalisasi komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Berlandaskan nilai-nilai luhur kebangsaan, semangat nasionalisme dan rajutan persatuan tersiar kuat lewat pesan kebangsaan yang dilayangkan oleh Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wadirlantas, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., Minggu (31/5/2026).
Bagi korps baju cokelat pengatur jalan raya ini, Pancasila bukan sekadar ornamen pemanis simbol negara, melainkan kompas dan pedoman utama dalam mengarsiteki tatanan kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis di Sumatra Barat. Nilai-nilai sakral dasar negara tersebut wajib dihidupkan secara riil, baik dalam postur pelayanan publik kepolisian maupun manifestasi budaya tertib berlalu lintas di jalan raya.
“Semangat Pancasila harus mengalir dan menjadi landasan filosofis di setiap embusan napas tugas dan pengabdian aparat kepolisian di lapangan,” tegas Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq secara filosofis.
Pendekatan Humanis dan Tanggung Jawab
Lebih lanjut Dirlantas menguraikan, bahwa Polri memikul mandat sosiologis untuk merawat stabilitas keamanan sekaligus memperkokoh jalinan persaudaraan dan kemanusiaan universal di tengah kemajemukan warga. Tugas pokok kepolisian di sektor lalu lintas diklaim berkelindan erat dengan prinsip gotong royong, kedisiplinan murni, toleransi, serta kepedulian antarsesama. Atas dasar itulah, aksentuasi pendekatan humanis dalam pelayanan terus dikedepankan sebagai prioritas utama Ditlantas Polda Sumbar.
“Ketertiban di jalan raya pada hakikatnya merupakan representasi dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan jiwa dan menghormati hak asasi sesama pengguna jalan,” imbuhnya.
Kombes Pol. Reza juga mengobarkan seruan kepada seluruh elemen masyarakat di ranah Minang untuk membentengi persatuan bangsa dari gempuran tantangan disrupsi zaman. Penguatan tameng kebangsaan ini mutlak harus diinisiasi dari klaster terkecil, mulai dari lingkungan domestik keluarga hingga interaksi sosial kemasyarakatan.
Penerapan sikap disiplin, saling tenggang rasa, serta kepatuhan pada etika berlalu lintas merupakan bentuk konkret pengamalan butir-butir Pancasila yang efektif mengunci persatuan bangsa Indonesia.
Pelayanan Profesional, Modern, dan Transparan
Selaras dengan itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menandaskan bahwa bentangan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan modal stimulan yang wajib dipelihara secara kolektif. Pancasila kokoh berdiri sebagai jangkar utama yang menstabilkan persaudaraan dan keharmonisan sosial.
Guna mengaktualisasikan semangat itu, AKBP Yudho memastikan seluruh jajaran personil Ditlantas Polda Sumbar di daerah-daerah akan terus memacu eskalasi kualitas pelayanan publik yang profesional, modern, dan transparan. Standardisasi mutu ini krusial demi merawat dan mempertebal lembaran kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap institusi kepolisian.
Sentuhan Estetika Visual Sarat Makna Sejarah
Refleksi ideologis ini kian kentara dalam desain visual resmi ucapan Hari Lahir Pancasila yang dirilis oleh Ditlantas Polda Sumbar. Nuansa dwiwarna Merah Putih tampil dominan berkelindan dengan latar belakang megah lambang Garuda Pancasila, memproyeksikan kekuatan kolektif dan kedaulatan bangsa.
Uniknya, visualisasi tersebut juga menyisipkan siluet sang proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang digambarkan sedang berpidato membacakan mahakarya lahirnya Pancasila. Kehadiran siluet Bung Karno ini bertindak sebagai monumen pengingat sejarah (historis-edukatif) sekaligus alarm moral akan krusialnya merawat rajutan persatuan di tengah kebinekaan.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ke-81 ini, Ditlantas Polda Sumbar menaruh asa besar agar seluruh komponen masyarakat tanpa sekat dapat membumikan nilai Pancasila dalam realitas keseharian, demi menghela laju Indonesia yang lebih maju, aman, tertib, dan berkeadilan hukum. (prl/gmn)









0 comments:
Post a Comment