03 February 2020

Padang Inflasi 0,65 Persen, Dipicu Kenaikan Kelompok Pengeluaran Makanan, Minuman & Tembakau, dan Kesehatan


PADANG, (GemaMedianet.com— Kota Padang selama bulan Januari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,65 persen. Hal itu terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,19 pada bulan Desember 2019 menjadi 103,86 pada bulan Januari 2020. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, serta kelompok kesehatan.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada delapan kelompok pengeluaran. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,13 persen, diikuti kenaikan indeks pada kelompok kesehatan sebesar 1,65 persen," kata Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Ir. Pitono, MP dalam press release berita resmi statistik, Senin (3/2/2020).

Dijelaskan, delapan kelompok pengeluaran itu terdiri dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,13 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 1,65 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,66 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,19 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,14 persen. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar mendekati 0,00 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami Deflasi adalah kelompok transportasi sebesar 0,36 persen.

Ia juga menyampaikan, laju inflasi tahun kalender Kota Padang sampai Januari 2020 adalah sebesar 0,65 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2020 terhadap Januari 2019) sebesar 2,40 persen. 

Sementara di Kota Bukittinggi pada bulan Januari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,74 pada bulan Desember 2019 menjadi 102,99 pada bulan Januari 2020.

"Inflasi di Kota Bukittinggi disebabkan juga adanya kenaikan indeks pada sembilan kelompok pengeluaran. Peningkatan terbesar terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 2,69 persen, dan diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau. Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,46 persen," tukasnya.

Laju Inflasi tahun kalender sampai bulan Januari 2020 di Kota Bukittinggi sebesar 0,25 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2020 terhadap Januari 2019) adalah sebesar 2,03 persen.

Dari 24 kota IHK di Sumatera, semua kota mengalami inflasi. Tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 1,44 persen, dan terendah terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,08 persen.

Kota Padang sendiri menduduki urutan ke Sembilan, dan Kota Bukittinggi urutan 20 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Sedangkan secara nasional Kota Padang menduduki urutan ke 22 dan Kota Bukittinggi ke 66. (uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER