27 September 2019

Rakorwasdanas 2019 Evaluasi Capaian Aksi Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah


SURAKARTA(GemaMedianet.com— Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) diharapkan dapat menjaga integritas dan profesionalitas, serta mengubah cara pandang bahwa efektivitas APIP dilihat dari bukan banyaknya temuan yang diperoleh, melainkan dari seberapa banyak pendampingan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Secara Nasional (Rakorwasdanas) Tahun 2019 yang dirangkai dengan Evaluasi Capaian Aksi Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah di The Sunan Hotel Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). 

"Ukuran kinerja pemberantasan korupsi tidak lagi dilihat dari seberapa banyak penindakan yang dilakukan, namun seberapa besar potensi pelanggaran dan potensi kerugian negara yang tidak bisa diselamatkan. Oleh karena itu, salah satu kebijakan pemerintah adalah melaksanakan aksi Strategis Nasional (Stranas) dalam Pencegahan Korupsi (PK) sesuai Perpres Nomor 54 Tahun 2018," jelas Hadi. 

Dia menekankan, APIP yang fungsinya dijalankan oleh Inspektorat di level Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota secara terus-menerus untuk dapat meningkatkan kompetensinya menuju APIP level 3 yang mampu mendeteksi terjadinya penyimpangan dan mampu memberikan advis kepada perangkat daerah lainnya. 

Kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis (26/9) tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dan turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Dalam arahannya, Alex mengatakan, masyarakat beramai-ramai mendukung KPK agar tidak dilemahkan, hal ini sebetulnya menyiratkan adanya ketidakpercayaan terhadap  pemerintah dan penegak hukum. KPK tidak dapat mencegah korupsi sendirian, untuk itu diperlukan sinergi dengan APIP dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih. 

Sementara itu, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendagri Tumpak Haposan Simanjuntak mengatakan, ada tiga agenda penting dalam kegiatan ini yaitu, koordinasi pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah, pemutakhiran data tindak lanjut hasil pengawasan penyelenggaraan Pemerintah daerah dan evaluasi Stranas PK. 

Kegiatan tersebut diikuti 1200 orang peserta yang terdiri dari Wagub se-Indonesia, Inspektur Jenderal/Inspektur Utama Kementerian dan Lembaga, Inspektur Provinsi se-Indonesia, Inspektur Kabupaten/Kota se-Indonesia, Korwil/Korsupgah dan Setnas PK KPK, Sekretaris Inspektorat Provinsi se-Indonesia, Tim Inspektorat Jenderal Kemendagri, Kepala Bappeda Provinsi, Kepala BPKAD Provinsi, Kabag Humas Setda se-Indonesia dan Admin MCP KPK/JAGA.ID.

Bertindak sebagai narasumber Wakil Ketua KPK Alexander Mariana, Inspektur Jenderal Kemendagri Tumpak Haposan Simanjuntak, Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Bimo Wijayanto, Asisten Deputi Bidang RB, Kunwas Kemenpan RB Ronald Andrea Annas dan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo. 

Turut hadir Inspektur Kota Padang Corri Saidan, Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Kota Padang Dodi Stapet dan Kasubag Administrasi Kehumasan Setda Kota Padang Dewi Aftianengsih. (humas)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER