PADANG, (GemaMedianet.com) | Kota Padang kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat tata kelola pemerintahan yang bersih, akurat, dan berbasis digital di tingkat nasional. Kali ini, prestasi membanggakan berhasil ditorehkan dalam sektor krusial pembangunan sumber daya manusia pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang dihelat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Kota Bingkuang sukses memboyong penghargaan prestisius sebagai Pemerintah Daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validitas Terbaik). Raihan ini menjadi bukti sahih atas keberhasilan reformasi birokrasi dan digitalisasi administrasi sekolah yang digelorakan jajaran Pemerintah Kota Padang.
Penghargaan tertinggi dalam ekosistem data pendidikan ini diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Lantai 1 Kompleks Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin malam (25/5).
Masuk Tiga Besar Nasional, Terbaik di Pulau Sumatera
Ketajaman performa Pemko Padang dalam memvalidasi data mentah pendidikan terbukti sangat mutakhir. Penghargaan kategori ini terbilang sangat kompetitif dan selektif, karena Kemendikdasmen hanya memberikan apresiasi kepada tiga pemerintah kota terbaik di seluruh Indonesia.
Berdasarkan rapor akhir penilaian kementerian, Kota Ternate sukses mengamankan peringkat I nasional, disusul Kota Padang di peringkat II nasional, dan Kota Mojokerto yang mengunci peringkat III nasional. Dengan catatan impresif ini, Padang menorehkan sejarah baru sebagai satu-satunya kota di Pulau Sumatera yang berhasil menembus dinding penghargaan tersebut.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh operator dapodik, kepala sekolah, guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang yang telah bekerja keras di balik layar demi memastikan setiap digit data siswa, guru, dan aset sekolah tercatat secara riil serta minim kekeliruan.
Menurut Fadly, validitas data adalah kompas utama dalam menelurkan kebijakan anggaran, penyaluran bantuan operasional, hingga pemerataan fasilitas pendidikan agar tepat sasaran, akurat, dan bebas dari potensi penyelewengan dana publik. (hkp/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment