29 May 2020

Apresiasi Tim Labor dan Para Medis, Wagub Beberkan Upaya Pemprov Sumbar Dalam Penanganan Covid-19


PADANG, (GemaMedianet.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memberikan apresiasi terhadap tim laboratorium yang bekerja tanpa lelah selama 22 jam. Luar biasanya lagi tim telah melakukan pemeriksaaan sampel sebanyak 1.461 dalam waktu 22 jam.

"Ini pekerjaan tim yang sangat luar biasa dan merupakan rekor pemeriksaan sampel swab terbanyak yang pernah ada di Indonesia," ungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam dialog online via zoom bersama Ikatan Apoteker Sumbar dalam rangka Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanggulangan Covid-19, dari ruang rapat Wakil Gubernur Sumbar, Kamis (28/5/2020).

Begitu terhadap tim paramedis yang telah bekerja luar biasa tanpa kenal lelah siang malam. Meski kadang tidak bertemu keluarga, namun dengan keikhlasan masih tetap bertahan untuk tetap setia merawat dan mengobati pasiennya.

”Semoga pengabdian para medis ini menjadi amal ibadah yang tak terhingga nilainya dan paramedis kita juga diberikan kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah SWT, aamin,” ujar Nasrul Abit.

Terkait upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanggulangan Covid-19, Wagub menjelaskan sekaitan dengan deteksi dini. 

"Upaya ini adalah mencari sebanyak- banyaknya para terindikasi mulai dari ODP, PDP dan OTG, itu dicari semua," ujarnya.

Selanjutnya, deteksi dini harus dipercepat di Sumatera Barat, dengan angka 537 tak perlu takut. Apalagi, menurut hasil deteksi, dibandingkan dengan Provinsi lainnya Sumatera Barat lebih cepat dalam penanganan uji laboratorium. 

"Sumbar didukung Kedokteran Unand yang telah mempunyai labor sendiri. Jadi, sampelnya bisa diperiksa setiap hari, sehingga Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand termasuk terbaik di Indonesia,” ungkap wagub.

Lebih lanjut Nasrul Abit, saat ini sejumlah upaya yang dilakukan Pemprov Sumbar dalam menghadapi wabah corona diantaranya sudah siapkan rumah sakit rujukan Covid-19. Yakni RSUP M. Jamil, RSAM, RS Unand, RS M.Natsir, RS Semen Padang, RS Reksodiwiryo, dengan total 147 tempat tidur. 

Kemudian, Rumah Sakit Khusus Covid-19, diantaranya RSUD Pariaman dan RSUD Rasidin Padang, dengan jumlah 273 tempat tidur, dan jejaring rumah sakit Covid-19 RSUD Daerah dengan jumlah 563 tempat tidur.

Selanjutnya, menyiapkan 9 lokasi karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) lima lokasi, dan Orang Dengan Covid Positif Ringan (OD-CPR) empat lokasi.

Empat lokasi karantina ODP diantaranya, Asrama Diklat PPSDM Kemendagri Ragional Bukittinggi di Baso, UPT Asrama Haji Padang Pariaman, UPTD Balai Pelatihan Penyuluhan, Asrama BLK Padang Panjang, Arama BLK Payakumbuh. Sedangkan untuk karantina (OD-CPR) berlokasi di Asrama Diklat BPSDM Prov Sumbar, UPTD Balatkop Dinas Koperasi UKM Prov Sumbar, Asrama Diklat Bapelkes Dinas Kesehatan , Gedung ITC UPTD BPTSD Prov Sumbar Payakumbuh. 

"Inilah sarana-sarana yang kami siapkan mualai dari perlengkapannya, tenaga kesehatan, Dokter beserta Perawatnya itu akan kita siapkan semua,” ucap Wagub.

Sementara untuk pengendalian akan dilakukan secara edukasi sudah dilakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami di Provinsi saja sudah cukup banyak mengirim surat hampir 100 surat tentang instruksi bagaimana penanganan Covid ini mulai dari ke tingkat desa, kelurahan sampai ke tingkat terendah,” katanya

Selain itu, Wagub mengatakan perlu juga dilakukan tracking, ketika ditemukan satu kasus. Seperti di pasar raya kemarin, mereka langsung ditracking dengan siapa yang bersangkutan, berhubungan siapa kelurganya semuanya kita cari, sehingga diisilasi, diswab ke laboratorium Unand ketika hasilnya positif, dengan siapa dia berkomunikasi dan berinteraksi.  

"Ini yang harus ditracing sehingga dapat ditemukan kasus baru," jelasnya.

Kemudian tentang Isolasi, menurut wagub  ini juga boleh di rumah dan ada tempat disiapkan oleh pemerintah provinsi sebanyak 9 lokasi.  

"Ada yang di Padang, Bukittinggi dan Padang panjang semuanya sudah tersebar tempat isolasi, baik mereka yang positif maupun yang belum, dan yang Pasien Dalam Perawatan (PDP) biasanya sudah diisolasi," tukasnya. 

Wagub menegaskan, ketika hasilnya positif maka akan dimasukkan ke karantina, dirawat dengan standar Covid-19. 

"Mereka akan mendapatkan pengobatan dan dirawat, minimal 14 hari, bahkan ada juga hingga tiga minggu," pungkasnya. (rel/uki)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER