✅ Minta Seluruh Elemen Sinergis Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba dan Penyimpangan Sosial _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Upaya proteksi terhadap tatanan sosial dan masa depan generasi muda di Sumatera Barat dari ancaman destruktif penyakit masyarakat (Pekat) terus diperketat. Mengingat kompleksitas tantangan zaman yang kian dinamis, pemerintah daerah mengambil posisi tegas dalam mengonsolidasikan seluruh instrumen regulasi dan modal sosial guna menutup ruang bagi segala bentuk perilaku yang berpotensi merusak nilai-nilai luhur di Ranah Minang.
Komitmen kolektif tersebut ditegaskan secara gamblang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi. Dalam keterangan resminya di Padang, ia menggarisbawahi bahwa penanganan persoalan krusial seperti penyalahgunaan narkoba serta fenomena penyimpangan sosial, termasuk gerakan LGBT, membutuhkan langkah penindakan yang konsisten tanpa adanya ruang toleransi.
Menurut Arry, dampak dari kedua persoalan tersebut tidak hanya merusak fisik dan mental individu yang terpapar, melainkan juga berpotensi menciptakan disorganisasi sosial yang masif jika tidak diantisipasi sejak dini secara kolektif oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Tidak ada kata toleransi untuk dua penyakit masyarakat ini di Sumatera Barat. Kita harus mitigasi secara tuntas dan sikat habis peredaran narkoba serta perilaku LGBT yang mengancam generasi penerus kita," ujar Arry Yuswandi dengan nada lugas.
Sebagai langkah konkret, Sekda menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)—mulai dari aparat penegak hukum, tokoh adat (Tungku Tigo Sajarangan), alim ulama, hingga organisasi kemasyarakatan—yang selama ini konsisten berdiri di barisan depan dalam menjaga lingkungan dari infiltrasi dampak negatif tersebut.
Menjadikan Rumah Sebagai Benteng Utama
Kendati operasi penegakan hukum dan pengawasan eksternal terus digencarkan oleh pemerintah, Arry mengingatkan bahwa instrumen pencegahan yang paling sahih dan berbiaya murah sejatinya berada di unit terkecil masyarakat, yakni institusi keluarga.
"Akar dari pencegahan ini harus kita mulai dari rumah kita masing-masing. Pastikan pengawasan melekat dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anak dan orang terdekat. Jangan sampai kelengahan kita di dalam rumah membuat anggota keluarga terindikasi masuk ke dalam pusaran narkoba maupun penyimpangan sosial lainnya," imbau Sekda.
Ia menambahkan, apabila pilar ketahanan keluarga di seluruh nagari dan kelurahan berjalan optimal, maka beban kerja aparat penegak hukum dan pemerintah dalam aspek rehabilitasi maupun penindakan akan jauh berkurang.
Sebaliknya, sikap apatis lingkungan hanya akan menyuburkan potensi ancaman yang lambat laun meruntuhkan bonus demografi Sumbar. (mrh/gmn)
#EdiRS Khadiva









0 comments:
Post a Comment