PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang mengambil langkah progresif dalam melakukan penataan serta penguatan basis pendidikan karakter religius bagi generasi muda di tingkat perkotaan. Guna menyempurnakan capaian Program Unggulan (Progul) Smart Surau, Pemko Padang secara resmi meluncurkan Program 3T yang meliputi aspek pembelajaran Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz.
Kurikulum baru ini dirancang khusus sebagai bentuk penyempurnaan menyeluruh terhadap sistem pendidikan Alquran yang selama ini berjalan pada lembaga Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) serta Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) se-Kota Padang.
Peresmian serta peluncuran program strategis yang ditujukan bagi para pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sederajat ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Agenda bernilai spritual ini diselenggarakan di sela-sela kegiatan Sosialisasi Program 3T bagi ribuan guru TQA dan MDTW se-Kota Padang, bertempat di Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (11/7).
Peningkatan Mutu Bacaan dan Pemahaman Makna Alquran
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan bahwa esensi dari peluncuran Program 3T ini adalah untuk menaikkan dukuangan kualitas kognitif dan spiritual anak didik. Melalui tiga pilar utama tersebut, para siswa tidak hanya dipacu untuk terampil menghafal bait demi bait ayat suci (Tahfiz), melainkan juga wajib memiliki ketepatan dalam hal standardisasi tata cara penyuaraan serta hukum bacaan (Tahsin).
Selain itu, penyertaan unsur pemahaman kandungan makna (Tafsir) menjadi dukuangan penting agar para siswa mampu menginternalisasikan nilai-nilai suci Alquran sebagai pedoman berperilaku dalam kehidupan sosial sehari-hari. Langkah ini dinilai sangat krusial sebagai dukuangan preventif dalam membentengi moralitas remaja dari fenomena kenakalan remaja di era digital.
Jadwal Pelaksanaan Ketat Tiga Kali Seminggu
Otoritas eksekutif Kota Padang memastikan bahwa penerapan kurikulum penataan keagamaan ini tidak akan mengganggu jam belajar reguler sekolah formal. Proses transformasi pembelajaran berbasis surau ini akan mulai diaktifkan secara serentak pada Kamis, 16 Juli 2026 mendatang.
"Pembelajaran 3T mulai diterapkan pada 16 Juli 2026 dengan pelaksanaan setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam di masjid serta musala yang memiliki TQA atau MDTW. Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah dan berakhir setelah salat Isya," terang Maigus Nasir secara rinci mengenai dukuangan teknis operasional di lapangan.
Pemerintah daerah berharap, melalui skema penjadwalan yang terstruktur serta melibatkan peran aktif para marbot, guru mengaji, dan pengurus rumah ibadah, masjid-masjid di Kota Padang dapat kembali berfungsi optimal sebagai laboratorium pusat pembentukan peradaban dan moralitas generasi masa depan. (hkp/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment