12 April 2026

Kunker Komisi V di Padang: Zigo Rolanda Warning Pemisahan Anggaran Tanggap Darurat dan Rehab-Rekon



PADANG, (GemaMedianet.com) | Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Bendungan Kuranji (Gunung Nago), Kota Padang, Kamis (9/4/2026). 

Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak akhir 2025 berjalan transparan dan tepat sasaran.

Dalam tinjauan lapangan tersebut, politisi muda ini menyoroti dua hal krusial: efektivitas mitigasi fisik dan ketatnya akuntabilitas administrasi anggaran.

Zigo mengingatkan mitra kerja dari kementerian terkait untuk jeli memisahkan manajemen pelaksanaan antara masa tanggap darurat yang berakhir April 2026, dengan fase rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang kini memasuki tahap desain kontrak tahun jamak (multi-year).

“Kedua kegiatan ini memiliki karakteristik berbeda. Pelaksanaan dan pertanggungjawabannya harus dipisahkan secara tegas agar tidak menimbulkan persoalan hukum atau tumpang tindih administrasi di kemudian hari,” tegas Zigo di hadapan jajaran pelaksana proyek.

Waspadai Klaim Pekerjaan Relawan

Lebih jauh, Zigo menekankan pentingnya akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Ia mewanti-wanti agar tidak ada klaim pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara swadaya oleh relawan, namun kemudian dibebankan pada dana pemerintah.

Untuk menjamin transparansi, Zigo bersama Pimpinan Komisi V menyarankan pendampingan ketat dari Kejaksaan dan BPKP selama proses pengerjaan berlangsung. “Kita sangat mengapresiasi relawan, namun semua proses harus tercatat akurat agar tidak ada celah penyimpangan,” tambahnya.

Sinergi Huntap dan Infrastruktur Tangguh

Selain meninjau pemasangan batu boulder dan rencana pembangunan check dam di hulu Batang Kuranji, Zigo juga merespons harapan Gubernur Sumbar terkait realisasi dana rehab-rekon. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera mensinkronkan penyediaan lahan bagi Hunian Tetap (Huntap) warga terdampak.

“Sinkronisasi antara kajian, perencanaan, hingga pelaksanaan di lapangan adalah kunci. Kita ingin infrastruktur Sumatera Barat lebih tangguh dalam melindungi masyarakat di masa depan,” pungkas putra asli Solok Selatan tersebut. (rsd/msc)

#Editor : Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive