14 October 2021

Bacaan yang Rasulullah SAW Contohkan Setelah Menunaikan Shalat Wajib




Oleh : Prof.Dr.H.Asasriwarni, MH 

(Guru Besar UIN IB/ Ketua MK Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Sumbar) 


(GemaMedianet.comSetelah menunaikan shalat wajib, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya selalu melakukan beberapa bacaan.

A. Rujukan Al Qur'an

1. Firman Allah dalam Surat An Nisa Ayat 103 :

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), berdzikirlah kepada Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An Nisa Ayat : 103).

2. Firman Allah dalam Surat Al Jumu'ah Ayat 10

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan berdzikirlah kepada Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al Jumu’ah Ayat : 10).

B. Rujukan As Sunnah

1. Bacaan yang pertama

كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، إذَا انْصَرَفَ مِن صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam jika selesai shalat, beliau beristighfar 3x, lalu membaca doa :

Alloohumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom

(Ya Allah Engkau-lah as salam, dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemulian)  (HR. Muslim No. 591).

2. Bacaan yang kedua

سَمِعْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يقولُ خَلْفَ الصَّلَاةِ: لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، اللَّهُمَّ لا مَانِعَ لِما أعْطَيْتَ، ولَا مُعْطِيَ لِما مَنَعْتَ، ولَا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ

Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam setelah shalat beliau berdoa :

Laa ilaha illallooh wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Alloohumma laa maani’a lima a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan (bagi pemiliknya). Dari Engkau-lah semua kekayaan dan kemuliaan.   (HR. Bukhari No.6615 dan Muslim No.593).

3. Bacaan yang ketiga

كانَ ابنُ الزُّبَيْرِ يقولُ: في دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهو علَى كُلِّ شيءٍ قَدِيرٌ، لا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا باللَّهِ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ، له النِّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسَنُ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ له الدِّينَ ولو كَرِهَ الكَافِرُونَ وَقالَ: كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يُهَلِّلُ بهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

Biasanya (Abdullah) bin Zubair di ujung shalat, ketika selesai salam beliau membaca :

(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Semua nikmat, anugerah dan pujian yang baik adalah milik Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (HR. Muslim No. 594).

4. Bacaan yang keempat

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

ينَ ، فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ ، وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa yang berdzikir setelah selesai shalat, dengan dzikir berikut :

Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagiNya. Semua kerajaan dan pujaan adalah milik Allah. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu).

Maka akan diampuni semua kesalahannya, walaupun sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim No. 597).

Demikian juga riwayat dari Ka’ab bin Ujrah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu ’alaihi Wassalam :

مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ – أَوْ فَاعِلُهُنَّ – دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ ، ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً ، وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً ، وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً

Dzikir-dzikir yang tidak akan merugi orang yang mengucapkannya setelah shalat wajib : yaitu 33x tasbih, 33x tahmid, 34 takbir* (HR. Muslim No. 596).

5. Bacaan yang kelima  

Membaca Ayat Kursi

Sebagaimana hadits dari Abu Umamah Al Bahili Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

مَن قرأَ آيةَ الكرسيِّ دبُرَ كلِّ صلاةٍ مَكْتوبةٍ ، لم يمنَعهُ مِن دخولِ الجنَّةِ ، إلَّا الموتُ

Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian. (HR. An Nasa-i No. 9928, Ath Thabrani No.7532, Dishahihkan Al Albani Dalam Shahih Al Jami’ No.6464).

6. Bacaan yang keenam

Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

Sebagaimana hadits dari Uqbah Bin ‘Amir Radhiallahu’anhu, ia berkata :

أمرني رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ أن أقرأَ بالمُعوِّذاتِ دُبُرَ كلِّ صلاةٍ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkanku untuk membaca Al Mu’awwidzar (An naas, Al Falaq, Al Ikhlas) di penghujung setiap shalat.

(HR. Abu Daud No. 1523, Dishahikan Al Albani Dalam Shahih Abu Daud).

7. Bacaan yang ketujuh

Membaca doa “Allahumma inni as-aluka ilman naafi’an…”. Dari Ummu Salamah Hindun Binti Abi Umayyah Radhiallahu’anha, ia berkata :

كانَ يقولُ إذا صلَّى الصُّبحَ حينَ يسلِّمُ اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ عِلمًا نافعًا ورزقًا طيِّبًا وعملًا متقبَّلًا

Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika Shalat Shubuh, ketika setelah salam beliau membaca :

Alloohumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.   (HR. Ibnu Majah  No.762, Dishahihkan Al Albani Dalam Shahih Ibni Majah).

8. Bacaan yang kedelapan  

Membaca doa “Rabbighfirli wa tub ‘alayya…”. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya :

قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْاَنْصَارِ اَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةٍ وَهُوَ يَقُولُ رَبِّ اغْفِرْ لِي قَالَ شُعْبَةُ اَوْ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ مِائَةَ مَرَّةٍ‏

Berkata seorang dari kaum Anshar, bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam shalat beliau berdoa :

Rabbighfirli (atau : Allahummaghfirli) wa tub ‘alayya innataka antat tawwaabul ghafur

Wahai Rabbku, terimalah taubatku, sungguh Engkau Dzat yang banyak menerima taubat, lagi Maha Pengampun sebanyak 100x (HR. Ahmad No.23198, Dishahihkan Al Albani Dalam Silsilah Ash Shahihah No. 2603).

9. Bacaan yang kesembilan

Membaca doa “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika…”. Dari Mu’adz Bin Jabal Radhiallahu’anhu, ia berkata :

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ أخذ بيده وقال يا معاذُ واللهِ إني لَأُحبُّك واللهِ إني لَأُحبُّك فقال أوصيك يا معاذُ لا تَدَعَنَّ في دُبُرِ كلِّ صلاةٍ تقول اللهمَّ أعِنِّي على ذكرِك وشكرِك وحسنِ عبادتِك

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menarik tanganku sambil berkata : wahai Mu’adz, Demi Allah aku mencintaimu sungguh aku mencintaimu. Aku wasiatkan engkau wahai Muadz, hendaknya jangan engkau tinggalkan di setiap akhir shalat untuk berdoa :

Alloohumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika

Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik. (HR. Abu Daud No.1522, Dishahihkan Al Albani Dalam Shahih Abi Daud).

Semoga ibadah yang kita lakukan senantasa memperoleh ridha dari Allah SWT, aamiin yaa robbal alamin. (*) 

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

POLDA SUMBAR


SUMATERA UTARA

KOMUNITAS


HUMANITY

KULINER


MENTAWAI


MANCANEGARA



IKLAN

IKLAN



TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views


Terkini



Pariaman



HISTORIA

FACEBOOK - TWEETER



Artikel


INFO GEMPA





BUMD




IKLAN

IKLAN

Adv


KARIR