19 June 2026

Delapan Dekade Mengabdi, Polres Pasbar Gelar Bakti Kesehatan Massal Sambut Hari Bhayangkara ke-80




SIMPANG4, (GemaMedianet.com) | Momentum peringatan hari jadi korps kepolisian nasional di ujung utara Ranah Minang tahun ini dikemas lewat aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat bawah. Menolak sekadar terjebak dalam seremoni formal, aparat penegak hukum mengaktualisasikan fungsi perlindungan dan pengayoman melalui intervensi layanan kesehatan gratis guna meringankan beban ekonomi warga prasejahtera.

Dugaan Cacat Mutu Proyek Jalan Beton Rp42,7 Miliar Mencuat, Besi Tengah Kosong Kasat Satker PJN I Sumbar Bungkam



Anggaran Fantastis Rp7,2 Miliar Per Kilometer Dipertanyakan, Korps Pengawas Jalan Nasional Tutup Mulut Terkait Indikasi Pengurangan Spesifikasi Besi  _

PADANG, (GemaMedianet.com) | Sorotan tajam kini mengarah pada proyek infrastruktur strategis nasional di Sumatera Barat. Paket pengerjaan pengerasan jalan beton (rigid pavement) pada Proyek Jalan Batas Kota Payakumbuh – Sitangkai Seksi 1 yang menelan anggaran fantastis senilai Rp42,7 miliar diduga kuat mengalami kecacatan mutu serius akibat pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis kontrak.

Indikasi kongkalikong dan pengurangan volume material besi di lapangan mencuat setelah tim menemukan kejanggalan kasat mata pada struktur pembesian. Di balik anggaran jumbo tersebut, tulangan besi baja dilaporkan hanya dipasang pada sisi tepi kiri dan kanan badan jalan saja. Sementara itu, pada bagian tengah badan jalan—yang merupakan area kritis lintasan roda utama kendaraan berat—didapati dalam kondisi kosong total tanpa ada rangkaian besi tulangan sama sekali.

Guna meluruskan temuan fatal yang berpotensi merugikan keuangan negara tersebut, upaya konfirmasi resmi telah dilayangkan kepada jajaran pimpinan satuan kerja selaku kuasa pengguna anggaran. Namun sayang, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumatera Barat, Andi Mulya, memilih diam seribu bahasa. Saat dikonfirmasi awak media, Selasa (9/6) lalu, sang kasatker enggan memberikan jawaban alias bungkam terkait rincian teknis proyek di bawah kewenangannya tersebut.

Tujuh Pertanyaan Kritis Menuntut Transparansi Anggaran

Sikap bungkamnya pihak Satker PJN Wilayah I Sumbar memicu tanda tanya besar di tengah publik. Padahal, terdapat tujuh poin pertanyaan krusial berbasis pembuktian lapangan yang butuh penjelasan logis kedinasan.

Pertama, mengenai sejauh mana pengawasan hulu Kasatker terhadap kondisi riil di lapangan. Fakta bahwa konstruksi beton bertulang bernilai Rp42,7 miliar itu "ompong" di bagian tengah menimbulkan kecurigaan sistemik. Kedua, publik mempertanyakan apakah metode pemasangan besi yang hanya di pinggir jalan tersebut sudah sesuai dengan Gambar Kerja (Gambar Rencana) dan Spesifikasi Teknis Kontrak asli yang telah ditandatangani bersama.

Ketiga, sorotan mengarah pada lumpuhnya mekanisme kendali mutu (quality control) internal. Bagaimana mungkin penyimpangan teknis yang sangat mendasar dan kasat mata ini bisa lolos dari berlapis-lapis sistem pengawasan harian, mingguan, hingga bulanan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Konsultan Pengawas, padahal proyek sudah nyaris rampung.

"Secara keilmuan teknik sipil, ketiadaan besi tulangan di area tengah adalah bunuh diri infrastruktur. Dengan konstruksi tengah kosong, berapa lama umur layanan jalan ini bisa bertahan menghadapi beban truk tambang bermuatan lebih (overdimension overload) yang melintasi jalur Payakumbuh-Sitangkai setiap hari? Apakah pihak satker berani menjamin jalan ini awet minimal 5 tahun, atau jangan-jangan mereka sendiri tahu jalan ini akan retak dan patah melintang dalam waktu kurang dari 1 tahun?" cecar elemen masyarakat yang mengawal proyek ini.

Ancaman Kerugian Negara dan Bahaya Fatal

Lebih jauh, nilai kontrak sebesar Rp42,7 miliar untuk panjang jalan 5,89 kilometer berarti negara membayar sekitar Rp7,2 miliar per kilometer. Angka ini merupakan biaya untuk jalan beton kualitas premium dengan pembesian penuh. Jika negara membayar harga "Jalan Beton Bertulang", namun fisik yang diberikan adalah "Jalan Beton Polos" tanpa besi di lajur utama, maka hal tersebut merupakan indikasi nyata tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah akibat pemotongan volume material.

Secara teknis, konstruksi jalan beton tanpa besi pengikat di area kritis menabrak standar baku Direktorat Jenderal Bina Marga. Struktur semen tanpa tulang tersebut rawan patah melintang akibat tekanan beban berat (bending stress), menciptakan gelombang patahan tajam yang berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas fatal bagi pengendara.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satker PJN I Sumbar belum memberikan klarifikasi resmi apakah akan melakukan pembongkaran total terhadap beton cacat mutu tersebut, atau memilih membiarkan jalan dioperasikan masyarakat dengan risiko kerusakan dini. 

Publik kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan memeriksa PPK, kontraktor pelaksana, hingga Kasatker atas dugaan kelalaian berat dan pembiaran penyimpangan spesifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah. (tim/mrh/gmn)

18 June 2026

Sikat Mafia Subsidi di Talamau, Tim URC Polres Pasbar Amankan Pikap Pengangkut Puluhan Jeriken Bio Solar



Pengepul Modus Langsir di Sejumlah SPBU Ditangkap: Terancam 6 Tahun Penjara Akibat Manipulasi Kuota Rakyat Kecil _

SIMPANG4, (GemaMedianet.com) | Ketegasan aparat penegak hukum dalam mengawal ketersediaan energi bersubsidi bagi masyarakat kecil di wilayah pelosok kembali dibuktikan lewat operasi senyap di lapangan. Menolak kompromi terhadap para pemburu rente yang merusak tatanan distribusi energi, kepolisian daerah sukses memutus mata rantai penyelundupan bahan bakar yang kerap memicu kelangkaan artifisial di tingkat basis.

Keberhasilan penegakan hukum tersebut dilesakkan oleh jajaran Tim Opsnal Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat. Di bawah instruksi taktis Kapolres Pasbar, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang didelegasikan melalui Kasat Reskrim, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, petugas berhasil menggagalkan dugaan tindak pidana penyalahgunaan perniagaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di wilayah Jorong Kajai, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.

Operasi tangkap tangan (OTT) ini dilancarkan petugas pada Minggu (14/6/2026) malam sekitar pukul 21.34 WIB. Aparat berhasil membekuk seorang aktor lapangan berinisial UM (48), warga lokal yang bertindak sebagai pengepul sekaligus distributor ilegal lintas kecamatan.

"Benar, tim lapangan kami di bawah komando Kanit Opsnal Ipda Algino Ganaro telah mengamankan seorang terduga pelaku penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi jenis Bio Solar. Pelaku ditangkap basah saat mengangkut puluhan jeriken menggunakan armada kendaraan bak terbuka (pick up)," ungkap Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata saat memberikan konfirmasi resmi di ruang kerjanya, Kamis (18/6).

Modus Ditutup Terpal: Pasok Warung Eceran dengan Harga Tinggi

Mantan Kanit Reskrim di jajaran Polda Sumbar ini menguraikan, kronologi pengungkapan ini bermula dari adanya laporan terpercaya masyarakat yang mencium pergerakan mencurigakan satu unit pikap Ford Ranger warna silver dengan nomor polisi BG 9239 C. Mobil double cabin yang telah dimodifikasi tersebut dilaporkan kerap membawa muatan berat di malam hari melintasi jalur kawasan Kajai menuju pedalaman Talamau.

Bergerak cepat merespons laporan tersebut, Tim URC Satreskrim langsung menggelar patroli hunting dan penyekatan di Jalan Lintas Kajai. Saat armada sasaran melintas, petugas langsung melakukan penghentian paksa guna melakukan pemeriksaan visual pada ruang muatan bak belakang.

"Saat kami lakukan penggeledahan, kendaraan yang dikemudikan oleh UM didapati mengangkut 31 jeriken ukuran besar yang terisi penuh oleh BBM jenis Bio Solar. Guna mengelabui pandangan petugas di jalan raya, tumpukan jeriken tersebut sengaja ditutupi secara rapat menggunakan terpal plastik berwarna biru," urai Kasat Reskrim secara detail.

Berdasarkan hasil interogasi intensif, pelaku UM mengakui bahwa puluhan jeriken Bio Solar tersebut bukan didapat dari alokasi resmi, melainkan dikumpulkan secara bertahap dari para pembalap/pelangsir yang memanfaatkan celah pengisian di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pasaman Barat. Rencananya, pasokan subsidi tersebut akan diecer kembali ke warung-warung kelontong kecil di pelosok Talamau dengan patokan harga yang jauh lebih tinggi demi meraup keuntungan sepihak.

Guna kepentingan penyidikan dan pengembangan jaringan di atasnya, tersangka UM beserta seluruh barang bukti berupa armada pikap dan ratusan liter Bio Solar telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Pasbar. Penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) saat ini tengah memburu keterlibatan oknum operator SPBU nakal yang diduga ikut bermain memuluskan aksi pelangsiran massal ini. (hrp/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

Ketok Palu di Luar Propemperda, DPRD Sumbar Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

✅Muhidi Pimpin Paripurna Nota APBD 2025 : Amankan Kepastian Hukum Layanan Publik dan Tutup Celah Kebocoran PAD _



PADANG, (GemaMedianet.com) | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat mengambil langkah taktis nan responsif dalam memperkuat jaminan regulasi keuangan daerah.

Sinergi RPJPD 2025–2045: Fadly Amran Kawal Amdal dan ESIA Pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang



PADANG, (GemaMedianet.com) | Transformasi Kota Padang menuju episentrum perdagangan dan jasa regional di pesisir barat Sumatera memerlukan percepatan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi. Pengembangan fasilitas pelayanan publik skala masif tidak boleh lagi berjalan parsial, melainkan harus bertumpu pada mitigasi risiko lingkungan yang rigid sekaligus selaras dengan peta jalan makro pembangunan daerah jangka panjang demi menjamin kenyamanan warga kota.

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Padang, Fadly Amran Desak Penguatan SPPG dan Rantai Pasok Lokal




PADANG, (GemaMedianet.com) | Implementasi kebijakan strategis nasional di tingkat daerah memerlukan pengawasan yang ketat dan evaluasi berkala agar tidak terjebak dalam jalur birokratisasi yang lamban. Intervensi pemenuhan gizi bagi generasi emas tidak boleh sekadar dipandang sebagai program bagi-bagi pangan gratis, melainkan harus diarsiteki sebagai instrumen ganda (dual-purpose instrument) yang mampu mengentaskan masalah kesehatan anak sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat kelas bawah secara simultan.

Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026, Fadly Amran: Data Akurat Pondasi Utama Kebijakan Pembangunan



PADANG, (GemaMedianet.com) | Keberhasilan eksekusi program pembangunan di tataran perkotaan modern tidak lagi bertumpu pada perkiraan intuitif atau kebijakan pragmatis tanpa arah. Akurasi komparatif, validitas sektoral, dan ketajaman potret basis data makro merupakan pilar penentu utama agar kebijakan stimulus ekonomi dan intervensi sosial yang dirancang pemerintah daerah dapat menyasar target secara presisi, efektif, serta bebas dari inefisiensi anggaran.

SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive