15 May 2020

Tolak Terima Bantuan "Doubel", Irma Kembalikan Paket Sembako


GOWA, (GemaMedianet.com— Meski kebanyakan orang berlomba-lomba untuk mendapatkan paket bantuan sembako dari pemerintah, namun sikap Irma, warga Dusun Bontocinde, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan  ini patut dicontoh.

Irma beralasan, keluarganya sudah mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. Oleh karena itu, ia memilih mengembalikan paket sembako yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui pemerintah desa. 

“Di luar sana masih ada orang yang lebih berhak dan lebih layak mendapatkan. Tidak halal juga kalau bukan hakku saya makan, makanya saya kembalikan,” aku Irma di kediamannya seperti dilansir ritmee.co.id, Jumat (8/5/2020).

Irma menjelaskan, bantuan PKH yang diterimanya secara reguler sudah cukup membantu kebutuhan keluarganya. Ia pun telah menerima bantuan tersebut selama tiga kali yaitu pada bulan pertama atau Februari 2020 kemarin dirinya mendapat Rp300.000, kemudian di bulan kedua mendapat Rp400.000 dan pada bulan ketiga mendapat Rp150.000.

Keputusan Irma yang kesehariannya menjadi ibu rumah tangga ini setelah mendapat informasi dari suaminya, bahwa penerima PKH tidak boleh mendapatkan bantuan lainnya. Dengan kata lain, tidak boleh mendapat dua jenis bantuan pada satu penerima.

“Karena tidak boleh mendapat dua bantuan, makanya saya segera mengembalikan,” tegasnya.

Sementara, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa Bontoramba yang juga Sekretaris Camat Pallangga, Syahrial sangat mengapresiasi keputusan yang dilakukan oleh warganya tersebut.

Ia pun telah melaporkan hal tersebut ke Camat Pallangga untuk diteruskan ke Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

“Bapak bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ibu Irma, beliau pun mengarahkan kami untuk memberikan perhatian kepada ibu ini secara pribadi karena kejujurannya,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Camat Pallangga, Taufik M Akib. Keputusannya mengembalikan paket sembako lantaran telah mendapatkan bantuan program sosial dianggap sebuah kejujuran.

Apalagi menurut Taufik, warganya tergolong masyarakat pra sejahtera tetapi rela mengembalikan bantuan sembako dari pemerintah untuk diserahkan kembali ke masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Ini merupakan contoh yang patut diteladani bagi kita semua untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan, menolong orang yang dalam kesusahan. Apalagi di bulan suci ramadan, terlebih lagi ditengah pandemi Covid-19 ini,” harapnya. (JN/rls)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER