✅Wawako Maigus Nasir Serukan Gerakan Bentengi Keluarga Lewat Mimbar Subuh Mubarakah
PADANG, (GemaMedianet.com) | Sinyal bahaya merah terkait ancaman kerusakan moral generasi muda di ibu kota Provinsi Sumatera Barat kembali ditiupkan oleh otoritas pimpinan daerah. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melayangkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan terhadap infiltrasi modus baru peredaran gelap narkotika yang kian canggih, licik, dan tidak manusiawi.
Hal mendesak tersebut dibeberkan secara lugas oleh orang nomor dua di Kota Padang itu saat memberikan tausiah rohani di hadapan ratusan jemaah dalam kegiatan Subuh Mubarakah yang dipusatkan di Masjid Al Muzakkirin, Komplek Jondul IV, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan pemetaan situasi di lapangan, Wawako Maigus Nasir mengungkapkan fakta memilukan di mana jaringan sindikat barang haram tersebut kini secara masif mulai membidik dan memanfaatkan anak-anak usia sekolah. Para pelajar yang polos sengaja diperalat untuk dijadikan kurir atau tameng hidup guna memuluskan transaksi sekaligus mengelabui barikade pengawasan aparat penegak hukum.
"Kami mengingatkan dengan sangat bahwa ancaman narkoba hari ini sudah berada di depan pintu rumah kita dengan rupa yang tersamar. Anak-anak sekolah kita, karena kepolosan dan keterbatasan pemahaman mereka, kini mulai dijadikan alat serta kurir oleh para bandar untuk mengelabui petugas kepolisian. Modus ini sengaja dipakai karena anak-anak dinilai minim dicurigai di ruang publik," ungkap Maigus Nasir dengan nada prihatin di hadapan jemaah Subuh.
Mantan Ketua DPRD Kota Padang ini menilai, longgarnya pengawasan di tingkat keluarga dan keteledoran orang tua dalam memantau perubahan perilaku anak menjadi celah empuk yang dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal. Oleh karena itu, ia menyerukan agar momentum Subuh Mubarakah ini tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah ritual semata, melainkan menjelma sebagai madrasah sosial tempat bertukarnya informasi dan menyusun strategi kolektif warga untuk membentengi lingkungan dari bahaya laten narkoba.
Masjid sebagai Episentrum Ketahanan Sosial
Pemerintah Kota Padang terus mendorong optimalisasi fungsi masjid agar kembali ke khitahnya sebagai pusat peradaban dan pertahanan sosial masyarakat (social defense center). Melalui mimbar-mimbar keagamaan seperti Subuh Mubarakah, edukasi preventif mengenai bahaya narkoba, penguatan pola asuh anak yang islami, serta deteksi dini terhadap perilaku menyimpang remaja harus terus digelorakan secara simultan.
Wawako menegaskan, kolaborasi antara pemuka agama, pengurus masjid, lembaga adat, pimpinan RT/RW, dan pihak kepolisian mutlak diperlukan guna memutus mata rantai peredaran zat adiktif tersebut hingga ke tingkat tapak, demi menyelamatkan masa depan generasi emas Ranah Minang yang cerdas dan berakhlakul karimah. (hkp/gmn)
Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment