28 May 2026

Atasi Banjir Klasik, Pemko Padang dan BMCKTR Sumbar Kebut Proyek Drainase Gajah Mada-Batang Kuranji




PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang bergerak progresif dalam memetakan solusi jangka panjang guna mengurai persoalan banjir klasik yang kerap merendam sejumlah kawasan hilir saat curah hujan dengan intensitas tinggi melanda. Langkah taktis ini diwujudkan lewat penguatan koordinasi lintas pemerintahan guna mempercepat eksekusi pembangunan dan normalisasi infrastruktur drainase makro di Kota Bingkuang.

Keseriusan tersebut ditunjukkan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang menggelar kunjungan kerja sekaligus rapat koordinasi teknis ke Kantor Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Senin (25/5). Pertemuan ini didesain khusus untuk menyamakan persepsi dan mengonsolidasikan anggaran serta kewenangan penataan saluran air perkotaan.

Fokus krusial yang mengemuka dalam pembahasan lintas sektor tersebut adalah rencana percepatan pembangunan dan pengerukan drainase skala besar, yang membentang dari kawasan padat aktivitas di sepanjang Jalan Gajah Mada hingga bermuara ke hilir aliran Sungai Batang Kuranji. Kawasan ini dibidik karena menjadi salah satu urat nadi sistem pembuangan air (catchment area) yang paling rawan memicu genangan tinggi akibat sedimentasi dan penyempitan saluran.

“Penanganan dan pembenahan sistem drainase perkotaan saat ini menempati urutan prioritas utama dalam matriks pembangunan Pemerintah Kota Padang. Kami harus bergerak cepat berkolaborasi dengan Pemprov Sumbar demi menciptakan lingkungan permukiman dan fasilitas publik yang aman, nyaman, serta bebas dari ancaman banjir bagi seluruh masyarakat,” tegas Maigus Nasir usai pertemuan tersebut.

Integrasi Saluran Primer Menuju Hilir Batang Kuranji

Selama ini, Jalan Gajah Mada merupakan salah satu titik jenuh air yang kerap lumpuh digenangi luapan air setiap kali hujan lebat berdurasi lebih dari dua jam terjadi di hulu Padang. Kurang optimalnya kapasitas tampung saluran pembuangan primer yang ada saat ini membuat aliran air melambat dan berbalik merendam badan jalan serta permukiman warga sekitar.

Melalui skema intervensi bersama Dinas BMCKTR Sumbar, sistem drainase di sepanjang koridor utama tersebut akan direstrukturisasi secara total dengan memperlebar penampang basah saluran menggunakan konstruksi beton precast (box culvert). Aliran air akan diarahkan secara vertikal langsung menuju sodetan akhir di kawasan Batang Kuranji, sehingga daya tampung dan laju debit air (flow rate) menuju muara meningkat tajam saat beban puncak hujan.

Maigus Nasir menambahkan bahwa kolaborasi bersama Pemprov Sumbar melalui Dinas BMCKTR sangat fundamental, mengingat beberapa ruas jalan utama dan aliran sungai besar di Kota Padang secara regulasi berada di bawah kewenangan teknis pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui BWS Sumatra V. Sinergitas ini diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi, sehingga pengerjaan fisik di lapangan dapat segera terealisasi tanpa kendala tumpang tindih kewenangan wilayah. (hkp/gmn)

#Editor: Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive