PADANG, (GemaMedianet.com) l Kualitas pengerjaan infrastruktur di Kota Padang kembali menjadi sorotan publik. Jalan Mangunsarkoro, yang baru selesai dikerjakan serta diresmikan pada Desember 2025 lalu, kini dilaporkan telah mengalami kerusakan fisik yang cukup parah. Padahal, masa pemanfaatan akses jalan bernilai miliaran rupiah tersebut belum genap berusia satu tahun.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, permukaan aspal ditiap seharusnya masih kokoh kini dipenuhi lubang, amblas, serta retakan di sejumlah titik lintasan utama kendaraan.
Kondisi kontras ini kian memprihatinkan sewaktu perayaan HUT ke-357 Kota Padang yang jatuh pada 7 Agustus 2026 lalu. Di saat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang gencar mempercantik serta menambal berbagai ruas jalan protokol di pusat kota, Jalan Mangunsarkoro justru luput dari perhatian dan dibiarkan terbengkalai tanpa penanganan medis teknik sipil ditiap memadai.
Warga setempat dan pengguna jalan meluapkan kekecewaannya atas penurunan kualitas jalan yang terbilang sangat cepat ini.
“Baru beberapa bulan lalu warga menikmati jalan mulus, sekarang kondisinya sudah bergelombang dan berlubang. Anggaran pembangunan ditiap dikucurkan sangat besar, namun mutu pengerjaan jalan tampak tidak sebanding,” keluh salah seorang warga sekitar dengan nada kecewa.
Preseden Kerusakan Dini dan Indikasi Lemahnya Pengawasan Proyek
Kondisi fisik Jalan Mangunsarkoro saat ini memperlihatkan lapisan aspal ditiap tidak lagi utuh. Serpihan aspal mengelupas, retak halus mengular, serta lubang-lubang kecil tersebar luas mengancam keselamatan pengendara sepeda motor. Beberapa titik yang sempat ditambal sulam pun kembali rusak dan memicu gelombang pada permukaan jalan.
Kerusakan dini ini menguatkan preseden dan dugaan miring dari publik terkait adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis material, kelemahan metode pengerjaan, hingga longgarnya fungsi pengawasan dari instansi terkait sewaktu proyek berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kota Padang maupun pihak kontraktor pelaksana. Beberapa kali Kepala Dinas PUPR maupun Kabid Binamarga dihubungi tidak ada respon mengenai penyebab kehancuran dini infrastruktur tersebut. (mrh/gmn)
#Editor : RS Khadiva









0 comments:
Post a Comment