PADANG, (GemaMedianet.com) | Komitmen nyata dalam memutus mata rantai penyelundupan barang terlarang dan praktik ilegal di balik jeruji besi terus ditabuh oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang. Demi mewujudkan lingkungan yang aman dan bersih dari peredaran handphone, pungutan liar, serta narkoba (Zero Halinar), Kalapas Padang, Ronaldo Devinci Talesa, menginstruksikan pelaksanaan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan super ketat terhadap siapa saja yang melintasi pintu utama area lapas.
Kebijakan represif dan preventif ini resmi diberlakukan mulai Senin, 11 Mei 2026. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk intervensi tegas manajemen dalam mendongkrak sistem keamanan serta ketertiban di lingkungan pemasyarakatan Muaro Padang.
Kepada GemaMedianet.com, Kalapas Padang Ronaldo Devinci Talesa menegaskan bahwa aturan baru ini bersifat mutlak. Tidak ada karpet merah atau hak pengecualian bagi pihak manapun dalam pelaksanaan penggeledahan berlapis tersebut.
"Seluruh pegawai internal tanpa terkecuali, peserta magang, maupun masyarakat yang datang sebagai pengunjung wajib hukumnya mematuhi prosedur pemeriksaan yang telah ditetapkan. Ini adalah ikhtiar kolektif demi mendukung terciptanya Lapas Padang yang bersih dan benar-benar bebas dari Halinar," tegas Ronaldo secara lugas, Sabtu (30/5).
Sterilisasi Gawai dan Deteksi Barang Bawaan
Berdasarkan SOP yang baru diaktifkan tersebut, mekanisme pengawasan tidak hanya menyasar pemeriksaan badan (body searching) dan deteksi barang bawaan secara manual maupun digital. Seluruh pihak yang melangkah masuk ke area steril Lapas kini diwajibkan mengunci gawai atau handphone pribadi mereka di dalam loker khusus yang telah disediakan di area penitipan terluar.
Prosedur pembersihan alat komunikasi ini dinilai sebagai benteng pertahanan utama untuk mencegah masuknya sarana komunikasi ilegal ke dalam blok hunian warga binaan. Selain itu, kebijakan ini diproyeksikan mampu memperkuat fungsi pengawasan melekat sekaligus mempersempit ruang gerak pengendalian bisnis haram dari dalam lapas.
Dengan diterapkannya skema pemeriksaan total ini, sistem skrining keluar masuknya orang maupun barang logistik di lingkungan Lapas Kelas IIA Padang diharapkan dapat berjalan jauh lebih optimal, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut sekaligus menjadi etalase integritas jajaran pemasyarakatan dalam merawat iklim hunian yang aman, tertib, dan kondusif.
"Kalau pengawasan sudah diperketat hingga level ini namun masih ada celah barang terlarang lolos masuk ke dalam, itu tentu sudah berada di luar nalar kita bersama," cetus Ronaldo menegaskan keseriusan jajarannya.
Sinyal Urgensi Renovasi Fisik Bangunan
Di sisi lain, disamping memperketat barikade pengawasan non-fisik menuju target Zero Halinar, putra asli Lubuklinggau, Sumatera Selatan ini juga membeberkan tantangan infrastruktur yang dihadapi Lapas Padang saat ini.
Menurutnya, beberapa klaster bangunan fisik di dalam kompleks lapas memang sudah memasuki fase krusial untuk segera mendapatkan sentuhan renovasi dan peremajaan.
Urgensi perbaikan infrastruktur ini dinilai kian mendesak mengingat grafik jumlah penghuni atau kapasitas warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas IIA Padang saat ini tergolong cukup padat. Daya dukung bangunan yang prima dipandang linier dengan keberhasilan penegakan keamanan jangka panjang. (rsk/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment