08 June 2026

Proyek Jalan Beton Payakumbuh Rp42,7 Miliar Disorot, Besi Tengah Kosong Diduga Cacat Mutu



PPK Sebut Sudah Sesuai Desain, Pakar Ingatkan Risiko Retak Struktur Akibat Beban Lentur

PAYAKUMBUH, (GemaMedianet.com) | Aroma penyimpangan teknis menyengat proyek infrastruktur nasional di Luak Limopuluah. Proyek rekonstruksi jalan nasional di kawasan Payakumbuh senilai puluhan miliar rupiah kini memantik sorotan tajam. Metode pengerjaan struktur perkerasan kaku (rigid pavement) di lapangan diduga kuat menabrak spesifikasi teknis dan terancam cacat mutu struktural.

Berdasarkan investigasi lapangan dan bukti visual yang dihimpun, pengerjaan hamparan beton bertulang yang dirancang sebagai jalur logistik beban berat tersebut ditemukan kejanggalan fatal. Besi tulangan baja terpantau hanya dipasang di sisi tepi kiri dan kanan (bahu jalan/saluran). Sementara pada bagian tengah atau center pelat beton—yang menjadi lajur utama lintasan roda kendaraan—justru kosong total tanpa anyaman besi (wiremesh).

Kondisi struktural yang dinilai "ompong" di bagian tengah ini memicu kekhawatiran besar bahwa uang negara senilai Rp42,7 miliar dari APBN tersebut terancam habis hanya untuk ketahanan sesaat, bukan solusi infrastruktur jangka panjang.

Saat dikonfirmasi mengenai fakta tulangan besi baja yang hanya terpasang di sisi tepi saja, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumatera Barat, Rio Andika, ST, memberikan jawaban singkat.

“Sudah sesuai desain pak,” kata Rio Andika via pesan singkat WhatsApp, Senin (18/5/2026). Namun, saat ditanyakan lebih lanjut mengenai metode pemasangan besi tulangan yang dinilai tidak lazim—dibungkus plastik, posisi melayang, dan tidak terikat sempurna—PPK memilih bungkam hingga berita ini diturunkan.

Rapuh Menahan Beban Lentur

Secara kaidah ilmu sipil, metode pengerjaan tanpa tulangan tengah tersebut dinilai berisiko tinggi. Struktur jalan beton yang dirancang untuk menahan beban truk bertonase besar wajib memiliki jaringan besi baja yang menyelimuti seluruh area pelat beton guna mendistribusikan beban (load transfer) secara merata.

Tanpa anyaman besi di bagian tengah, hamparan tersebut hanya berfungsi sebagai lapisan beton biasa (unreinforced concrete) yang sifatnya getas. Karakteristik dasar beton dikenal sangat kuat menahan beban tekanan (compressive strength), namun sangat lemah menahan gaya tarik atau lenturan (tensile strength).

Saat truk bermuatan lebih (overloading) melintas, pelat beton akan mengalami defleksi atau melengkung tipis di bagian tengah. Tanpa adanya struktur besi pengikat di area kritis tersebut, bagian bawah beton dipastikan akan mengalami retak struktur seketika (structural cracking). Retakan ini lambat laun akan menjalar ke permukaan, menjadi celah masuknya air hujan yang akan meluluhkan tanah dasar (subgrade), hingga akhirnya jalan amblas.

Umur Layanan Terancam Anjlok

Jika mengacu pada standar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek rigid pavement bertulang penuh idealnya memiliki umur layanan (design life) mencapai 15 hingga 20 tahun. Namun, dengan pola pemotongan spesifikasi seperti yang dikhawatirkan di lapangan saat ini, jalan beton di atas tanah dasar Payakumbuh yang cenderung lunak diprediksi hanya akan bertahan 2 hingga 4 tahun maksimal, bahkan terancam rontok dalam hitungan bulan.

Skenario pembentukan lubang baru ini dinilai tidak sebanding dengan nilai investasi yang dikeluarkan negara. Publik harus membayar mahal setara belasan miliar rupiah per kilometer, namun kualitas ketahanan fisik infrastruktur yang diterima di lapangan tidak optimal.

Didesak Audit Investigatif

Merespons temuan indikasi cacat mutu struktural ini, desakan keras mulai dilayangkan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat untuk segera mengambil tindakan tegas di lapangan sebelum proses pengecoran diselesaikan seluruhnya.

"Kami meminta PPK dan Konsultan Pengawas untuk segera menghentikan aktivitas pengecoran sementara waktu sampai spesifikasi pembesian dievaluasi total. Kontraktor pelaksana harus diperintahkan memasang tulangan besi atau wiremesh di seluruh permukaan pelat jalan secara utuh jika memang itu yang direncanakan, bukan hanya di bagian pinggiran sebagai formalitas," tegas perwakilan pengawas teknik lapangan, Senin (18/5).

Jika pembiaran ini terus berlanjut hingga berita acara serah terima pengerjaan (Provisional Hand Over/PHO) ditandatangani, proyek ini dinilai cacat mutu secara hukum. Unsur pemotongan volume material baja bernilai miliaran rupiah ini patut diaudit investigatif oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR maupun aparat penegak hukum atas indikasi tindakan yang merugikan keuangan negara. (mrh/tim/gmn)

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive