PADANG, (GemaMedianet.com) | Gelombang rasa simpati dan belasungkawa atas berpulangnya ibunda tercinta Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA., yakni Hj. Kastarini Binti Padmo Wisastra, terus mengalir deras dari berbagai lapisan masyarakat. Tidak terkecuali dari kalangan insan pers yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI), Sabtu (30/5/2026).
Almarhumah Hj. Kastarini dikabarkan tutup usia pada umur 80 tahun di Yogyakarta. Kepergian sosok ibu yang telah berhasil mendidik putranya hingga menjadi perwira tinggi Polri ini tidak hanya meninggalkan duka lara bagi keluarga internal yang ditinggalkan, tetapi juga memicu rasa kehilangan mendalam bagi mitra kerja kepolisian, termasuk komunitas jurnalis di Sumatera Barat.
Mewakili seluruh keluarga besar organisasi wartawan tersebut, Ketua IKW-RI, David Efendi, menyampaikan ucapan belasungkawa yang setulus-tulusnya kepada Kapolda Sumbar beserta keluarga besar yang sedang dirundung kesedihan. Langkah ini menjadi wujud empati nyata dan solidaritas kemanusiaan yang kuat di antara kedua belah pihak.
“Kehilangan seorang ibu kandung adalah salah satu ujian kehidupan yang paling berat dan menyakitkan bagi setiap anak. Ibu adalah madrasah pertama, sumber kasih sayang tanpa syarat, serta pilar kekuatan utama di dalam keluarga. Kami keluarga besar IKW-RI turut merasakan duka yang amat dalam atas wafatnya Ibunda Hj. Kastarini,” ungkap David Efendi dengan nada khidmat, Minggu (31/5).
BACA JUGA : Polda Sumbar Berduka, Ibunda Kapolda Irjen Pol Gatot Tri Suryanta Berpulang ke Rahmatullah
Warisan Nilai Ketulusan dan Kesederhanaan
David menilai, dari rahim dan didikan luhur seorang ibu, lahir generasi-generasi hebat yang siap mendedikasikan hidupnya demi mengabdi kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai kehidupan berupa ketulusan, kesederhanaan, dan keteguhan iman yang selama ini diwariskan oleh almarhumah akan tetap hidup dan bertransformasi menjadi energi inspirasi bagi anak cucu serta generasi penerus keluarga.
Bagi insan pers, momentum duka ini sekaligus merekatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan tali persaudaraan yang melintasi batas perbedaan profesi maupun latar belakang struktural antara jurnalis dan aparat penegak hukum.
"Belasungkawa yang kami layangkan ini bukan sekadar pemenuhan formalitas hubungan kemitraan, melainkan murni wujud penghormatan spiritual dari hati kami yang paling dalam kepada keluarga besar Bapak Kapolda," tegasnya.
Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Di tengah suasana duka yang menyelimuti, doa-doa terus dipanjatkan secara kolektif oleh segenap pengurus dan anggota IKW-RI. Mereka mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT.
Lebih lanjut, peristiwa kematian ini juga dipandang sebagai pengingat religius bagi semua pihak yang masih hidup untuk senantiasa menghormati, memuliakan, dan berbakti kepada orang tua selagi mereka masih diberikan kesehatan serta kesempatan umur oleh Yang Maha Kuasa.
"Kehidupan manusia pada hakikatnya adalah sebuah safar (perjalanan) kembali menuju Sang Khalik pada waktu yang telah ditetapkan masing-masing. Yang tersisa kelak hanyalah rekam jejak kebaikan dan doa-doa tulus dari orang-orang yang mencintainya," tutur David bijak.
IKW-RI berharap, untaian dukungan moril dan doa yang tak putus-putus mengalir dari kerabat, sahabat, maupun elemen warga Sumatra Barat dapat menjadi pelipur lara sekaligus obat penguat bagi keluarga besar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam melewati masa-masa sulit pasca-kehilangan ini.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Atas nama keluarga besar IKW-RI, kami berdoa semoga almarhumah Ibu Hj. Kastarini Binti Padmo Wisastra diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di jannah terbaik. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi kekuatan, kesabaran, serta ketabahan yang berlipat ganda. Aamiin Ya Rabbal Alamin," tutup David Efendi. (prl/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment